Old Post: Akhlak dan Rasa Syukur

Februari 7, 2007

Akhlak dan Rasa Syukur (Kamis, 12 Januari 2006)

Setiap kali membaca tulisan, atau mendengar orang yang mengeluhkan mengenai buruknya akhlak bangsa kita, aku jadi tertegun. Benarkah kita hanya bisa mengeluhkannya saja? (Kalimat ini sendiri juga termasuk mengeluh ^-^). Sering berpikir, apa ya sebab kerendahan akhlak bangsa ini? Apalagi ditambah paradoks bahwa kita sendiri tahu bahwa perbuatan kita itu buruk, salah, melanggar aturan, dsb. Tapi tidak ada keinginan untuk mengubahnya. Justru dijadikan alasan bila suatu ketika melakukan perbuatan tidak terpuji (dalam skala yang sangat kecil sekalipun).

Nasihat dari salah seorang yang kuhormati dan percayai, membuatku sedikit terkejut dan sadar. Ternyata kunci permasalahannya sangat sederhana sekali. Syukur. Lho, apa hubungan akhlak dan syukur? Ternyata ada, dan bisa dirangkum menjadi satu kalimat : “Dari syukur lahirlah ketaatan, dan dari ketaatan lahirlah akhlak“.

Seseorang yang bersyukur berarti dia menyadari hakikat dirinya, dan menyadari sepenuhnya akan kehadiran Allah. Sebagai wujud dari syukur itu, dirinya akan berusaha sepenuh hatinya untuk menjalankan semua perintah-Nya. Dalam beribadah, dan dalam bermuamalah dengan sesama. Timbullah ketaatan dalam dirinya. Kemudian pada akhirnya, karena segala tindakannya berada dalam bingkai ketaatan, maka perilakunya pun dengan sendirinya menjadi baik. Timbullah akhlak yang baik. Sesederhana itu.

Benarkah kita kurang bersyukur? Aku sendiri sering merasa malu, karena teringat bahwa diri kurang bersyukur dengan apa yang ada, dan sering menyesali kekurangan yang ada. Tidak menyadari bahwa telah begitu banyak yang telah kita peroleh. Mensyukuri apa yang dimiliki saja belum, tapi mengharapkan lebih :( .
Bangsa kita sendiri diberi banyak anugrah. Tapi kita sering menyesali ketertinggalan kita dibanding bangsa lain tanpa melakukan perubahan berarti. Ironis, padahal kita adalah bangsa muslim. Bangsa muslim yang belum (cukup) bersyukur.

Jadi, sudahkan anda bersyukur hari ini?

***

Posting lama, tapi sayang kalau tidak terbaca. Sebab posting ini termasuk posting pertama di blog ini, ketika blog ini masih belum punya nama (lho, memang sekarang sudah :D ?). Terserah mau berkomentar apa soal re-posting artikel lama ini ^-^.

Entry Filed under: Daily Life, Re-post, Thought. .

6 Comments Add your own

  • 1. Bowo  |  Februari 9, 2007 at 10:37 am

    “Seseorang yang bersyukur berarti dia menyadari hakikat dirinya, dan menyadari sepenuhnya akan kehadiran Allah”

