Buta Warna
Mei 16, 2007
Dulu, ketika mendengar tentang buta warna, yang terlintas di pikiranku adalah dunia abu-abu layaknya televisi hitam putih. Kurasa tidak sedikit orang yang berpikir demikian.
Saat SMU barulah kusadari bahwa ku juga buta warna. Aku tentu terkejut, orang tua ku lebih lagi. Aku memang kadang sulit membedakan warna-warna senada. Tapi itu kupikir karena kamus perbendaharaan warna ku yang kurang. Lagipula aku melihat dunia ini penuh warna. Jadi tidak pernah terlintas bahwa aku sebenarnya buta warna. Agak sulit juga meyakinkan orang tua ku bahwa ku masih bisa membedakan warna, tidak buta warna total atau monochromacy.
Banyak yang tidak tahu, bahwa buta warna itu banyak macamnya. Dan kasus monochromacy adalah yang paling langka. Salah satu penjelasan lebih detil dan ilmiah bisa dilihat di artikel Wikipedia tentang Color Blindness. Aku sendiri termasuk penderita dichromacy protanopia, yaitu disfungsi dari salah satu dari 3 reseptor warna utama, dalam kasusku adalah warna merah.
Buta warna umumnya disebabkan karena keturunan. Penyebab lainnya adalah kerusakan syaraf mata karena kecelakaan atau bawaan lahir. Menurut salah satu riset 5-8% pria dan 0,5% wanita dilahirkan buta warna. Dan 99% penderita buta warna termasuk dichromacy protanopia dan deuteranopia (disfungsi warna hijau). Jadi apakah anda juga buta warna? Tidak ada salahnya mencoba tes buta warna
.
Ok, lalu bagaimana orang buta warna melihat dunia? Berikut contoh yang diambil dari sini. Perbedaan penglihatan akan obyek sehari-hari dan salah satu Ishihara color test. Bagaimana anda melihatnya?

Mata normal

Protan

Deutan

Tritan
Buta warna memang dapat menggangu aktifitas sehari-hari. Itu faktanya. Tapi kadang aku tidak habis pikir bahwa ‘kekurangan’ ini dibuat menjadi batasan secara berlebihan. Contoh ketika memilih jurusan di perguruan tinggi atau mencari pekerjaan. Beberapa bidang mengharuskan kandidatnya lolos tes buta warna. Seperti CMIIW, elektro dan kimia. Wajar memang, tapi bukankah dengan bantuan rekan, atau alat bantu seperti label nama atau lainnya bisa membantu? Toh buta warna tidak mengurangi kecerdasan dan potensi seseorang
.
Silakan coba simulasi buta warna yang disediakan dengan baik hati oleh situs ini. Cukup upload image, nanti bisa mendapat gambaran seperti apa dunia di mata seorang penderita buta warna.
Entry Filed under: Daily Life, Intermezzo. .
287 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed




1.
amir | Mei 16, 2007 at 5:37 pm
IMO.
Dalam konteks sample yang diberikan, rekan dan alat bantu memang bisa membantu. Tapi akhirnya akan timbul sebuah ketergantungan. Lagian sejauh mana sih rekan dan alat bantu can go. Pada akhirnya kemampuan membedakan warna itu penting.
Memang buta warna tidak ada hubungannya sama potensi seseorang. Tapi buta warna itu sendiri menimbulkan potensi yang berbahaya untuk orang-orang yang bergelut dalam profesi yang memerlukan kemampuan membedakan warna.
2.
amir | Mei 16, 2007 at 5:39 pm
Btw …
Kalau orang buta warna baca post ini tentu sulit membedakan Ishihara color test itu ya.
Cheers.
3.
ananta | Mei 16, 2007 at 6:28 pm
ketergantungan, ya bisa dibilang begitu, tapi menurutku jadi tergantung atau tidak itu kembali ke orangnya sendiri
ya mungkin ku terlalu terinspirasi oleh cerita-cerita orang yang punya keterbatasan fisik, tapi tetap bisa menjalani aktifitas seperti orang normal ^-^
menurutku sih selama buta warna tidak terlalu parah dan tidak mengganggu, ya kenapa tidak?
soal gambar2 di atas, untuk yang ishihara test masih bisa bedain, tapi untuk gambar bunga, antara yang normal dan protan buatku nyaris sama
4.
Herry | Mei 16, 2007 at 8:28 pm
Wah sama donk ta… gw juga buta warna, ketahuannya baru pas medikal cek-up waktu masuk UI dulu, beruntung gw masuk Fasilkom, padahal pilihan ke-2 gw Farmasi tuh …
Temen gw kasihan, dia ga masuk Fasilkom UI, dapetnya Farmasi Unpad, trus waktu cek-up ternyata buta warna… trus disuruh pindah ke Matematik ato Statistik, cuma dia ga mau … akhirnya ga jadi diambil…
Pengalaman lucu gw sama temen2 gw si waktu SMA gw ber-4 sama temen gw berdebat soal warna baju yg dipake guru gw. Menurut gw sama 2 temen gw warnanya biru ato apa gitu, tapi menurut temen gw yg satu bukan, akhirnya yang menang kan kita ber-3 tuh. Eh pas lulus UMPTN, baru tahu ternyata kita ber-3 itu buta warna parsial ….
:D:D
5.
ananta | Mei 16, 2007 at 8:35 pm
Parah Her …
Kalau orang buta warna mayoritas, orang normal bisa jadi mikir jangan2 malah dia yang buta warna ^-^
6.
adit | Mei 18, 2007 at 10:12 am
aku juga BW brow
kamu kok ikut2an aku sih? ^^
7.
adit | Mei 18, 2007 at 10:29 am
buanyak banget cerita ttg keBWan seseorang yg bisa bikin kita ketawa ngakak
kepanjangan kalo ditulis disini
yg jelas, pasti lucu ^^
buat aku
BW bukan jadi halangan yg terlalu berarti
aku masih bisa mendesain dg warna yg cukup variatif
soalnya CS2 punya fasilitas swatch yg kalo kita hover pake mouse diatas warna yg kita inginkan, keluar label nama warnanya ^^
yg jelas ngga separah itu si
kan cuma parsial
dunia belum hitam putih buatku
tapi apakah tipi aquos atau bravia berguna buatku
nothing is lost
but the one which lost is my ability to see (too) colourful things
yg paling seru
aku ini anak elektro loh
emang si, specialitynya di control systems
tapi paling seru waktu ikutan praktikum elektronika
aku kasi banyak alesan spy aku ga kebagian milih2 resistor ato kapasitor
pura2 sibuk ngerangkai kabel ato apalah
jelas ngga keliatan tu label resistornya ^^
sialnya
anak2 di kampus pada tau
ngga tau darimana
yg jelas keBWanku ini sudah sering jadi bahan bercandaan anak2 kalo lg ngumpul
hhhiiiihhh…… nyebelin =)
8.
syafrina | Mei 18, 2007 at 6:04 pm
waaaa ternyata aku masih normal dong matanya hehehe
salam manis
syafrina
http://syafrina-siregar.blogspot.com
9.
ieminfo | Mei 18, 2007 at 9:39 pm
syukur deh mata gw masih normal, he he he he
btw pecinta komik H2 kah??
10.
ananta | Mei 19, 2007 at 8:12 am
@adit
jangan2 kita doppelgänger he he ..
ternyata kita makin mirip aja
aku sih masih bisa melihat ketajaman warna hdtv, tapi tetep aja masih kalah dibanding yang matanya normal
btw, kok bisa masuk elektro?
@syafrina
salam juga mbak penulis
@ieminfo
bukan hanya H2, tapi semua karya Adachi
11. Idiot Test « Life is like that … | Mei 19, 2007 at 10:28 am
[...] menyelesaikan tes itu. Takut dianggap idiot? Tidak, tapi karena tes itu tidak ramah untuk kaum buta warna [...]
12.
adit | Mei 22, 2007 at 9:29 pm
@ananta
masuk elektronya si sama aja kayak anak2 yg lain
survive disananya yg susah
makanya, aku ambil bidang studi kontrol
jadi tidak menyusahkan diri sendiri ^^
doppelgänger ??
berarti kita tidak boleh bertemu
soalnya bisa jadi pertanda buruk, hihihi
@ieminfo
same here
aku kan doppelgänger-nya ananta ^^
13.
erick | Mei 24, 2007 at 4:58 pm
lw semua nasibnya sama kaya gw.
tp gw sedih cz gw buta warna, sedihnya sich karna gw pengen
masuk jurusan kimia.
waktu mau masuk kan gw harus menuhin syarat2nya, salah satunya ngga bw. gw sih biasa az. tp waktu ditest di dokter loch gw kaget, gw kaget waktu ditest gw ngga bisa nebak angka n huruf, tp cuma 4 kertas doank yang gw ngga bisa.
tp ama dokternya dilulusin tuch…!
cz dia kasihan kale ma gw. akhirnya gw masuk deh ke jurusan kimia. ah…..di sana ga banyak ngaruh tuh,….!!!
so what gitu loch……
14.
budi | Mei 26, 2007 at 10:39 am
Gw jg buta warna.. Hiks2
Belom tes di dokter sih.. Tapi udah sering liat Ishihara Card..
Ada beberapa yg gw salahh..
Gw mo nanya, susah nggak sih bwt masuk universitas / kerja?
Gw sih niatnya masuk jurusan komputer gitu (IT ato design).. Bisa nggak y kalo buta warna???
Jurusan apa ja si yg gak boleh buta warna?
Btw Kok Aidit bs masuk jurusan elektro.. kn perlu surat ktrn tdk buta warna..
15.
ananta | Mei 29, 2007 at 6:04 pm
mas budi, susah atau tidaknya itu relatif, tergantung usaha dan kesungguhan, kalau untuk kasus saya, saya bisa bilang masuk kuliah dan kerja itu gampang, karena alhamdulillah dimudahkan sama yang di atas ^-^
kalau masuk jurusan IT, buta warna tidak masalah, contoh nya ya saya ini
, waktu di tes langsung saja saya bilang kalau buta warna, jadi ga perlu di-tes lagi, dan itu bukan masalah untuk kuliah di fasilkom
jurusan yang ga boleh buta warna itu kedokteran, kimia, fisika, elektro, industri, farmasi dan sejenisnya. kurang hafal juga, lebih baik coba tanya ke fakultas bersangkutan
dan … setiap orang itu level buta warnanya beda2, pas di tes dengan ishihara, ada yang bisa semua ada yang sebagian, kadang yang nge-tes itu ga serius jadi baru berapa halaman sudah dianggap lolos, padahal bisa saja halaman berikutnya dia ga bisa
16.
bulan | Mei 31, 2007 at 2:03 pm
wah… kalo dijadikan buku kayaknya seru juga tuh! bisa bagi pengalaman, nambah kesyukuran, juga memotivasi untk bs melakukan hal yg sama dgn org normal. kalo dah jd buku, aq pasti beli deh
17.
ananta | Mei 31, 2007 at 5:07 pm
jadi buku? weleh ga kepikiran sampai sejauh itu
lagipula untukku buta warna bukan ‘musuh’ yang sempat membuatku jatuh ke jurang depresi (halah)
tapi menarik juga sih kalau yang bercerita itu orang yang buta warna total, bagaimana dia menjalani hidupnya
18.
wid | Juni 28, 2007 at 9:01 am
mas ananta, bisa tahu maksudnya protan, deutan, tritan? apakah itu klasifikasi dari buta warna? tolong jelaskan ya, mas. trims sebelumnya.
19.
ananta | Juni 28, 2007 at 9:16 am
@wid
bisa dibaca di sini
diriku tidak bisa menjelaskan lebih detil dari itu ^-^
intinya sih (dijelasin juga) ketiganya adalah jenis buta warna sebagian (dichromacy) berdasarkan warna yang tidak dapat diterima dengan baik oleh reseptor mata. Protan itu untuk merah, deutan hijau, tritan (yang paling langka) biru.
20.
wid | Juni 29, 2007 at 6:44 am
iya, mas ananta, ….saya juga tahu bahwa protan, deutan atau tritan, adalah klasifikasi kasus buta warna. Yang menarik dari gambar di atas adalah karena ada contoh gambar bunganya. Saya jadi ingin sekali tahu bagaimana orang yang protan, deutan dan tritan, melihat warna-warna di dunia. Seperti orang deutan, kalau melihat sawah, gunung atau langit, persepsinya seperti apa? Bisakah mas Ananta memberi tahu saya, dimana referensi itu bisa saya peroleh? atau darimana mas ananta mendapat gambar ishihara dengan pendamping gambar bunga itu? trims ya mas.
21.
ananta | Juni 29, 2007 at 8:35 am
Wah kalau contohnya banyak, bisa dicari dengan google dengan keyword macam ‘what color blind people see’ atau sejenisnya.
