Da Jang Geum
September 18, 2006
Akhirnya setelah sekian lama, drama seri ini berhasil kuselesaikan. Fiuhh… suatu perjalanan yang sangat panjang, 70 episode! Melelahkan? Tidak juga. Kalau menghabiskan waktu? Sangat! ^-^
Dulu ketika drama ini ditayangkan, sempat penasaran juga. Banyak yang mengatakan kalau drama ini bagus. Berhubung saat itu sudah di tengah-tengah cerita, dan aku tidak suka kalau tidak menonton dari awal, akhirnya tidak tertarik untuk mengikuti.
Beberapa minggu yang lalu, ketika sedang ‘diskusi’ tentang drama Jepang Korea dengan ‘penikmat’ drama lainnya, drama ini ikut dibicarakan. Yah sebetulnya iseng mencari siapa tahu ada fansub nya
. Ternyata penikmat drama lainnya mendengar dan ternyata ia punya DVD nya lengkap! Well, langsung saja ku minta pinjam
. Tak sangka besoknya benar-benar dibawa ^-^.
Jadi, berikut ini adalah sedikit review dariku tentang Da Jang Geum (aku lebih suka menyebut judul aslinya dibanding Jewel in the Palace
).
Hmm, ceritanya cukup menarik. Seputar intrik pribadi dan intrik politik (istana). Seseorang yang ditakdirkan untuk membawa perubahan dan menyelamatkan banyak orang, namun hidupnya penuh kesulitan. Kalau dari segi ini, drama ini mengajarkan untuk pantang menyerah dan berusaha sebaik-baiknya. Itu nilai lebih drama ini kurasa.
amun lama-lama kesal juga melihat ‘kebodohan’ Jang Geum yang sering difitnah macam-macam, tapi bukannya membela diri malah diam. Tapi selalu saja hal yang bisa meloloskannya dari lubang jarum. Dari disalahkan, kemudian dianggap berjasa. Namun baru sebentar merasakan bahagia, masalah baru pun datang lagi. Jang Geum pun terancam lagi. Entah berapa kali sepanjang drama itu Jang Geum bermasalah dengan hukum, baik karena kesalahannya dia sendiri atau karena difitnah. Kurasa ini tokoh protagonis yang memiliki catatan kriminal terpanjang yang pernah ada ^-^.
Titik balik dari cerita ini ada di akhir episode 35, tepat di tengah-tengah. Masa-masa peralihan profesi dari juru masak menjadi dokter. Mulai dari situ lah cerita menjadi lebih menarik. Yah singkat cerita, dengan proses dan rintangan yang kurang lebih sama ketika ia berlatih menjadi juru masak istana, akhirnya ia bisa menjadi dokter. Dan lagi-lagi jadi bulan-bulanan fitnah lagi. Siklus yang sama lagi, dari keadaan normal menjadi tertuduh kemudian menjadi pahlawan dan kemudian menjadi tertuduh lagi -_-`.
Tapi sesuai aturan, yang baik pasti (harus) menang. Episode-episode saat Jang Geum menuntaskan dendamnya adalah yang terbaik. Bahkan kupikir seharusnya drama ini selesai di bagian itu. Tapi ternyata masih ada sekitar 8 episode lagi, yap cerita baru lagi. Bagian inilah yang menurutku paling banyak terdapat keanehan. Banyak hal dalam cerita yang tidak masuk di akal dan terlalu dipaksakan. Hal yang sangat bertentang dengan nilai-nilai aesthetic ku sebagai seorang melankolis sempurna
. Akibatnya malah jadi kurang bisa menikmati. Ending yang bagus, tapi tetap saja dipaksakan menurutku.
Hmm, setelah selesai menonton semuanya, kurasa drama ini biasa saja. Tidak bagus-bagus amat seperti yang dikatan banyak orang. Tidak memberi kesan, kecuali kekesalan pada bagian-bagian cerita yang tidak masuk akal
.
Menurutku drama ini lumayan juga buat hiburan. Apalagi kalau punya banyak waktu senggang. Namun yang jelas tidak masuk dalam daftar rekomendasi ku
.