    Rasanya lebih tepatnya basicnya adalah perasaan kehadiran Allah, lebih jauh lagi adalah pengakuan adanya Supreme Power out there,
    Yang Maha Segalanya.
    Maha Pencipta : Pencipta dari segala makhluk dan alam semesta, termasuk kita.
    Maha Melihat : Tak ada kejadian yang luput dari pengawasanNya.
    Maha Adil : Yang akan selalu memberikan ganjaran sesuai yang diperbuat oleh setiap makhluknya. Entah itu positif maupun dan negatif untuk kacamata kita.
    Dari proses penciptaan kita, harusnya kalau dipahami akan melahirkan rasa syukur yang luar biasa. Bagaimana setetes air, yang barangkali kita jijik dengannya, terbentuk segala kelengkapan kita dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dan dalam prosesnya setiap sel tidak pernah salah harus menjadi apa, wujud kepatuhan dan penyembahan sel kepada penciptaNya.
    Dalam proses penciptaan alam semesta, betapa kesetimbangan adanya. Hangatnya matahari, dinginnya malam. Segarnya air, sejuknya hawa murni.
    Yang walaupun karena kelalaian kita, mengubah segala kesetimbangan itu menjadi sesuatu yang hasilnya negatif untuk kita.
    Dari titik kesadaran kehadiranNya disetiap hembus nafas kita ini dengan segala Supreme Powernya akan melahirkan beraneka rasa:
    syukur takut dan harapan akan cintaNya. Yang ujungnya akan terinterpertasi menjadi akhlak yang dalam bahasa manusia disebut mulia.
    Akhlak yang sesungguhnya ingin dan seharusnya dicapai oleh manusia.
    So?? Its begin from understanding of Being Supreme Power Out There.
    Tidak salah pendiri bangsa ini mengingatkan kepada bangsa ini untuk menjadikan kesadaran adanya Supreme Power(KeTuhanan Yang Maha Esa), menjadi dasar pertama landasan gerak berbangsa dan bernegara.
    Pancasila yang menjadi dasar negara sudah terbenam begitu dalam keserakahan kita.
    Artinya kita sudah jauh mengingkari jati diri sebagai anak negeri ini. Dan yang lebih parah, pengingkaran sebagai makhluk ciptaan Allah,Sang Supreme Power.

    Balas
  • 2. PejuangIslam  |  Februari 9, 2007 at 6:56 pm

    Mensyukuri nikmat dari Alloh adalah sebuah KeTaqwaan dan Ibadah

    Balas
  • 3. satuhati  |  Februari 10, 2007 at 8:35 am

    Assalamualaikum
    salah satu bentuk mensyukuri nikmat ALLOH adalah dengan semakin bertaqwa kepada Alloh

    Salam kenal

    Balas
  • 4. ananta  |  Februari 12, 2007 at 8:29 am

    Wa’alaikumussalam
    Salam kenal juga
    hmm, apakah http://mediamuslim.wordpress.com/ dan http://mediamuslim.info/ ada hubungannya? :)

    Balas
  • 5. orido  |  Februari 15, 2007 at 11:09 am

    kita sebagai muslim yg selalu yakin akan adanya Allah swt harus memiliki rasa syukur yang tinggi, apapun yg terjadi adalah yg terbaik dimata Allah swt, Allah swt selalu memberikan yg terbaik bagi hambaNYA..
    kita sebagai hambaNYA hanya wajib untuk selalu dan selalu berusaha untuk mendapatkan yg terbaik, diluar itu… kita serahkan pada Allah swt..

    berikut links yg mungkin berguna seputar syukur:
    http://orido.wordpress.com/2007/01/05/hotd-susah-sabar/
    http://orido.wordpress.com/2005/04/05/diataslangitmasihadalangit/

    semoga berguna

    wassalam

    Balas
  • 6. Ramadhan  |  Februari 22, 2007 at 11:25 am

    Assalamu’alaikum Wr.Wb
    sykur adlah rasa terima kasih kita atas apa saja yang telah kita terima.klo kita tidak pernah bersyukur berarti kita adlh oang yang tidak tahu terima kasih.ap yang baik bg kt blm tetntu baik dimata Allah SWT.dan yang buruk bagi kita belum tentu buruk di mata Allah SWT.krn itu kt harus bersyukur ats keadaan kita skrng.
    Jazkllh koir ksr
    Wassalamu’alikum Wr.Wb

    Balas

Leave a Comment

Required

Required, hidden

Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Blog Stats

Member of

BlogFam Community

Judge Me!

Say what you like about me :)
Positive
Negative

Random Post

My Archives

Tulisan Terakhir

Recent Comments

hasan di Buta Warna
hasan di Buta Warna
hasan di Buta Warna
Ay_you di Pemakaman Air
Ay_you di Pemakaman Air
hanny joselvine di 3×3x3
reno di Buta Warna
bimbim di Buta Warna
dam dam di Buta Warna
ayu di Filateli, Sebuah Hobi

RSS Stochastic Manga

My del.icio.us Link

Meta

Other Feeds

Powered by FeedBurner

Subscribe in Bloglines