Gambar di atas saya sudah memberi linknya di artikel : ini
Contoh lain di sini
Nih, saya ketemu situs yang bisa menyimulasikan dunia di mata orang buta warna, tinggal upload image saja: Colour blindness check
22.
dk | Juni 30, 2007 at 7:59 am
normal nggak? saya bisa liat dari yang normal, protan, deutan, tritan. tapi waktu gue pernah diperiksa oleh dokter, gue dinyatain buta warna parsial
23.
ananta | Juli 2, 2007 at 7:51 am
maksud bisa lihat?
hmm, mungkin sama sepertiku melihat sekeliling sepertinya normal, tapi ternyata buta warna parsial juga
24.
alex | Juli 10, 2007 at 8:42 pm
wah, wa juga nih. pupus harapanku jadi dokter
padahal kayaknya udah isa masuk,soalnya waktu ngerjaiin spmb 75% bisa ngerjain.
tapi gara2 tadi tes buta warna ga dilulusin sama dokternya jadi lesu deh.
jadi lgs nyari web ttg buta warna.
he3, sedih juga sih tapi.ampe mau nangis rasanya
25.
cacing | Agustus 13, 2007 at 1:35 am
huaaa… ternyata sayah juga BW parsial.. ketawan nya pas lagi test kesehatan pas lulusan SMU. udah mah sebel, kesel, ga bisa masuk Akpol, ga boleh jurusan ini dan itu kalo kuliah…. nasibb nasib… mana kalo nyari kerja banyak yg pake surat keterangan sehat dan buta warna pula…
tadinya ortu ga yakin gw BW parsial, so mereka tanya tanya warna warna ke gw, dan gw bisa jawab… jadi mereka ngesimpulin gw ga BW.. padahal pas gw test pake isihara ada beberapa yang ga bisa gw liat angkanya. tadinya gw juga berpikiran “mana sih angkanya, yng mana sih garis alurnya, bentuk angkanya gimana sih ? dll”
alhamdulillah kuliah ambil IT lulus pas 4 taun… walopun Bw.. gw mau nanya, kalo test CPNS pake test BW ga ?
26.
Adityo Ananta | Agustus 13, 2007 at 8:22 am
@cacing
sepertinya sih sama seperti kuliah, tergantung instansi nya
maaf, kurang tahu juga
27.
aby | Agustus 23, 2007 at 10:27 am
aku mau tanya nih , apa ada web. yang ada gambar2 untuk mengetes buta warna atau tidak.klau ada tolong saya di berri tahu.soalnya penting banget.
28.
Adityo Ananta | Agustus 23, 2007 at 10:32 am
@aby
?
banyak, sudah tanya google
dgn keywords seperti:
- ishihara color test
- color blind test
dan sejenisnya
29.
lutfi | September 3, 2007 at 9:05 am
menurt saya buta warna itu sungguh sangat menyakitkan cz banyak teman2 saya yang tidak lulus seleksi kerja di suatu perusahaan gara2 tidak lulus test tsb.Pdhl mrk mempunyai kompetensi yg bisa diuji…………!!!!!!!
seandainya ad perusahaan yg lebih bijaksana dlm mengatasi hal tsb sehingga sekiranya bisa mengurangi dampak orang stress akibat penyakit ini……:-)
30.
kay | September 3, 2007 at 11:28 am
aku adl seorng yang juga menderita buta warna.q jg sedih, q gagal tes akmil cz BW.q pusing nih.apakah ada pengobatan alternatif bg pnderita BW?padahal kemungkinan 80% q d terima.tapi gr2 BW q g d terima.
31.
Adityo Ananta | September 3, 2007 at 1:03 pm
@lutfi
?
kl perusahaan menyaratkan tes buta warna, mungkin pekerjaanya memang mengharuskan tidak buta warna, yah masih banyak jenis pekerjaan lain kan
@kay
kl akmil, walau ga ada hub dgn buta warna, tapi mereka nyari orang yg fisiknya sempurna, untuk apa? untuk menunjukkan mereka ‘manusia terpilih’ ^-^ kurang lebih begitu lah
yah dunia kita bekerja seperti itu
32.
ada deh | September 11, 2007 at 9:11 pm
wah gw buta warna parsial nieh…
ada temen gw buta warna parsial jg..dia ngelamar kerja di perusahaan dia di test buta warna gtu..trz dia ditolak, menurut gw kasian juga yg BW gk bisa kerja…menurut gw Org yg BW siapa tau punya potensi tinggi ketimbang yg gak BW..
33.
tonar | September 24, 2007 at 10:11 am
gw juga BW partial,
sayangnya gw dah terlanjur masuk ke elektro.
untung ditempat kerja boss gw maklum,
tapi gimana ngadepin temen yg iri-dengki, sering memanfaatkan kelemahan kita untuk menjatuhkana kita ya?
sering klo diskusi, yg materinya ngga ada unsur warna, ama dia trus di kait2kan. jadinya aku mati kutu.
bikin minder dan putus asa, rasanya pengen brenti kerja aja
sekarang posisi gw sbg programmer.
mas ananta, ada solusi ?
thanks.
34.
Adityo Ananta | September 24, 2007 at 11:23 am
@tonar
waduh dimintain saran ….
sori yah kl terlalu klise
hmm, kl bos nya maklum, artinya buta warna parsial tidak terlalu masalah kan buat pekerjaan itu?
itu biasa sih di mana-mana, bullying, bentuknya aja beda
kl ada yang iri, berarti mereka menganggap mas tonar lebih dr mereka
kl ga tahan ya mungkin lebih baik pindah, tp lebih bagus lagi kl ga, jadi either cuekin atau kl berhati besar bales perlakuan mereka dgn kebaikan
apapun itu, cobalah berperasaan positif
35.
abdillah | Oktober 3, 2007 at 6:52 pm
hm… gw juga BW partial
gw punya pengalaman menyedihkan nih
satu tahun yg lalu gw dapet kesempatan tuk test perkerjaan di perusahaan ternama untuk bagian IT, semua test gw udah lulus (senengnya….) tapi ada satu yg belum medical cek, n gw ga lulus test warna yang akhirnya gw ga jadi diterima diperusahaan itu (Hik..hik..) dengan alasan IT tidak boleh buta warna.
apa emang IT harus tidak boleh buta warna, padahal semua test praktek maupun tulis udah lulus semua
help me…
36.
Adityo Ananta | Oktober 4, 2007 at 8:14 am
seharusnya untuk IT tidak masalah,
mungkin perusahaan itu masih kaku paradigmanya
sudahlah, semua yang terjadi adalah yang terbaik
37.
Lingga | Oktober 11, 2007 at 9:49 pm
Hi all…
Saya juga termasuk salah satu penderita Lemah warna. Tapi saya sudah terlanjur mengambil jurusan T. Elektronika dalam kuliah saya. Saya juga merasa sangat terbatasi dengan kelamahan ini contoh: mendapatkan pekerjaan yang saya impikan, walaupun dalam semasa kuliah dan praktikum saya sendiri tak pernah mengalami masalah berarti dalam melihat kode2 warna / kabel2 dst…
Saya pernah dengar tentang alat bantu untuk penderita lemah warna. Itu semacam kacamata Biasa namanya “ColorView Lenses”. Itu bisa membatu penderita lemah warna ini membedakan warna2 senada pada test Ishihara. Mohon bantuan rekan2 jika ada yang mengetahui lebih lanjut tentang ini, silakan menghubung saya di lingga_suhadha@yahoo.com.
Mengenai komentar Mas Amir tentang alat bantu mengakibatkan ketergantungan, saya fikir alat bantu penderita lemah warna ini tidak jauh berbeda dengan kaca mata rabun biasa. Toh penderita rabun jauh / dekat (minus / plus) atau pun silinder sangat membutuhkan kaca mata untuk aktifitas sehari2 nya.
Saya fikir solusi “ColorView Lenses” ini bisa mulai mematahkan mitos yang sudah ada, bahwa Buta Warna / Lemah Warna tidak ada alat bantu nya.
ColorView Lenses dikembangkan para ahli dari jepang dan sayang nya cuma terdapat disana. dan harganya masih relatif mahal sekitar 78500 JPY atau sekitar 7,5 jutaan / kacamata. tentunya dengan diagnosa lebih lanjut.
Thanks and Regards
Lingga Suhadha
38.
Lingga | Oktober 12, 2007 at 3:32 am
Sorry nih nambahin lagi…
Mengenai Alat bantu BW parsial / Total juga ada yang namanya “Colorcorrective Lenses” itu dikembangin di Amrik oleh dr. Thomas Azman. saya dah tanya kesana harga nya muahal banget bisa sampe US$3700.
Dan saya prefer ke yang dijepang itu aja deh, harganya lebih murah dan lebih deket ketimbang amrik. Insya Allah dalam waktu dekat saya akan kesana untuk diagnosa dan membeli kacamata tsb. Siapa yang mau ikut ya??
Tapi yang saya concern adalah, paradigma dari dokter ahli mata itu sendiri. Pernah saya tanya ke salah satu Rs. Mata di Jakarta, malah dr nya itu ga tau apa2 ttg lensa ini. Awalnya malah dia bersikukuh bahwa ga bisa penderita BW itu ada alat bantu nya. tapi setelah saya tunjukkan ini dia hanya diam dan terpaku apa dgn yang saya ceritakan mengenai artikel lensa tsb. Apa ada kemungkinan walaupun qta dah memakai alat bantu tsb dan bisa lulus test BW tapi tetap qta dinyatakan tidak layak untuk bekerja / belajar di jurusan tertentu??
Menurut saya harusnya tidak, dan harusnya bisa diterima seperti layaknya qta memakai kacamata baca / kacamata minus lainnya. karena saya sendiri sudah memakai kacamata silinder 3/4.
Semenjak saya divonis BW parsial, saya sudah mengumpulkan artikel / informasi tentang BW itu sendiri. Apa penyebab, variasi jenis BW itu sendiri.
Mohon sarannya
Thanks.
39.
Adityo Ananta | Oktober 17, 2007 at 8:56 am
@Lingga
Hmm, ku coba cari tahu dulu deh. Belum pernah dengar sebelumnya soalnya.
Btw, semangat sekali ya melawan BW. Salut.
Karena bagi saya tidak mengganggu aktifitas jadinya tidak terlalu memikirkan. Ternyata bisa jadi topik menarik juga.
40.
eza | November 9, 2007 at 12:04 pm
hae temen2….
gua mw tny ne…
gmana cr nya kita tw
kita tuu buta warna type pha??
41.
Adityo Ananta | November 9, 2007 at 1:13 pm
yang gampang lihat saja gambar di atas, gambar yang normal mirip dengan yang mana
bisa cari juga tes tes lain di internet
tap kl mau pasti ya ke dokter mata
42.
Ricky Setiadi (deutan) | November 19, 2007 at 4:59 pm
kiranya kita (masyarakat) harus lebih memahami tentang istilah buta warna. karena ternyata dalam dunia kesehatan, buta warna partial akan lebih tepat dikatakan sebagai defiesiensi terhadap warna tertentu.
Karena buta warna diakibatkan ketidakmampuan prisma mata untuk menangkap frekuensi warna tertentu. Bukan tidak bisa melihat sama sekali.
43.
Himawan | November 20, 2007 at 1:11 am
Wahh….. Aq Jadi Semangat Coz Di dunia Ini Ternyata Bukan Cuman aq yang BW palagi setelah membaca artikel dari Lingga.
dari pendapat teman2 emang ada benarnya juga sich, sepertinya orang BW it tidak diperlukan padahal mungkin orang BW lebih hebat dari yg normal
Aq juga punya pengalaman yg menyedihkan, saat itu aq gi daftar di salah satu SMK ternama dikotaq, qlulus dismua tess tulisan n wawancara cuman yg buat tubuhq jadi lemas adalah saat aq test kesehatan dan dinyatakan buta warna pertia oleh dr. Tp anehnya….. aq diterima dan ambil jurusan Automotive, stelah selesai aq kemudian daftar disuatu perusaan yg bergerak dibidang pertambangan n persratan utamanya adalah TIDAK BUTA WARNA, lucunya sbelum test aq banyak makan wortel sampai2 mulutq jadi gatal2 karna kebanyakan wortel katanya sich bisa menyehattakan mata.., aq jd lemas dan penuh tanya saat memasuki ruangan test mata, yaaaaahhh….. skali buta warna tetap aja buta warna meski makan wortel segudang, dan tuhan masih mengasihiq, aq lulus sbagai mechanic dan slama ini aq blm pernah mendapatkan kesulitan…
44.
Himawan | November 20, 2007 at 1:35 am
hi…. lingga,
aq blh tau gak alamat untuk mendapatkan color view lenses, bisa gak qt pesan?????? so please help me
45.
Deny | November 29, 2007 at 8:36 pm
Hey! For all yang BW! Gw juga buta warna. Bagaimana klo kita bikin suatu komunitas dan ngumpul untuk berdiskusi serta saling memotivasi bahwa “BW itu bukan akhir dari segalanya bagi kita”
46.
yadi d sunter | Desember 10, 2007 at 10:34 am
GW PASTI BISA YAKINKAN DOKTER KALAU GW GA BUT WARNA.AMIIEN..
47.
jong | Desember 14, 2007 at 6:06 pm
wah..asik ya akhirnya q nemu forum rekan2 sesama BW,q punya cita2 jadi Polisi Kaya bokap,tapi setelah q cek kdokter ternyata q BW,,,uhhhh sedih banget padahal dari kecil q dah memupuk keinginanq jadi Polisi…..huhffff…hix…..hix….
48.
dyt | Desember 31, 2007 at 1:40 pm
sama aj brur gw jg spt kalian gw msuk jurusan tambang malah.coz gw br tau pas tes kshtan msuk kul klo gw tnyata BW,s4 bingung gmn tar cr krja…
49.
Ade | Januari 2, 2008 at 10:18 am
Kalo buta warna parsial itu bisa disembuhkan/diterapi gak ya?
Thanks.