Sekarang saatnya menonton drama lainnya ^-^. Sudah nasib memang sekantor dengan maniak-maniak drama he he …
6 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed




1.
mokona | Maret 5, 2008 at 12:47 pm
aku tertarik dgn drama ini..pengajaran yg aku dpt dr cerita ini ..jika kita menjadi bahan fitnahan seseorang, ada baiknya jika kita tidak membalas dengan memfitnah kembali orang tersebut…mereka yang merasa dirugikan karena fitnah, lebih baik diam dan doakan saja orangnya karena karma itu pasti akan berjalan sesuai dengan omongan yang mereka katakan sendiri.
thanks for your review.
2.
Adityo Ananta | Maret 13, 2008 at 5:31 pm
wah kl menurutku tokoh jang geum itu naif, bukan nya sabar
3.
nadia paramita | April 14, 2008 at 2:44 pm
kalo menurutku film ni adalah film yang layak buat aku kasih nilai 10. apalagi kalo dibandiungkan dengan film2 indonesia yang mulai minim nilai moral dan sinetron yang isinya itu-itu saja. tapi film da jang guem really inspiring movie. terlepas dari keanehan yang menurutku itu bumbu dalam film, tapi totally its good. setidaknya gua belajar nilai2 kejujuran, kesetiaan, pengorbanan, kepercayaan, kerja keras, pantang menyerah, learn how to survive. karena sudah jelas nilai2 idealisme seperti itu sudah sangat jarang kita temui di generasi sekarang. semua orang maunya mendapat segala sesuatu dengan cara mudah, dan intrik politik yang ada disitu bisa mencerninkan bagaimana kotornya pemerintahan yang isinya konspirasi. bayangkan saja yang sekecil istananya janggem saja sudah seperti itu, apalagi politik negara kita. setidaknya dengan nonton film ini moral kita sedikit terpanggillah untuk melihat suatu keburukan sebagai keburukan dan bisa do something instead of ngikut dengan arus korupsi,kolusi dan nepotisme. jadi menurut saya buakanya janggem itu sabar/ polos/naif, melainkan dia tahu kapan harus bersuara dan pada siapa dia harus bercerita. menurut saya itu cerdas.
saya jatuh cinta dari film ini sejak pertama diputar, memang saat itu saya tidak melihat dari the real begining, tapi begitu ngeliat pertama langsung ketagihan. dan saat tu film di putar ulang saya tetap mengikuti meski tidak serajin yg awal. dan akhirnya saya memutuskan untuk hunting vcd/dvdnya. caya mencari bertahun2 akhirnya what a lucky coincident pas diajak teman saya ke suatu toko dvd d bandung saya iseng2 nanya. ternyata ada 1 sisa pesanan orang yang tak kunjung diambil dan petugsnya menawarkan pada saya. tanpa berfikir dua kali saya ambil kesempatan itu. dan emang tidak menyesal menintonnya. akhirnya kemarin untuk ketiga kalinya saya menonton film itu. saya pikir suatu saat i’m gonna keep it and past it down to my generation (aga berlebihan ya hehe). but im really serious just in case kali film2 indonesia ga berubah dan makin buruk. bukannya saya tidak cinta produk lokal. tapi saya pikir wajar lah dan untuk bahan pembanding saja.
4.
asmanoveta | September 12, 2008 at 12:30 pm
drama asia ini sangat bagus karena mengajarkan tentang kejujuran, keberanian, perjuangan dan cinta kasih dalam hidup, sangat berkesan buat saya, i can’t wait to see other movies like this.
5.
srie | Mei 31, 2009 at 4:21 pm
menurut aku ini adalah film yang laya ditonton. Seluruh warga indonesia wajib bwat nonton film ini, aku ska banged ma karakter jang geum……
Malahan aku udah beberapa kali nonton film ini, pie anehnya gk pernah bosen-bosen….malahan aku seneng bisa nonton film ini sampe berulang-ulang….
Pokonya film ini bikin aku greget n’pengend belajar ilmu akupuntur…
aku terinspirasi,pengend banget seperti kaya jang geum…
is the best lah bwat film jang geum
6.
evan | November 1, 2009 at 10:19 pm
Menurutku drama ini punya banyak segi positif, terlepas dari kisah Jang Geum dari yang tertuduh menjadi pahlwan ataupun sebaliknya. Drama ini mengajarkan bagaimana orang bisa bertahan di dalam situasi apapun – pantang menyerah (baik buat pelajar), disisi lain mengajarkan cinta kasih & berbagi buat orang tua/teman/pacar, bagi yang pengen pintar masak (drama ini adalah resensi yang bagus untuk memilih makanan yang sehat, & ada ilmu kedokterannya. KOMPLIT!!