50.
ucil | Januari 4, 2008 at 5:21 pm
man,.. gw juga salah satu pengidap Buta warna pascial… gw tau ini setelah gw kerja di salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa…. kemasan…., setelah stu tahun kerja gw baru tau setlah di tes medical cek up…. gw di vonis buta warna… rasanya hancur bro…. cmn gw sabar…. tpi bner kata2 tmn2 di blog.. tenyata di blik kekurangan gw… gw bisa ngalkuin pa yang perusahaan gw blang… gw buktiin tuh.. tpi ternyata hasilnya sama ja.. gw di Droup Out men…………………,… tpi stu hal yang pasti.. yakin lah semua masih da perusahaan yang bijak untuk menerima komunitas spt kita………… sabar yach bwt smuanya.
51.
way | Januari 18, 2008 at 6:27 am
wah…semua senasib sepenanggungan nih critanya ya..
gue juga buta warna parsial, ngga tau yang jenis mana, yg jelas susah ngeliat angka telur cicak itu. kira2 kerjaan apa yg tidak berhubungan dengan warna ya???
52.
ZUFRIAL | Januari 28, 2008 at 8:58 pm
salam kenal buat komunitas BW SE INDONESIA….
aku adalah pelajar smu kelas xii,aku daftar di tknik kimia ui..alhamdulillah aku lolos seleksi..tapi ketika harus medical chek up aku gagal karena BW..tp itu tidak menghalangiku untuk memilh jursn lain..doakan aku ya diterima di HI UI..
53.
indah | Februari 12, 2008 at 11:56 am
Nanya nih mas..tentang colorview lenses, katanya untuk membedakan warna ya? Tahu gak situs yang menampilkan gambaran yang dilihat penderita bw sebelum dan sesudah pake colorview?
Trims ya..
54.
Parsialman | Februari 21, 2008 at 11:47 am
aku br aja terima pengumuman dr situs resmi perusahaan BUMN yg ada di medan perihal penerimaan pegawai. ternyata aku gagal ditest kesehatan n di vonis BW “parsial” , aku merasa sangat kecewa plus bertanya-tanya napa hanya krn aku seorang “parsial” trus tanpa ada pertimbangan sedikitpun langsg di-out kan.padahal bro, aku sangat berharap dan dari semua test yg berlangsung (selain kesehatan) aku menjawab dengan santai tanpa terbebani, jurusan formal ku adalah sistem informasi (S1) sementara diperusahaan tsb dibutuhkan tamatan D1 (diploma-1) dan itu tdk menjadi mslh bagiku krn jaman skrg susah cari kerja dan aku konsekuen dgn upah dan jabatan yg diberikan oleh perusahaan.masalahnya apa mrk tdk pernah mempertimbangkan bahwa jurusan utk komputer tidak sepenuhnya berhubungan dgn warna, paling2x kenanya di instalasi kabel jaringan sementara aku sangat paham betul ttg instalasi jaringan tsb.tolong ksh pencerahan bro. perlu diingat bahwa mslh warna aku tau beberapa angka yg ada di test warna yg diberikan (dunia aku lihat penuh warna kok!!!! bukan hitam dan putih aja). thank’s bro, kutunggu jawaban dr mu. salam damai
55.
Parsialman | Februari 21, 2008 at 11:55 am
apa ini menjadi suatu kehancuran bg kita orang-orang yg divonis BW, terlebih di dunia kerja. aku ga tau mau lakukan apalagi utk dpt diterima didunia kerja. oh ya aku lupa, tahun lalu jg aku pernah melamar PNS utk sipir penjara n tau ga ? aku gagal di test kesehatan jg, ya itu td krn BW.
moga-moga Tuhan mengasihani kt-kt yg senasib ini, kt gagal bukan krn “rasio” dan “logika” melainkan krn kekurangan yg ada pada kt yg sifatnya “permanen”.
Moga2x dgn adanya forum ini para pengusaha dan para pemimpin negara ini mau beri perhatiannya pd nasib kt. Amiiiiin!!!!
56.
DWi | Februari 25, 2008 at 3:42 pm
Temen temen yang aku hormati … dunia ini memang kejam … aku adalah salah satu orang yang sulit membaca angka pada tes tes buta warna itu … Gmn ya nasib ku nanti … ???? Tuhan tuhan Ya Alloh … Ya Alloh … ampuni hambamu ini … kasihanilah aku …
57.
hos | Februari 26, 2008 at 4:55 pm
wah… gimana ya… gue penderita parsial niy.. gue pernah apply perusahaan yang bergerak dibidang pengangkutan tambang…begitu dia tau gue BW, eh langsung dibilang : masalahnya tidak buta warna itu wajib….di perusahaan yang berkaitan dengan tambang. Apa bener yaaa…??? Padahal kan, gue apply utk posisi HRD…. Kadang gk adil yaa… Apa cuma perasaan gue aja kali yaaa.. sebagai penderita BW?? Tapi, klo semua pekerjaan di wajibkan tidak buta warna … trus penderita parsial pada nganggur donkkkk… Pemerintah mikir gk yaaa….??? Gimana klo hal ini kejadian pada anak ato cucu mereka?? Pasti mereka kan mikir lagi, bahwa diskriminasi BW menghancurkan masa depan orang… Betul gk??
58.
farhan | Februari 27, 2008 at 3:01 pm
kok gak ada warnanya semua yah…..
59.
edy | Februari 29, 2008 at 4:04 pm
download cari software whatcolor di google untuk mendeteksi warna.
ITU SEMUA ANUGERAH
saya juga gagal masuk perusahaan BUMN
gara-gara dokternya saklek menilai tentang buta warna
sekarang keterima juga di BUMN yang lain
sekarang sebagai programer dan tidak ada masalah
lho kok bisa terima ? apa nggak di tes buta warna?
iya waktu itu saya juga pesimis bisa membaca warna
namun yakin buta warna juga adalah anugerah Tuhan
saya tetap berdoa terus agar lolos
waktu tes warna dengan gambar-gambar diskriminasi tersebut saya gagal.
tapi alhamdulillah yang ngetes bukan dokter yang saklek, saya maen argumentasi bahwa saya bisa membedakan warna-warna pokok (bw sebagian)
akhirnya diterima, dan warna-warna itu tidak mempengaruhi lagi.
anak-anakku perempuan dan laki tidak bw.
Salam sependeritaan
Edy
60.
Alumni Terapi Bantul | Maret 14, 2008 at 3:22 pm
Alhamdulillah,
Akhirnya ada juga komunitas BW di dunia maya.
Saya penderita BW yg gagal masuk polri dan berkali2 gagal
61.
S.A.PRAYOGO | Oktober 8, 2009 at 11:11 pm
mas almt lengkap pengobatan di bantul dimana mksh……
62.
Alumni Terapi Bantul | Maret 14, 2008 at 4:45 pm
Alhamdulillah,
Akhirnya ada juga komunitas BW di dunia maya.
Saya penderita BW yg gagal masuk polri dan berkali2 gagal di kesehatan karena BW. Padahal saya optimis bisa di terima,tapi ternyata………Sebelumnya saya juga pernah mengikuti pengobatan alternatif di Bantul Jogja dan selesai selama 1 minggu,memang ada sedikit perubahan tapi tetap saja saya masih BW.
Tak bisa di pungkiri kadang saya stress dan pesimis karena BW,soalnya sebagian besar pekerjaan yang saya inginkan memiliki syarat bebas BW termasuk jurusan2 di perguruan tinggi selain itu kisah cinta saya hancur karena BW.Tapi Alhamdulillah adik laki2 saya yang juga BW memiliki nasib yang lebih beruntung.Dia bisa diterima di salah satu PTN di Solo jurusan Kimia murni.Sedangkan saya kini berwirausaha.
Saya BW karena gen kakek yang di bawa ibu.
Salam persaudaraan BW.
Wassalam
63.
wazt | Maret 24, 2008 at 9:59 am
wah2…….
ternyata banyak jga ya yg BW…….
gw baru taw klo gw BW baru2 ini…..
gw check up pas lbr……
gw sih dah diwanti2 ma bonyok bahwa nyokap gw bawa gen buta warna dari kakek gw……..
dri situ sih gw mulai mencoba b’wat meneguhkan diri gw misalnya gw emang BW gw harus siap…….
tapi yang bikin gw jengkel tu pas gw check up itu.
si dokter yang meriksa gw tu ngotot gw butawarna total dan ngga ada jenis2 buta warna laen. katanya, klo buta warna ya udah buta warna.. ga ada embel2nya……
padahal gw masih bisa ngebedain warna2 pokok dan yang nggak bisa gw bedain dan agak bingung tu klo yang senada……..
kayanya pengetahuan dokter mata di indonesia perlu di-upgrade biar ngga ngeremehin dan maen fonis pasien sebegitu gampangnya……
salam b’wat lo2 pada yang senasib ma gw…..
damai selalu…..
semoga ada perubahan di dunia kita…..
n klo ada informasi yang bisa ngerubah keadaan BW kasih taw ke:
stu_kind_of_people@yahoo.com.sg
64.
Adityo Ananta | Maret 25, 2008 at 7:55 am
mau mengubah keadaan gimana memangnya?
?
toh BW bukan akhir dunia kan
kl dokter seperti mungkin harus dikasih pertanyaan yang lebih kritis, dia pasti tahu ttg BW parsial tapi malas menjelaskan >_<
65.
anita | Maret 25, 2008 at 10:01 am
menurut gue sih, ya wajar2 aja kalo untuk masuk jurusan di universitas dan pekerjaan tertentu disyaratkan gak buta warna. karena emang gak buta warna itu penting untuk pekerjaan itu. misalnya aja teknik elektro, tar kalo dia salah motong kabel gimana?kan bisa gawat urusannya?
kalo mau ngandalin temen, ya sampe kapan?gak bisa gitulah…
kan masih banyak juga jurusan n kerjaan yang lain. so, gak perlu desperate gitulah……..
btw, kalo kita kawin ma orang buta warna, kemungkinan besar anak kita juga buta warna ya?ada yang tau jawabannya?
66.
Adityo Ananta | Maret 25, 2008 at 11:49 am
anita,
buta warna itu penyakit keturunan, jadi ada kemungkinan sang anak akan buta warna juga
kombinasi dan peluang nya bisa dibaca di:
http://wiki.answers.com/Q/Is_color_blindness_hereditary
67.
has | Maret 28, 2008 at 9:39 am
Untuk terus bersyukur , setiap manusia ada kelemahan dan sudah pasti ada kelebihan lain yg diberikan-Nya
68.
gie | Maret 29, 2008 at 7:35 pm
hai para bloggers…
akun juga buta warana lho…
asli, aku sebel banget., soalnya waktu mau masuk perguruan tinggi(tahun lalu) gak bisa, coz jurusan yang aku tuju (keperawatan, kesehatan masyarakat, n teknik kimia) mempersyaratkan kita untuk tidak boleh buta warna baik parsial apalagi total..
sebenernya minat juga seh di sipil, n ada beberapa universitas yang cukup terkemuka tidak mensyaratkan calon mahasiswanya untuk tidak butra warna.. tapi berhubung alias setelah ku pikir2 aku kurang begitu jago di bidang fisika akhirnya kuputuskan (ci ile) untuk tidak mengambil jurusan itu…
akhirnya aku ngambil akuntansi aja, so far so good (artinya apaan tuch)…
tapim aku dapat pertentangan juga dari ortu, coz bokap aku gak percaya kalo aku ini buta warna parsial…
tapi setelah aku ajak untuk tes ke dokter untuk yang kedua kalinya akhirnya dia mau percaya juga…
terus terang aku ngerasa gak berguna banget, coz ortu yang masih ada (nyokap dah meninggal 3 ton lalu) berharap banget aku bisa amsuk di jurusan yang berhubungan dengan kesehatan n kawan2nya…
bokap pengen baget coz (bukannya narsis yach) aku bisa dibilang cukup cerdas di dalam keluargaku..
n bokap bangga banget punya anak yang cerdas, bukannya kakakku gak cerdas lho..
hanya dia emeng ninatnya di ips, sedangkan aku mionat di ipa…
btw tu buta warna bisa di akalin gak?pake kacamata khusus misalnya…
sori kepanjangan ya,…
69.
Yudi | April 12, 2008 at 3:01 pm
duh
aku nggak tau harus gimana, apa aku harus seneng karena ada temen-temen lain yang buta warna jg
atau sedih y?
sebenernya aku baru tau kalau aku buta warna pagi ni, ya sekitar 2/3 jam sebelum ngasih komentar ini
emang sih sebelum nya aku udah ngira aku tuh buta warna, tapi tetap aja aku kaget
apalagi sekarang aku mau keluar dari sma, aku takut berakibat di masa depanku nantinya, tapi mau gimana lagi
semoga aja dibalik semua ini Tuhan menyimpan hikmah yang akhirnya berguna bagi kita semua, amien…
70.
ardhi | April 15, 2008 at 8:40 am
mas aq mau tanya’ tempat buat terapi buta warna di surabya tu ada dimana?
trima kasih atas perhatiannya
71.
Lango | April 16, 2008 at 12:28 pm
stress nih gw…
72.
loe | April 25, 2008 at 6:08 pm
saya juga seorang buta warna partial.. kadang bisa baca angka jelas… kadang ga jelas… palagi umur udah makin nambah kaya sekarang…
buat yang masih sekolah,,, segera atur profesi-profesi yang sekiranya tidak mempersoalkan buta warna.. jangan sampai sudah cape-cape sekolah malah gagal saat di test buta warna…
73.
ajie | Mei 4, 2008 at 1:15 am
Ngikut share juga ya, tahun 2007 lalu adalah tahun terburuk buat gw, pas gw mo lulus kuliah kan ada seleksi perusahaan servis teknologi minyak terbesar dunia itu ya, 3 tahun gw dedikasikan hidup gw buat masuk tuh perusahan, bisa di bilang gw sangat berprestasi, hingga pas seleksi gw dapat tapi pada akhirnya pas med cek perusahaan, gw di vonis parsial, shiit..perjuangan fokus gw hancur bgitu saja, akhirnya gw sendiri malah ga mau meluluskan dari kuliah gw, gw sendiri benci hati gw terbakar ..iyalah bayangin fokus gw 3 tahun kuliah hanya untuk ke perusahaan itu serangkaian tes gw masuk,bayangan orangtua gw bangga sudah jelas di pikiran gw, tapi kesandung hanya karena buta warna parsial saja tapi ga tahu mesti ke siapa, akhirnya gw ambil jalan terextrim gw ga nyelesaian kuliah gw gw dah benci tapi ga tahu..gw bingung…emang merasa tidak adil tapi ya..itu semua memang terjadi.
so..ketahuilah dari awal m klo kalian buta warna atu tidak..setuju atau nggak bakal ngaruh ke maas depan kalian…semua
74.
Adityo Ananta | Mei 5, 2008 at 8:37 am
@ajie
terima kasih atas sharing nya, yakinlah jalan lain akan dibukakan
75.
ajie | Mei 8, 2008 at 5:28 pm
mas ananta makasih dah berkunjung ke blog..btw akibat buta warna akhirnya gw mo berkarir di dunia IT n bisnis aja hehe..yakiiin bakal ada jalan lain yang lebih sukses….supaya ntar bisa nulis kisah sukses penderita buat warna, bisa jadi bahan motivasi hehehe
76.
Adityo Ananta | Mei 8, 2008 at 5:46 pm
sama-sama mas ajie
sip, masih banyak peluang lain, semoga sukses …
77.
diaz_jhoni soeklimin | Juni 17, 2008 at 1:39 pm
KURANG AJAR…!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
BANGSAT…………,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
SIALAN…………..
Pupus sudah harapanku yang selama ini aku cita2kan. Tau g kenapa????????????
aku di vonis BUTA WARNA bro….
sungguh hancur,, sakiiiiiit hati ini ketika aku gagal masuk PTN
sakiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit bangetz……….
“……..katanya dunia itu PENUH WARNA, tapi mungkin NGGAK bagiku…”
karna untukku warna adalah “MALAPETAKA” yang telah menghancurkan asaku selama ini.
bagi semua kaum yang dibutakan warnanya,,sabarlah kamu selagi masih biza n persetan dengan mereka!!!
LOE HARUZ GRAKKKK!!!!
78.
wahyu | Juni 19, 2008 at 1:31 pm
w juga buta warna,w sempet nangis gr2 ne, tp krena w kekeh masuk smk,bokap w masukin w di sbuah smk ngri n w bs di terima karena bkp w pny tman di situ
yang jadi masalah,knp bw jd penghalang sedangkan w tdk mengalami masalah selama skul . n mlah w bs mengukir prestasi,w bs ikt lomba welding se pulau jwa
dunia kejam juga y
79.
kecrexz | Juni 25, 2008 at 2:01 pm
emang susah orang buta warna(parsial/yang lain) buat nyari kerja
( aku aja sedih padahal aku cuman buta warna parsial
80.
Regine | Juni 28, 2008 at 1:15 pm
jadi sia-sia gini perjuangan gw bwt masuk analis cuma gara-gara colour blindness….
ya 4JJI …..
buta warnanya cuman nurun sama gw….
sdangkan ade’ gw ga buta warna …….
knapa hrs gw…??
meskipun partial ,, tetep aja di tes buta warna juga gagal …
81.
opek | Juni 30, 2008 at 12:06 am
wah, wah itu gambar apa aja gwe kok butuh kejelian mata neh kayaknya!
bingung tiap mau menghadapi ujian yang menhgaruskan lulus tes ishihara
82.
yogi | Juli 1, 2008 at 9:24 am
salam damai…
gw mw sharing nih…
waktu tu gw mw masuk universitas andalas
wktu tu gw takut bgt yang namanya tes buta warna coz gw dah yakin bgt klo gw tu BW,
jd gw ambil jalan pintas demi lulus teknik mesin,
tiap orang yang lagi tes, gw liatin trus ..
trus gw hafalin,,
pas ditanya angka2, yaa gw jawab berdasarkan orang2 sebelumnya,
akhirnya lulus deh..
Tak satu Jalan Ke Roma,…
eh btw , teknik ap si yang boleh buta warna?
83.
arso | Juli 2, 2008 at 4:51 pm
Ass.
Kenalin, nama gue arso, gue juga buta warna parsial, ketauan pas mo masuk UGM, karena pilihan gue gak boleh BW. Y udah, gue kul di Pemasaran.
Ayoooo, jangan nglokro, orang yang gak punya kaki ama tangan aja bisa berkarya kok, orang yang lumpuh aja masih banyak yang bisa berkarya kok. Masa cuma BW aja dah nglokro . Pokoknya usaha,masih muda gini. Heheheheh
Wass.
84.
galih adi prasetyo | Juli 3, 2008 at 4:19 pm
aku jg kna CB (color blind). aku tau waktu mo msk SMK.aku takut kelainan ini bakal bikin aku g PD.jadi tolong kasih nasehat.THANK>>>>>>>
85.
Haydara | Juli 7, 2008 at 11:38 am
tidaklah perlu takut pada masalah buta warna.. karena sebenarnya orang yang buta warna lebih jernih melihat jarak jauhnya daripada orang normal.. karena sudah terbukti pada sejarah2 tentara jepang zaman dulu.. mereka lebih jago bertempur di medan gelap dan di tempat berkabut.. karena orang normal penglihatannya terhalangi oleh warna cahaya..
dan orang yang buta warna lebih tajam penglihatannya saat berburu..
taukah kalian bahwa kucing,macan, singa dan hewan yang matanya garis itu,,buta warna!!!
dan karena kekurangan itu.. mereka pandai berburu di malam dan di tempat berdebu/berkabut..
berbeda dengan burung/unggas mereka kelebihan warna sehingga mereka kesulitan melihat di malam hari dan jarak pandang mereka pendek.. begini manusia punya 3 sel krucut sedangkan unggas 4 sel kerucut.. jadi unggas lebih tajam penglihatan warnanya tapi jarak pandang mereka pendek..
janganlah sedih bagi kalian yang bw.. sebaiknya kalian yang buta warna bergabunglah club nembak ato berburu.. ato kerja di tempat yang tak butuh warna berlebih..
saranku hanya itu.. soalnya begini indonesia kekurangan atlet penembak.. tapi memang biaya peralatan mahal tapi nanti kembalinya lebih banyak kok..
ku adalah atlet penembak dan karate.. tapi aku tidak bw..
ya sekalian menawarkan hobi.. apa salahnya.. hehehehe
ku sekedar ingin tau diriku bw ato tidak soalnya aku mau masuk bidang pekerjaan yang butuh itu.. e ketemu ini tampaknya ada diskusi, ya ikutan.. nah sekarang hatiku lebih tenang…
86.
andre | Juli 8, 2008 at 3:40 pm
Ass..
gw seneng bgt ada blog ini..mo ikutan sharing….
gw habis medical check up dari perusahhan gw..trus positip bw…gw dah tau klo gw bw, waktu lulus smu dulu..tp gw ngotot ambil mesin…eh ketrima disalahsatu PTN…gw dah gawe sbg QA/QC (welding inspector)..gw dah kerja 2 thn…tp skg lg nunggu keputusan perusahhan nih…mo dilanjutin ato suruh angkat koper….
gw pingin ganti bidang pekerjaan…tpi ga tau jenis pekerjaan apa yg bs untuk penderita BW..dengan background akademik T.Mesin????
Mohon sarannya nih mas-mas….kirim ke andre_ef506d@yahoo.com
Terima kasih banyak…..
wass
87.
arso | Juli 10, 2008 at 10:45 pm
Ass.
iya gue juga barusan gak lolos di medcheck. heheheh gue nglamar di kalbe nutritional, bagian pemasaran
Angan-angan dapet gaji 7 jt perbulan gak jadi d. tapi g masalah, sekarang jadi serius bikin usaha ndiri aja, dan INsyaAllah pendapatannya bisa 40 jt perbulan Aminnnnnnnnnnnnnnn. Ayo usaha bareng aja Pall !!!!!!!!!!!!!
Hehehehehe. HIDUP BW!!!!!!!!!!!!
eh ada yang bisa bikin web ato apa kek , tempat kita ngumpul and sharing. Disni juga bagus cuma rada kurang representatip. Maap buat yang punya blog ini ya. Any way tenkyu buat blog nya ya
add gue di io_fansiwanf@yahoo.com
Wass.
88.
arso | Juli 10, 2008 at 11:28 pm
Ass.
Eh tau gak,ternyata yang buta warna itu banyak, cuma kita gak ada wadahnya, jadi gak ada bargaining position ketika perusahaan seenaknya nolak kita. ini bukan karena gue sakit ati, gua Insya Allah pengen buka usaha ndiri aja.
Rencananya gini , kita bikin perkumpulan, kita publikasikan perkumpukan ini ke perusahaan-perusahaan, kita kasih data kalo presentase jumlah orang yang bw klo g salah sekitar 6 % ( itu gede )
Trus dari sana kita sharing pengalaman perusahaan mana aja yang seenaknya nolak kita. contoh bw parsial ditolak oleh perusahaan A padahal posisi yang dilamar bukan di daerah yang sensitif terhadap warna, misal bagian hrd. Dengan kata lain perusahaan A kita black list secara halus, implikasinya kita juga gak mau make produk mereka ( ada kemungkinan orang normal yang solider ama kita ato merupakan teman kita juga melakukan hal yang sama).
Perusahaan yang notabene tergantung ama konsumen InysaAllah nganggap 6 % plus orang yang solider ama kita tu sama sekali bukan jumlah yang kecil , mereka akan berpikir dua kali untuk ngelakuin hal itu ama kita. Ada kemungkinan malah mereka memperbutkan pangsa pasar yang 6% itu dengan cara menerima kita.
Hidup BW !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
io_fansiwanf@yahoo.com
Wass.
89.
Adityo Ananta | Juli 11, 2008 at 7:54 am
@arso
Wa’alaikumussalam mas …
Gpp mas, wong tadinya nulis posting ini ga ada niat macem2, ga nyangka aja responnya banyak seperti ini (thx untuk semua).
Hmm, ide untuk membuat website komunitas bagus juga. Tujuannya untuk membantu memberi informasi. Tapi kalau untuk membuat ‘black-list’, boikot dan sejenisnya, wah saya kurang setuju.
Nah, masalah dari membuat komunitas adalah penanggung jawab konten. Monggo kalau ada yang bisa
90.
arso | Juli 11, 2008 at 6:11 pm
Iya , aku mikir juga gitu, maap klo kemaren gue grusa-grusu. kita kategorikan aja mereka perusahaan yang kurang peduli.
Tapi satu hal yang pasti kita harus masukan jenis pekerjaan bersama perusahan yang gak meerima BW. Bukannya apa-apa, biar adik2 angkatan kita gak cepek2 ikut tes, ternyata gak boleh .
91.
"Someone" | Juli 16, 2008 at 11:36 pm
Mm… Boleh gabung kan? hehehe…
Yang jelas Tuhan ciptain kita semua tu ada kelebihan n kekurangan masing2 plus di balik itu semua pasti ada hikmah yang terkandung di baliknya…
Btw, ak sendiri penderita parcial red green (kalo g salah itu namanya – lupa sih :p). Sempet kecewa sih, tapi kupikir ih kok kita g bersyukur banget ya.. Aku sadar klo aku tu color blind dari masih kecil, aku mikir pasti ada yang salah dengan mataku, tapi aku pendam aja.
Pas mulai lulus2an SMA nah tu disitu kekhawatiran dimulai. Kebetulan aku interest banget sama urusan gambar menggambar. coba deh tes warna, mampus deh, positif partial ! sial banget pokoknya. And Dengan semangat tetep nekat ujian desain komunikasi visual, yah sama aja harakiri ya, gagal total!!!
Dasar udah demen ama yang namanya dunia disain n corat coret. nekat masuk desain grafis di univ swasta yg tanpa test warna. Hasilnya? sukses besar…. gw dianggap berbakat, n jadi salah satu lulusan desain terbaik se angkatan waktu itu. Yang keren 1 orangpun di kampus yg tau klo aku tu color blind. sukses besaaar… setelah lulus gw kasi tau sohib2, pada keki semua. speechless semua, hehehe….
Dan sekarang gw masi aktif jd mahasiswa arsitektur d xxx. dan alhamdulillah ak dr semester awal selalu meraih ip tertinggi, dan juga meraih nilai2 tertinggi di mata kuliah2 yang justru aku takutkan, yaa karena mutlak berkaitan dengan warna.alhamdulillahnya blm ada yg tau, n mudah2an sampe akhir gak ada yang tau :p
Gw cerita begini bukan buat apa2, tapi untuk referensi temen2 bahwa dengan segala kekurangan yang membatasi ruang gerak kita, kitapun bisa berbuat lebih dari teman2 kita yang “normal”. dan aku pikir kita pun masuk kategori “normal” jika kita mampu bangkit dari keterpurukan daripada yang selalu berkeluh kesah dengan keadaannya.
Kita harus lebih “cerdas” dalam melihat sisi dunia yang lain dari arah pandang kita dan “orang normal”. dan meluncurkan jurus2 jitu untuk “menutupi” kelemahan kita. yaah disamping kita juga jangan terlalu memaksakan kan? Btw, sekali lagi aku cerita begini bukan buat apa2, tapi sekedar “berbagi”, eh lebih dari sekedar “berbagi” yang itu lho.
Thx semua, n sori klo ada kata2 yang g berkenan ya…
thx buat yg punya ni blog, akhirnya ada tempat pelampiasan yg oke punya, comfort, n lebih privasi. Assalmu’alaykum.
92.
Adityo Ananta | Juli 17, 2008 at 7:45 am
@”Someone”
terima kasih cerita nya
93.
arso | Juli 18, 2008 at 9:39 am
Ass.
Yuk kapan kapan kita ngadain acara turing ato makan-makan yukk!!!!!!!!!!!!!!!!!!! Yang traktir yang punya blog ini. SETUJU?????????????????
SETUJUUUUUUUUUUUUU!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
94.
yosua | Juli 18, 2008 at 4:10 pm
weww…
tolongg nich..
aq cemas banget,,,
takut masa depan suram
aq juga buta warna..
baru sadar sekarang..
kayanya percuma banagt sekolah..
tolong kasih masukan donk..
sekarang gw dah kelas 3 ipa..
apa jurusan yg sebaiknya we ambil..
T,T
tolong ya…
thnx. T,T
95.
Adityo Ananta | Juli 19, 2008 at 8:17 am
@arso
lho kok tau2 nembak traktir gini ^-^
@yosua
ga usah jadi depresi, toh itu bukan halangan yang tak bisa dilalui, seperti yang sudah di alami oleh Haydara, ajie, arso, Someone (maaf ya tidak semua yang pernah komen di sini kusebut, ini hanya untuk contoh)
kl soal jurusan, hmm ….
sebagian besar jurusan teknik menyaratkan tidak buta warna,
untuk MIPA sepertinya hanya jurusan matematika yang tidak mempermasalahkan,
Ilmu komputer/ teknik informatika tidak mempermasalahkan (kalau saran saya sih pilih jurusan ini saja he he …),
dan tentunya semua jurusan sosial tidak masalah juga
untuk pastinya sebaiknya memang cari informasi dari fakultas/jurusan yang bersangkutan
96.
"Someone" | Juli 19, 2008 at 8:34 pm
so?
97.
"Someone" | Juli 19, 2008 at 9:33 pm
@yosua
ah sampe segitunya ente…
janganlah… kalo gitu namanya kalah sebelum bertanding.
jangan, jangan….
orang buta aja mampu memandang dunia dengan hatinya… jauh lebih luas dibandingkan dengan kita…
orang lahir tanpa tangan pun mampu merengkuh dunia dengan tangannya, tangan kegigihan…
orang yang terlahir tanpa kaki pun mampu menjelajahi dunia dengan kaki2nya, kaki semangat dan keuletan….
Sedangkan kita? lahir dengan kedua mata yang mampu melihat, kedua tangan yang cekatan, dan kedua kaki yang lincah masih menggerutu? ayolah sob… waktu gak akan berhenti ketika kau meratapi vonis buta warna… kereta kehidupan terus akan berlari meninggalkan orang2 yang hanya bisa tertunduk meratapi nasib… bangkitlah bro… insyaallah di balik itu semua ada hikmah yang terkandung
Ayolah, itu semua justru merupakan cambuk agar kita berusaha lebih keras dari “the normal”. coba kita ambil waktu barang sejenak untuk merenung dan berfikir untuk merumuskan langkah2 kita ke depan. Ambil sebagian dari waktu luang untuk memikirkan langkah2 yang belum pernah terbesit dalam planning kita. misal yang suka kimia coba deh cari alternatif2 lain selain kuliah di tu jurusan, masih banyaaaak deh…. Masalahnya kita udah terlanjur mendoktrin diri kita untuk suka ini, itu, anu dan sebagainya. Jadi kita g bisa memerdekakan pemikiran kita, kasarannya kita menjajah pemikiran kita sendiri.
Open your mind, boys! banyak sekali alternatif pilihan, cobalah buka wawasan seluas-luasnya, ok? Karena dengan itu kita jadi kaya akan referensi, kaya akan opsi. Dan otomatis kita jadi mantab memilih dan melangkah karena memiliki pijakan yang kuat dan berdasar, bukan langkah yang sentimentil, Ok? Sekali lagi, ini bukan akhir dari segalanya, tapi awal bagi bocah kecil melihat dirinya untuk menggapai dunia…..
Kita semua merasakan hal yang sama, tapi tidak setiap orang menyikapinya dengan bijak. Rileks sedikit dan renungkan….

Hahaha…terkesan sok banget ya? tapi sungguh, itu karena aku coba membantu teman2 yg baru “menyadari” akan “kemampuan khusus”nya. Akupun dulu demikian….
hmm….. akhir kata mohon maaf ya klo ada kata2 yang kurang berkenan, dan sekali lagi ini cuman untuk berbagi “pengalaman”. So, jagan di salah artikan ya..
Ok thx buat yang punya ni “wadah”, atas space nya yang gua rampok banyak…
Assalamualaykum
98.
yosua | Juli 20, 2008 at 3:16 pm
thanx ya…
jdi gw bisa tekunin di bagian IT..
tapi bener ya IT nda mempermasalahkan buta warna..
gw sich bisa liat,, warna hijau tua, ama coklat tua..
tapi pas suruh milih warna yg muda2, itu yg bwt kesulitan..
hahaha..
padahal kedua ortu ku ga BW, kok gw kena ya??
and klo akutansi, mau masuk STAN ada buta warna ga?/
thax ya semua…
99.
Adityo Ananta | Juli 21, 2008 at 9:00 am
@”Someone”
ah saya juga berterima kasih anda mau share seperti ini
@yosua
yup, dunia IT itu paling ga diskriminatif he he …
saya waktu masuk Fasilkom UI dites buta warna langsung saja saya bilang bw parsial, ga masalah
akuntansi seharusnya jg ga masalah
buta warna itu turunan, gen buta warna itu ada di kromosom X
seorang wanita (XX) bisa jadi normal tapi dia adalah carrier gen BW (karena hanya salah satu kromosom X nya yang mengandung gen itu)
kl pria(XY) karena kromosom X nya cuma satu ya bisa otomatis kena
kl kedua orang tua normal, berarti ada keluarga dari pihak ibu yang buta warna
100.
Surya | Juli 22, 2008 at 2:46 pm
alloooooooooo……
gw sneng bnget nich ada komunitas BW ini……..
gw kira cm sdikit org yg kna BW (trmsuk gw) ehh trnyata bnyk jg , so gw g mrasa sndirian lg nich cz kta smua sama he..he….
oya bleh cerita sdkit kn………..
gw bru tmat SMA thn ini, kbtulan gw dpt PMDK di Univesitas… n gw ambl jrusan ekonomi manajmen. wkt it kmi anak2 yg dpt PMDK diharuskn tuk ikt tes kesehatan, wkt dites trnyt gw dinyatain buta wrna, dunia serasa mo runtuh. untung aj gw ambl jrusan manajmen so tes itu g ad pngaruhnya tp hal it ttp aj menjengkelkan cz smbl kulih sbnarnya gw mo ikt tes kepolisian.
wkt plng k rmh gw crita ma ortu klo gw BW, n gw mo ajk ortu ke dokter mata tuk buktiin gw ini bner2 BW or g cz wkt di priksa d universitas ntu gw g puas cz cm gunain “kertas” doank, bkn gunain pralatan yg canggih.
wkt tiba di dokter mata, dokter ntu blng klo ” kertas” yg ia gunaiin ntu g standar so klo gw bisa baca kertas ntu blm tntu gw g BW tp klo dg kertas or buku yg g standar itu aja g bisa berarti gw positif BW. ternyata gw positif BW. dgn doker ntu gw ma ortu ngobrol lma bnget n konsul gmna cara ngobati BW ntu n si dokter bilang klo BW ntu g bsa d obatin n ampe skrg obatny blm d temuin cz ntu bawaan gen n mgkn jg dah suratan TUHAN. dokter ntu jg blang klo gw hrs lupain aj niat tuk msuk kepolisian or militer cz cma ngabisin duit aj n g bkalan lo2s mskpun gw pnya “pegangan” jendral sekalipun n gw lngsng nyeletuk ” tenang aj smua bisa d atur” n dokter ntu lgsng bls ngmng dg nada yg lmayan tinggi klo gw g usah nerusin niat gw ntu, selain ngabisin duit yg bnyk tuk melicinkn niat gw ntu, mskpun gw brhsil msuk ntar wkt pendidikn gw bkal ketahuan jg klo gw ntu BW n gw bkalan d kluarin dr pndidikn n uang yg di kluarin bkal sia2 n gw bkalan malu. dokter ntu blang klo gw msuk militer gw bkal ksulitn krna BW contohnya: wkt ngerakit bom gw bkalan sulit tuk bedain bbrp wrna kabel n bukannya ngeledakin markas musuh malah ngeledakin markas sendiri, tuk lebih meyakinkn gw dokter ntu blang klo dy ntu jg anggota TNI n dy lngsung ngeliatin kartu anggotanya. ” kmu trusin aj kuliahmu n klo kmu dah sukses kmu jg bisa miliki senjata seperti polisi bahkan klo perlu polisi kmu jdikan pengawal pribadimu, klo mo sukses g hrus jd polisimsh bnyk pekerjaan yg lain”.,begitu katanya. Dy jg blang g prlu pke acra nyuap or coba2 ngapalin angka yg ada d buku ntu cz ttp aj bkalan ketahuan cz itu dah tgasny sbg dokter dr TNI.
oya sorry klo ceritanya pada kepanjangan n pd g nyambung n gw jg dpt info dr ortu yg tau dr anggota kepolisian yg jg pernah bw KLO BW NTU BISA DIOBATIN caranya te2skan empedu ikan gabus ke mata setiap hari selama 1 bulan. Tp gw jga blm tau hasilnya cz gw bru mo coba besok.
101.
yosua | Juli 22, 2008 at 8:59 pm
wew/..
coba aja deh lw..
klo dah bisa kasih tau gw ya..
hahaa…
102.
Goyip | Juli 22, 2008 at 10:54 pm
Hi guys…dari mei 2007 baru ketemu nih blog kayaknya asik juga…gw termasuk bw parsial, sepertinya memang ada diskriminasi berlebihan deh sama lembaga2/institusi tentang bw parsial ini…orang2 yang nggak ngerti/awam nganggap ini adalah kelemahan fatal yang nggak bisa ditolerir, kadang2 kejam juga jadinya…padahal kalo ada sosialisasi masalah ini mereka mungkin tidak akan sediskriminatif itu…saya punya banyak pengalaman nggak ngenakin masalah bw ini…mereka rata2 cuma ngelihat cuma dari sisi lemahnya aja…tapi nggak dari sisi lebihnya, terutama masalah medical check pada sebuah perusahaan…masak ada perusahaan yang nggak ada hubunganya dengan warna hanya karena referensi rumah sakit untuk medicalnya di RS A atau B trus direport medicalnya tertulis cb partial, sama tim HRD jadi mentah semuanya…padahal cuma karena kurangnya informasi ke masyarakat umum tentang bw parsial ini…btw gw udah kerja 11 tahun di perusahaan group astra posisi gw sebagai engineer dan gw gak punya masalah sama bw…kecuali dibagian tertentu di perusahaan emang gak boleh misal:painting…btw buat yang mau punya new born son/yang udah punya baiknya kalo udah agak gedean boleh juga di test biar kedepanya bisa dijadiin ekonom atau pengamat politik sekalian…dengan hobi berburu tentunya he…he…he, pokoke yang enggak ada hubungan dengan warna merah,hijau dan biru yang diaduk-aduk, kalo yang punya new born girl sih bisa sedikit tenang ya palingan hanya jadi carrier saja ya…btw katanya full bw di wanita itu bisa mematikan…maksudnya apa ya??? oh ya…
1.kok gw ngelihat gambar 2 lebih berwarna dan menarik dari no satu ya??? terutama di pucuk bunganya…
2.gw gak yakin komunitas kita cuma 6-8% ada data kongkritnya gak???sepertinya lebih banyak deh
3.kalo softlensnya udah ada yang nemuin blum ya???
103.
arso | Juli 22, 2008 at 10:57 pm
Ass.
kekekeke, bukannya apa -apa, beneran tu manjur netesin empedu ikan gabus, wah klo manjur lumayan tuh. KLo gak manjur ntar coba empedu ikan yang lain. patin ato mujaer patut dicoba.. peace..=), sory gue orangnya suka guyon
Gue setuju aja klo ada yang nyari obat buat buta warna, cuma gak perlu menyesali dengan berkepanjangan klo ternyata gak ada obatnya. ato menyesali memiliki kondisi buta warna. Buta wrna mneurut penelitian matanya lebih tajam dari yang gak buta warna.
Gue juga ama kaya loe, buta warna prsial, barusan ditolak di kalbe, tapi tenang aja, banyak jalan menuju kemakmuran, banyak tempat lain untuk mencari rezeki. Jangan nglokro, semakin berusaha, InsyaAllah pahala makin banyak !!!! yang diatas mengatur segala sesutu sering sering gak sesuai dengan nalar, logika kita. Sapa tau dengan buta warna parsial ntar kita malah bisa bikin kesebelasan sepakbola yang terkenal karena BW semua, terus jadi terkenal dan dapet harta karun puluhan milyar..gak nyambung ya.. Pokoknya tetep semangat!!!
Wass.
104.
arso | Juli 22, 2008 at 11:22 pm
Ass.
maap, ini nambahin dikit.
percaya ato gak pas gue di kalbe and wawancara ama user (wawancara terakhir) gue dapet masukan banyak banget tentang wirausaha.
gak tau, tu kepala distrik jabodetabek (klo gak salah ) ngasih gue petuah banyak banget tntang wirausaha. kurang lebih percakapannya gini
A : kenapa kamu suka di pemasaran?
gue : Saya dari dulu suka pemsaran pak, saya suka menjual barang.
A : Ngapain kamu gak jual brang kamu sendiri ? ( pertanyaan ini bner-bner bikin gue mikir ” iya, ya, ngapain gak jual barang gue ndiri y?)
gue : masih terdiam =)
A : Kamu Islam kan? kamu tau arti IQRO gak ? jangan diartikan iqro secara harafiah (arti iqro secara harafiah klo gak salah adalah bacalah ) Tapi artinya “coba”. Kmu masih muda, umur 25 tahun, masih bisa coba-coba. Klo saya, saya sudah punya anak dua, dah gak bisa coba coba.
Singkat kata akhirnya gue menyelsaikan wawancara dan keluar dengan cengar-cengir and jadi mikir ndiri ” iya ya..”
Poin pertama
Bagi yang suka wirausaha g usah takut!!! “IQRO” coba aja dulu
Poin kedua
Mungkin emang jalan gue adalah sebagai wirausahawan sukses. Karena emang gue hobinya utak atik usaha
Poin ketiga
Klo wawancara user jangan diem aja kaya gue..
Muga muga berguna
Wass
105.
arso | Juli 22, 2008 at 11:40 pm
Ass.
Eh, gimana klo kita daftarin topik kita ke talkshownya Tukul ( empat mata)
Itu sangat efektif mensosialkan buta warna, bahwa BW bukan sesuatu yang patut ditakutkan
And biar ntar biar perusahaan yang kurang peduli jadi lebih peduli ama kita and mikir dua kali klo mau memendang sebelah mata kita.
ayo!!!!!
@ ananta ” kapan makan-makannya?”
Wass.
106.
Adityo Ananta | Juli 23, 2008 at 8:37 am
@Surya
kl terapi gabus nya manjur buruan dipatenkan
tapi saya sih tak percaya, maaf
@Goyip
new born girl bisa jadi penderita BW juga, tergantung gen dari kromosom X mana yg dominan
mematikan? yang pasti kl sang wanita kedua orang tuanya BW, maka anak2nya pasti akan menuruni gen BW juga, yang laki pasti kena, yang wanita entah kena juga atau minimal jadi carrier
@arso
serius mau kopdar? tapi bayar sendiri2 ya kl jadi ^-^
@all
hmm, udah kaya forum aja nih ^-^
maybe we need a ‘better’ place …
107.
Goyip | Juli 23, 2008 at 7:39 pm
@arso
Gimana kalo kita ngadain lomba tebak warna??? yang nebaknya bener ditetesin empedu cobra…eh maksud gw empedu ikan lele..halah…ikan gabuuus…yang salah ditraktir mas ananta..kq…kq…kq…atau kita bikin partai politik aja, kan yang gw baca dari 12 orang yang bw parsial 1 taruh lah 10% rakyat indonesia bw…trus mas ananta jadi presidenya…seluruh menterinya juga bw…paling enggak kita bisa cekikikan bareng…karena yang sedikit itu biasanya spesial dari TUHAN.
108.
arso | Juli 23, 2008 at 11:17 pm
Ass.
@ goyip
anu aja yip, yang kalah ntar matanya ditetesi buah durian
kita janjian ketemu aja yuk, janjian pake baju ungu ato jingga, ntar paling gak ketemu.
ada yang domisili di jogja gak? gue di bantul ni.
Wass.
109.
arso | Juli 23, 2008 at 11:54 pm
Ass.
@ ananta
mending keberadaan blog di foreward lewat media lain, kaya friendster, facebook ato apa.
Kayaknya banyak deh yang ntar seneng and terbantu klo ada tempat gabung sekaligus cerita pengalaman.
gimana ta?
Wass
110.
Adityo Ananta | Juli 24, 2008 at 9:22 am
@arso and all
sebetulnya saya ga terlalu hobi mainan macam facebook dkk, tapi gpp lah.
Nih sudah saya bikin grup di facebook: http://www.facebook.com/group.php?gid=33855993696
Minimal bisalah kita manfaatkan discussion board nya
111.
Goyip | Juli 24, 2008 at 6:37 pm
Aku sudah join lho mas ananta….tapi postingnya gimin sih…susah amir…sorry gaptek…kalo jualan disitu boleh gak he…he…he, mau jualan ikan nih…kik…kik…kik…btw ada yang bisa jawab pertanyaan gw gak di 106 lagi males googling nih…
112.
arso | Juli 25, 2008 at 11:28 am
Ass.
@ ananta, imelmu mu apa , biar bisa kirim imel
aku di io_fansiwanf@yahoo.com
Wass.
113.
aliftama | Juli 28, 2008 at 12:31 pm
Assalamualaikum
wah setelah buka blog ini baru terbuka mata saya tentang diskriminasi yg dialami orang2 yg kurang beruntung karena BW biarpun parsial, sharing aja saya waktu tes USM-ITB karena milih fakultas yang ada teknik geologi nya, saya dimintain surat bebas buta warna sampe 2x, waktu daftar tes dan daftar ulang…beruntung saya bukan seorang BW. Saya juga ga setuju kalo buta warna disebut penyakit, menurut saya itu cuma variasi genetik manusia aja, dan manusia bukanlah makhluk yg paling bisa ngebedain warna
Ayah saya BW parsial tapi bisa masuk jurusan geologi di kampusnya dulu, ga pake tes dulu kayak saya, beruntung ya hehe
Salut bwt temen2 yg BW dan sukses bwt komunitasnya
Semangat!
114.
iam | Juli 30, 2008 at 1:29 pm
meskipun buta warna,,gw msh bs nglyt indahnya dunia ini…
gw bersykr bgt…
thanks GOD…
115.
Ghif@ | Agustus 5, 2008 at 11:14 am
god hv a great plan for every us…
^..^
116.
GilangAnfias | Agustus 7, 2008 at 6:54 am
aku jg termasuk buta warna parsial.. aku tau it waktu cek kesehatan buat daftar statistika. .q sedih bgt. .Apalagi sekarang aku Alhamdulillah keterima di ITS tekh.kimia q ragu atas buta warnaku tapi karena dorongan orang tua dan semua q pasrahkan sama YANG MAHA PENCIPTA untuk terus mengejar cita-citaku. .
Aku bersyukur kepada ALLAH sudah diberi mata seperti ini daan melihat dunia yang indahn dan karena jg diluar sana banyak org yang malah membutuhkan mata. .harus kita syukuri. .
Semangat bagi Colourblindness victims. .
Hidup cuman sekali banyak tantangan harus kita nikmati enjoy aja dan kita harus lapang dada menerimanya. .
adakah obatnya buta warna??
117.
iam | Agustus 8, 2008 at 1:01 pm
@gilang anfias
ktax c gak ada obatnya tuh…
jd nikmati aj hdp kita dengan BW…^_^
emg di tekh. kimia gak ada tes BWx y?
118.
rifki | Agustus 9, 2008 at 6:12 pm
wah gw banyak temen neh kirain gw doang yang BW. gw rasa menggangu banget seh, gua dah sering ditolak pekerjaan gara2itu, tapi… ya ginana lagi emang ini pemberian tuhan ko!!! tetap semangat yo Bro.
119.
Goyip | Agustus 9, 2008 at 7:50 pm
Sebenernya Bw parsial sama mata minus/plus gak jauh2 beda sih…kalau mata minus boleh pakai alat bantu (tapi gak boleh masuk ABRI) Seharusnya BW pake katamaca itu sah2 aja…mudah Mudahan ada importir Umum yang masukin tuh katamaca dari jepang…oh iye…gimana kalo kita cari aja orang BW parsial yang kuayaaa raya…trus kita suruh dia beli tuh katamaca (baca:kacamata) yang banyak buat dijual murah di indonesia…jadi BW boleh pake alat bantu (dan boleh masuk ABRI dan fakultas2 yang anti BW) kalo ada pendaftaran masuk 4 mata saya diberi tau ya…mengutip kalimat bro ananta…Life is like that lah…
120.
yogs | Agustus 12, 2008 at 1:28 pm
Alhamdulillah bgd….
Terxt yg BW gak cUma Q doankz…
Thankz GoD ^_^
121.
TOP | Agustus 15, 2008 at 2:53 pm
Memang dunia pendidikan dan dunia kerja sangat kejam…
Aku juga termasuk BW, lulusan teknik mesin, ditolak sana-sini oleh perusahaan..
Kenapa ya BW kok selalu dijadikan syarat masuk kerja? Padahal pekerjaan itu engga ada hubungannya dengan warna
Kejam..kejam..
Sampai detik ini istriku pun belum tau kalo aku BW, padahal sedang mengandung anak pertamaku, aku selalu berdoa agar anakku tidak menuruni ayahnya…
Aku harus gimana????
122.
GilangAnfias | Agustus 18, 2008 at 5:39 pm
Ada tp Alhamdulillah q lolos walaupun ada yang sampai mengulang 3x..
q percaya itu semua pemberian dari ALLAH Alhamdulillah Makasih Ya Rohman Ya Rohimm. .tlg doain ya smoga q kdepannya dengan kekuranganku ini tidak mempengaruhi cita-citaku??
Thanks. .
Mas TOP harus memperbanyak ikhtiarny kepada yang diatas InsyaALLAH pasti diberi jalan keluar. .
123.
heru | Agustus 19, 2008 at 7:38 pm
haiiii semuaaaa!!!!
AQ juga pernah divonis mengalami kelainan buta warna merah parsial (kata dokternya sih ga parah2 amat karena waktu test pake ishihara satu isi buku hanya 2 aja yang aq ga bisa liat angkanya. jadi dibilang normal, ga bisa. tapi dibilang ga normal, juga ga bisa)
tapi sekarang aq diterima salah satu universitas yang di mana jurusan yang aq pilih sangat menuntut ketelitian terhadap warna, yaitu : farmasi.
aq mau bercerita sedikit::::::::::
pertama2 aq juga sempat ragu karena pada saat waktu pendaftaran aq sudah dites dengan ishihara, dan aq dinyatakan buta warna merah parsial. akan tetapi aq masih diterima di jurusan itu,
memang sih, jurusan itu yang aku inginkan selama ini setelah aq ga lolos di fakultas kedokteran, waktu itu melalui jalur ikatan dinas, jadi, cuma 3 orang saja yang diterima
namun pada saat tes kedokteran juga sudah dilakukan tes yang sama dan hasil tesnya pun tidak jauh berbeda, namun masih dinyatakan layak untuk jadi seorang dokter, hanya saja aq ga diterima karena aq hanya berhasil diperingkat ke-5.
setelah itu aq mengikuti snmptn, dan aq tetap saja memilih jurusan farmasi meskipun aq tahu kalau aq menderita kelainan buta warna merah parsial, hal ini aq lakukan sebab aq juga sudah berkonsultasi dengan dokter spesialis mata dan dokter itu mengatakan kalau aq masih berpeluang untuk memilih jurusan itu karena kelainan yang aq alami ga parah2 banget.
dan setelah aq mengikuti test dan aq dinyatakan lolos di jurusan yang aku pilih, sekarang aku menjadi sannnggggaaaaatttttttt ragu sekali atas pilihan aq itu, sebab aq sudah melakukan pendaftaran ulang, dan biayanya yang dikeluarkan juga ga sedikit, aq sangat takut jika aq mendapatkan perlakukan yang berbeda dari teman2 aq yang diterima di jurusan yang sama dengan kondisi yang normal dan ga BW,
dan hal yang paling aq takutkan ialah jika suatu saat setelah selesai kuliah akan sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan yang telah kita pelajari selama kuliah.
124.
TOP | Agustus 25, 2008 at 7:26 am
Sebenernya engga bisa dibilang buta warna, kalo diartikan menjadi tidak bisa melihat warna, padahal orang bw masih bisa liat warna, cuma engga bisa mbedain warna tertentu.Istilah yang tepat adalah deficiency warna.
Analogi dengan buta huruf, yang artinya tidak bisa membaca, apa ada buta huruf parsial? begitu juga buta warna, engga ada istilah buta warna parsial, yang ada ya itu tadi deficiency warna, so aku engga setuju istilah buta warna, kesannya melecehkan banget…
Kalo tidak bisa melihat warna total (artinya hanya ada hitam putih abu2) itu baru bisa disebut buta warna
Teman-teman setuju engga?
Aku kalo mendengar kata buta warna dan tes kesehatan, rasanya lemes deh tubuh ini…(Phobia banget)
125.
ajie | Agustus 27, 2008 at 5:16 pm
@ananta
iya nih we need a better palce..
@arso
wah.kok facebook sih, klo bisa yg template, bentuk dan kegunaannya emnag buat forum ada kok yang gratisan yg phbb/ipb etc etc.kan lebih ke forum tuh sifatnya gapa2 gartisan aja dulu..coba aja search di gogle ” free forum”
126.
INdra | September 5, 2008 at 10:41 pm
SAlam,
Terharu jua lihat tulisan2 anda2 semua. Saya juga BW partial. Daftar Polri,BUMN, perusahaan2 slalu gagal dengan tes ishihara. Tapi saya gak menyerah cari kerja, dan akhirnya dapat juga yang gk da tes ishiharanya. Keep going guys!!!!
127.
acid | September 6, 2008 at 5:12 pm
buta warna bisa di obatin gak…
128.
abi | September 7, 2008 at 7:01 pm
buta warnA bisa di obatin gak….????
129.
arso | September 10, 2008 at 7:36 pm
Ass.
Hoi temen temen, ayo buka bersama bareng!!!!!
make baju yang warna warni ya!!!!
terus maen tebak tebakan warna , yang kalah ntar bukanya make kolak doang!!!
ntar paling kebanyakan pada buka make kolak doang>
TETEP SEMANGAT YAAAAA!!!!
Aku jualan pupuk organik ni, ada yang punya sawah gede gak?
make Pupukku ini InsyaAllah bagus panennya, organik lagi!!!
Wass.
130.
item | September 11, 2008 at 7:47 pm
saya juga..
dulu gak jadi masuk jurusan teknik kimia padahal udah lolos UMPTN.
akhirnya dipindah ke jurusan teknik fisika.
yang saya pikirin skarang ini adalah bagaimana kalo nanti punya anak cw..
sama ama TOP
“..
Aku kalo mendengar kata buta warna dan tes kesehatan, rasanya lemes deh tubuh ini…(Phobia banget)..
“
131.
sofian | September 18, 2008 at 12:25 am
asss
JANGAN TAKUT
Jalan tuhan yang terbaik
Santai ja pasti ketemu jalan ko
G sekarang di Salah satu perusahaan telekomunikasi
gara gara salah prosedur orang sananya
g sehabis lulus tes psikotes n interview langsung tannda tangan kontak pas g masuk gawe baru disitu g suruh tes kesehatan
nah ketauan deh klo g buta warna.
g sekarang gawe di bag monitoring yang notabene berhubungan dengan warna alhamdulillah sampe hari ini ga da masalah karena w asih bisa ngebedain warna dasar. kt dokter sih b baru ga bisa ngebedain klo dah komplek
yang penting jalanin aja dulu
Kuncinya .Iklas jujur dan Berusaha pasti da jalan
132.
arso | September 20, 2008 at 9:35 am
Assalamualaikum.
Iya, benere emang BW tu gak gitu pengaruh banget. cuma kadang perusahaan dah salah persepsi tentang BW, makanya sering mengkotakkan BW.
Pokoke tetep semangat !!!!!
Wassalam.
133.
mento | Oktober 5, 2008 at 5:58 am
Buku untuk test bw dijual bebas nggak ya?
Soalnya gw cari2 di toko buku kok nggak pernah dapet.
134.
ben | Oktober 6, 2008 at 8:31 pm
saya ada bw nya, dan yang paling menyedihkan ketika saya ikut test polisi saya tidak di terima masuk polisi…. ada beberapa test warna yang saya bisa lihat dan ada juga yang saya tidak bisa lihat… jadi gimana dan gimana lagi hasus kita yang bw iini agar mata kita bisa di obati… aku berharap Tuhan YME
memberikan petunjuk buat kita ain…
135.
agung | Oktober 8, 2008 at 1:13 pm
Yang penting usaha dan berdoa
Saya sendiri BW parsial, saya kuliah di elekro. Waktu masuk kuliah takut dipindahkan ke jurusan lain. Tp beruntung doa gue didenger sama yg diatas. Waktu lulus, alhamdulillah masih diberi kemudahan. Sempet kerja di salah satu provider GSM, sempet diterima di oil company, tp ga sempet saya ambil. Ga lama kemudian di salah satu multinational IT company sampe skrg, yang ga terbayangkan sebelumnya. Walaupun pernah satu kali kecewa gagal tes isihara di vendor telco. Yang penting usaha, berdoa, biar Dia yang menentukan.
136.
ici | Oktober 8, 2008 at 2:29 pm
w jg BW,…
kbtln w ru lu2s skul ‘n niat wat krja,…
tp dah banyak PT yang nlak krena stu hal,…
yaitu w adalah BW,…..
da yang pny inf krj wat rang yang Buta warna ????
klo da,….please send to me in 021-98638273
137.
radja | Oktober 11, 2008 at 1:09 pm
kayaknya hasil penelitian nobel kimia 2008, tentang protein hijau, kalau diteliti lebih jauh,oleh ilmuwan yang berminat, mungkin bisa ada kaitannya dengan upaya penyembuhan buta warna deh, mungkin saja protein tersebut (dna-nya) bisa disuntikkan ke dalam sel2 retina penderita buta warna sehingga nantinya yang bersangkutan bisa melihat warna seperti orang yang tidak buta warna
138.
adhit_bro | Oktober 16, 2008 at 10:03 pm
sbenernya aq bersyukur aq nemuin blog ini. krn sehari sblumnya aq baru tau klo aq BW parsial. stelah gagal tes CPNS aq ngerasa depresi bgt. Stelah 25th baru aq sadar klo aq BW. dengan blog ini aq merasa dapet temen2 yang sama2 spesial. mari kita buktikan bahwa buta warna bisa lebih hebat dari yang normal.
jangan jadikan satu pintu kesempatan yang tertutup membutakan mata kita untuk melihat pintu kesempatan lain yang terbuka… jangan ratapi terlalu dalam pintu itu, karena pintu-pintu yang lain otomatis terbuka apabila kita mau merubah pandangan kita….
tetap semangat !!!
139.
Ian | Oktober 18, 2008 at 8:19 pm
aku mo nanya, aku kalo di tes buta warna positif buta warna, tapi dalam keseharian aku tetap biasa membedakan warna. jadi buta warna itu gimana sih ciri-cirinya. aku kuliah jurusan disain grafis dan mata kuliah nirmana dah lulus semua
140.
Adityo Ananta | Oktober 29, 2008 at 3:58 pm
@ajie
iya sih kurang pas pake facebook, nyari simpelnya aja waktu itu
well pake forum bagusnya memang, tp ada yg mau ngurusin? terus terang kl saya tidak akan sempat, mungkin bisa ‘numpang’ bikin thread dulu di forum2 yg ada seperti kaskus?
@all
maaf semua, sudah lama ga sempet buka blog lagi, ternyata masih banyak yg masih mau mampir ke sini
buku test buta warna sulit dicari di sini, kl mau bisa pesan di amazon, tp toh di internet banyak yang menyediakan online test, hanya memang sulit mencari yang komplit
well, contoh 24 test nya bisa dilihat di sini: http://jazma101.multiply.com/photos/album/9/Color_Blind_Test_–_Ishihara_24_Plates_for_Color_Blind_People_–
sedang penjelasannya bisa dibaca di sini: http://www.richmondproducts.com/1255%20Ishihara%2024%20Plate%20Instructions.pdf
jangan jadikan buta warna sebagai alasan untuk putus asa ok?
141.
Reedo | Oktober 30, 2008 at 1:04 pm
ada yang jual alat bantu buat BW parsial gk???gw mw bgd,,,soalnya gw taon dpan pgn bgd jd Dokterr,,,please,,,
142.
HadiSmundoe | Oktober 31, 2008 at 10:45 pm
Sama bro,perasaan ortu gua hancur berat,apalagi gua yang udah kepicut mau ngmbl kedokteran atau jurusan IT udah hancur.
Sekarang gue hanya mau jalanin hidup gue apa adanya.
143.
ita | November 1, 2008 at 3:23 pm
betapa malang nasibku….
aku pengen cerita ma kalian semua pengen berbagi, pengen ngeluarin unek2…sebelumnya aku kasih tau kalo aku juga divonis dokter Buta Warna kemaren gara2aku medical chek up…
padahal itu medical chek up untuk jadi CPNS so harapan aku pupus sudah…..padahal tinggal selangkah lagi…
sekarang aku masi shock serasa udah g punya harapan karena mana ada instansi yang mau menerima pegawai dengak keadaan buta warna…pdhal dalam hal kerja ku dibidang IT itu g jadi masalah buat aku…
setidaknya aku masi bisa mbedain warna2pokok dan dasar…
aku makin terpukul lagi karena sekarang aku juga kehilangan pekerjaanku…oh Tuhan..Perjalanan hidup seperti apa yang kau gariskan padaku…aku makin shock karena dengan keadaanku yang sekarang ini pastinya kaku akan susah dapet kerjaan apa lagi perusahaan yang besar…oh Tuhan semoga Kau beri aku jalan…
ayo kita buat komunitas..kalo perlu kumpul2dan sharring.
144.
Adityo Ananta | November 2, 2008 at 8:52 am
@HadiSmundoe dan @ita
buta warna tidak masalah di bidang IT,
saya sendiri orang IT
teman ada yg cukup parah BW nya, tp dia lancar2 aja kerjanya
145.
the new Colour Blinders | November 8, 2008 at 9:06 am
apa yang anda alami sama seperti saya,,
apa mungkin semua penderita buta warna berpikiran seperti itu??
bahwa dia tidak buta warna…
mungkin kita melihat istilah buta warna yang melekat pada masyarakat adalah buta warna monochromacy…
namun dengan adanya artikel anda dapat membuka kacamata pengetahuan masyarakat akan buta warna…
nice info juragan~~
146.
ita | November 8, 2008 at 9:27 pm
makasih ya ananta…
semoga dibalik kekurangan kita terdapat kelebihan….
sukses buat semua..yach…
btw ananta ada g sech komunitas buta warna???hehehe mau ikut…
147.
Adityo Ananta | November 11, 2008 at 8:26 am
@ita
?
satu lagi yg nanya soal komunitas buta warna he he …
hmm, kalaupun ada, kegiatannya ngapain aja ya
148.
bimaa | November 13, 2008 at 1:02 pm
nah lu.. gw yg mana ya? mana bsk mw test depkeu lagi…
yang jelas gw susah mbedain warna.
kenapa jadi buta warna menjadi batasan ya… asal dia gak akut bgt siy gw rasa fine2 aja.
149.
mirza | November 15, 2008 at 7:44 pm
kalo buta wrna total itu gmn iaa??
ada yg kna buta warna total ga??
sharing2 dong…tengkiuu..^__^
150.
Bamz | November 16, 2008 at 9:04 am
Thnx bgd yg dh bkn blog nc.
W mw share nc,w th msuk jur Ipa n uda klz 3.w bgung mau ambl jurusan ap…?w bs ngebedain warna tp w ga bsa nyebut itu warna ap.tiap dnger test buta warna rsany ngeri n mau nangis.aku takut mau cek BW k dokter.klhatany w ga punya msa depan lg.percuma w skolah mhal2 klau g dpt krjaan ntr pdhl w hdup pas-pasan.ya allah bgaimana nasib hambamu ini.knpa hamba tdk spt yg laen.w 4 bln lg mau UAN.tp w tkut mau ambl jurusan ap klau lulus nanti.ya tuhan….!
151.
jester gila ps | November 16, 2008 at 1:54 pm
nggak apa kok buta warna. yang penting bisa melihat indahnya dunia. daripada buta nggak bisa lihat samsek. terus menurut penelitian ternyata buta warna hijau mer ah memiliki kelebihan yang tdk dimiliki orang mata normal. mau tahu…
152.
Bamz | November 17, 2008 at 10:18 am
Tp jurusan ap kak buat w?yg ga pake hrus tidak buta warna.
Tlong kak kshan orang tua w!
153.
Lingga Suhadha | November 18, 2008 at 10:35 pm
Mas ananta Yth,
Mohon add saya di (YM ID) lingga_suhadha@yahoo.com. kynya kita perlu diskusiin forum ini lebih lanjut. saya tunggu ya, thanks
154.
Lingga Suhadha | November 18, 2008 at 10:58 pm
Nambahin lagi,
Kali2 aja dgn adanya forum ginian kita bisa yakinkan para pengambil keputusan kalo color dificiency (istilah BW / buta warna tu menyesatkan taoo…) itu ternyata ada tarafnya bukan hanya ada jenisnya. Jadi para penderita yg tarafnya kecil ato sedikit di bawah batas normal sbnrnya bisa menekuni profesi anti BW tertentu (mis: Engineer). bahkan di amerika saya baca di internet, penderita Color Deficiency bisa jadi Pilot pesawat penumpang. kecuali profesi TNI, Dokter mata, Pilot Tempur…. itu baru ga bisa.
Thanks
155.
arso | November 19, 2008 at 11:47 am
Assalamualaikum temen2.
Udah waktunya kita gak cuma nulis di blog, tapi d tempat yang orang banyak bisa tau. Gimana klo blog ini dijadiin buku?? buat yang punya blog setuju apa gak??? biar orang orang tau, INsyaAllah banyak yang bantu kita kok!!!!
Wassalam
156.
Bamz | November 19, 2008 at 3:06 pm
Mas ananta sya mnta no hpnya boleh ga?
157.
arso | November 20, 2008 at 9:30 am
Assalamualaikum
AYOOO!!!! JANGAN NGLOKRO!!!! Kemaren gue liat di tivi ada orang buta malah bisa berkiprah di bidang video game, coba apa gak mantep tu!!!! dia gak bisa ngeliat total tapi bisa dapet order buatin instrumen musik buat game 2 terkenal lho, dan banyak contoh lebih mantep laen . Masa kita cuma kadang kliru bedain warna (merah jadi item, item jadi pink, hehehe) aja gak bisa bikin lebih??!!!!!!
Ayo blog ini dicetak aja, jadiin buku!! gimana ananta? wah lama gak komen ni ananta.
Eh iya, ananta kapan ni makan2?
Wassalam
158.
Adityo Ananta | November 21, 2008 at 9:12 am
@lingga
sudah saya add
@Bamz
?
mm, mau mbahas apa memangnya
kl soal jurusan, yg mempersoalkan buta warna itu kedokteran dan sejenisnya, MIPA, teknik (pada umumnya), selebihnya ga
kl suka dunia IT, peluang nya lebih banyak lg
@arso
? sip deh kl gitu
maap, jangankan komen, nge-blog pun dah lama ga ^-^
lha di blog ini yang bahas soal buta warna cuman satu post ini doang kok
trus makan2? mas arso mau traktir
159.
Bamz | November 22, 2008 at 1:50 pm
Itu mas aku pngen nanya jurusan yg ga pke syrat hrus tdk buta warna.,..emnk bner IT g pke syarat gtuan,n pluang msa depany bgus,..
emnk kl ITb ap IPB syrat umumny g bleh buta warna y mas?kn instut itu kn bwd ank ipa..rata2 PTN syratny gt mas.kl swasta mahal.aplg BINUS.ga sang gup orang tua sya mas…..
mungkin allah ga adil ya mas?knpa hrus sya.
160.
Adityo Ananta | November 23, 2008 at 8:11 am
@Bamz
waktu daftar ulang di UI, ada tes kesehatan, salah satunya tes buta warna, karena males basa-basi langsung saja saya bilang ke yang ngetes kl buta warna
saya tanya langsung: “memang untuk Fasilkom ga boleh buta warna?” dia bilang sih ga pa pa, he he …
boleh buta warna atau ga itu tergantung jurusannya, kl mau yakin, sebelum daftar SPMB coba saja hubungin pihak jurusan yang bersangkutan supaya lebih pasti
dan jangan mudah berkata Allah ga adil ya
161.
ghatheli | November 23, 2008 at 12:37 pm
Gw mo ikutan sharing juga sebagai sesama bw parsial.
dolo , gw juga baru tahu bw parsial pas uji kesehatan di ptn, waktu ambil t.mesin.
sampai disuruh nego ke rektorat, dan alhamdulillah masih diperbolehkan kuliah di teknik mesin,
begitu lulus langsung ketrima di pma elektronik (jepang),
gak ada masalah dalam hal pekerjaan, padahal gw berhubungan dg coloring material plastik (resin material molded part).
so far gak ada yg brani meledek2in ke-bw-an gw, krn gw menguasai alat ukur warna spectrophotometer, salah satu yg ikutan training ke LN untuk itu.
dg keahlian dalam spectrophotometer, maka orang2 se pabrik gak bakalan melawan klo aku dah ngomong masalah warna.
hehe, so jangan berkecil hati bila anda termasuk bw, jadikanlah kekurangan tsb sebuah kelebihan yg orang lain tidak bisa mencibirnya.
162.
arso | November 25, 2008 at 7:30 pm
Assalamualaikum
@Bamz
Iya bams, jangan keburu bilang klo yang diatas gak adil, hidup emang gak adil, tapi yang diatas maha adil . Klo kamu tetep sabar and gak patah semangat InsyaAllah ntar pahalanya gede banget tuh.
Emang pas awal awal divonis gue juga sedih banget,tiap ngeliat orang laen gak BW jadi pengen kaya mereka. Tapi klo sedih terus ntar gak maju maju, ntar ketinggalan. Orang yang dikasih kekurangan kaya gak bisa ngeliat total aj banyak yang bisa maju, and malah merasa gak masalah and merasa itu bukan sebuah kekurangan yang bisa dijadiin alasan.
Sedihnya jangan lama lama, dah waktunya liat hari esok dengan kepala tegak !!!!!
Wassalam
163.
rahmi | November 30, 2008 at 3:31 pm
ada gk sih cr bwt nyembuhin BW ?
164.
rahmi | November 30, 2008 at 3:39 pm
oia mas .
fakultas apa aj yg bs utk org BW ? soal ny temen ak BW mas ..
kasian bgt dy,
murung terus bgtu tw dy BW ..
tlg y mas ..
tengs b4 ..:-D
165.
aAr | November 30, 2008 at 9:59 pm
hai Friend jangan mengeluh seperti itu…
aku jg seperti kalian, dengan pernah mengalami ujian dan cobaan seperti kalian, malah 2x gagal terus, namun aku terus berdoa dan tahajud, aku berdoa dengan asmaul husna, alhamdullilah aku diterima di perusahaan besar di indonesia…aku bisa melihat color blind walau tanpa kusadari..temen2 sebaiknya kalian tetap belajar tentang ishihara book pelajari dan laatih mata kalian dengan buku itu..lama kelamaan kalian bisa membaca dengan Ijin NYa..semoga sukses Guys
166.
arie | Desember 3, 2008 at 9:29 pm
hai pren2
aq juga BW ……hiks2…aq taunya pas mo medical check up!so al hasilaq kena BW…….
aq langsung terkejut saat aq tau kena BW!!!!!!putus lah harapanku….
eh ya pakah BW dapat disembuhkan???????trus apakah perusahaan mau nerima orang yang kena BW?????????
167.
iday | Desember 12, 2008 at 2:18 pm
alow….
ada yang tau gak sich cara sembuhin buta warna gimana caranya………./??
aku kan lagi bingung nich kasian yach aku kalo ada yang tau kasih tau aku caranya yach…..
pls di email aku yach
168.
iday | Desember 15, 2008 at 3:12 pm
alow…
ada yang tau gak yach cara untuk nyembuhin buta warna parsial
kalo ada yang tau cara nyembuhin buta warna parsial tolong kasih tau saya yach penting banget nich……..
alamat e-mail saya di : niiich_gw@yahoo.com
saya mohon bantuannya yach sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih…………..
169.
Adityo Ananta | Desember 18, 2008 at 8:29 am
@iday dan semua yg bertanya, buta warna tidak bisa disembuhkan
170.
Bamz | Desember 17, 2008 at 10:03 am
Mas ananta n mas arso…sy mw nanya nc.kl Teknik tu smuany ga boleh buta warma y?trmsuk tknik industri…tknik indutsri tu susah g y mas…pljarany gtu?
Klo budidaya perikanan n teknlgi indusrtri pertanian bgus g y mas?tlg jwb y mas.sy bgung nc mw ambl jurusan apa.
171.
Adityo Ananta | Desember 18, 2008 at 8:27 am
dulu ada yg memberitahu kl jurusan teknik yg boleh BW itu cuma sipil, tapi untuk pastinya silakan hubungi fakultas/jurusan terkait, saya bukan orang teknik, maaf.
cari jurusan itu bukan yg bagus, tp yg sesuai sama minat
172.
arso | Desember 25, 2008 at 1:48 pm
wah bamz, u mau ambil teknik? klo teknik kayaknya emang paling aman sipil. Benere ngambil teknik-teknik kaya industri, budidaya perikanan, pertanian dan kawan kawan itu kemungkinan besar pas kuliah gak begitu masalah,cuman kadang ntar pas nglamar kerja di perusahaan sering seringe mereka minta tes BW. tul gak ta? kapan makan makan ta?
173.
WiNda | Desember 29, 2008 at 3:34 pm
weleeeehhhhhh
mending kalian pada…
aku juga BW….parsial…
parahnya…
aku uda mau kerja disalah satu rumah sakit…………
gajinya lumayan untuk pemula…
Rp 1.600.000
blom ditambah tunjangan….he…
uda ttd kontrak kerja lo…
eitttttttttttttt
emank nasib….talenta memang ada…
tapi fisik ga ngedukung….
kcian deh gw….
skarang aq kuliah di fisika…he….
hebat kan gw….
kok..biza????????
yang penting doa aje…
hidup memilih bukan untuk dipilih ko…
kita punya kekurangan …
bukan berarti kita ga punya kelebihan…
kaya gw…
uda cantik
tinggi
putih
pinter…he…
eh…
buta warna…
ga papa lah…
yang penting idup…
masalah kerjaan…
udah ada tuhan yang ngatur…
mau kmana aje…tetap aja kalo uda rezkinya nempel…
dapet deh kerja..
yang penting mencoba dan terus mencoba……..
slm kenal…
174.
Putu | Desember 30, 2008 at 10:36 am
Wah soal buta warna ya… saya mau bagi pengalaman juga soal buta warna. Saya punya cita2 pengen jadi tentara, akhirnya baru2 ini saya daftar PA-PK TNI (Pendidikan Pertama Perwira Karier TNI, diambil dari lulusan D3&S1) saya sendiri lulusan S1 Sistem Informasi. Tapi karena saya buta warna partial, tentunya saya tidak diterima walaupun entah mengapa saya sampai ke Panitia Pusat dikirim sebagai wakil dari Jawa Barat. Yaah walaupun tentunya saya tidak diterima untuk masuk pendidikan.
Hmm… cukup sedih juga karena di luar negeri tentara yang buta warna partial seperti saya itu ada, dan mereka tetap dapat berdinas seperti rekannya yang “normal”.
Sekarang saya lagi berfikir untuk membuat usaha sendiri alias berwiraswasta..karena hampir semua pekerjaan di instansi pemerintah , dan perusahaan besar mengharuskan untuk tidak buta warna.. jadi menurut saya wiraswasta pilihan yang harus saya tempuh.
Best Luck to U All..
175.
arso | Desember 30, 2008 at 8:28 pm
winda kamu cewe ya?
ini yang bw cowo disni berapa orang? yang cewe berapa orang juga? setau gue yang cewe cuma winda y? kamu cewe beneran win?
176.
arso | Desember 30, 2008 at 8:30 pm
@ Putu
Iya putu, gue juga wiraswasta ni, u dibidang apa ? sapa tau nyambung putu.
177.
arso | Desember 30, 2008 at 8:32 pm
oh iya , temen temen ,yang pernah ditolak kerja karena BW sapa aja? posisinya ama perusahaane apa? baru mau tak kumpulin data-datanya ni. Tolong ya. TEngkyu sebelumnya =)
178.
arso | Desember 30, 2008 at 8:40 pm
sori lupa, tolong kirim posisi yang dilamar ama perusahaan yang nolak orang BW ke imel io_fansiwanf@yahoo.com . hehehe. tolong ya
179.
Bamz | Januari 4, 2009 at 10:37 am
Bwd mas ananta n mas arso…w mw nany nc.
Fasilkom tu ap?pljarany susah g?kl teknk informatika bkny d suruh ngerangkai resistor2 gt kl praktik..?susah ga mas?
Maaf y mas bnyak nanya
180.
Adityo Ananta | Januari 5, 2009 at 1:23 pm
@Bamz,
.
Fasilkom itu Fakultas Ilmu Komputer. Ga usah khawatir kl masih buta soal komputer, banyak juga yg kaya gitu di situ, tp akhirnya pd sukses jg
Kl mainan resistor mah itu kerjaan anak2 elektro.
181.
seysey | Januari 5, 2009 at 11:26 pm
hey semua! salam kenal!
@ bamz
wah bamz sama nih kita, bentar lagi uan plus spmb, haha.
sey juga baru tau klo sey bw 3 hari yang lalu, tadinya mau k FK, tp tau bw, ga jadi deeh, cita2 dari kecil padahal, sedih sih iya, tp mau gimana lagi heu.
klo d ITB yg ga pake persyaratan bw ada SAPPK, FTMD, STEI, SBM, *klo ga salah inget. sisanya pake. paling juga klo mau yang aman pilih jurusan yang IPS aja. tp sey sekarang juga masih bingung ntar mau kuliah dimana. masih belum kepikiran. hha
@mas arso,
sey juga cewe looh, hhe.
kk cewe sey juga bw, tapi adik cowo sey ngga ko, aneh yaa? hha
ayah juga bw, tp klo mamah kayanya cuma carrier aja, wuiih adik sey beruntung bgt yaa. heu
@mas ananta
hebat! blognya masih banyak yg ngunjungin padahal posting artikelnya udah setaun lebih. .
sey nemu blog ini dari google search “komunitas buta warna” nemunya ini, hha. dari kmaren emang lagi rajin banget browsing tentang bw, hhe.
ngebaca sekian banyak posting di atas bikin hati campur aduk, kadang semangat, kadang sedih, hhe.
terimakasih banyak ya mas, beruntung banget bisa nemu blog ini.
182.
deny | Januari 6, 2009 at 10:49 am
halao! CB nech. Mas Ananta ank FASILKOM yach? kna matkul SIG, pengolahan sinyal, image processing, komp visio/grafik. Aq ank IT n CB lgi (parsial). lgi cmas kna matkul gituan neh. masalah g sech CB thdp matkul itu?
183.
deny | Januari 7, 2009 at 6:58 pm
Woooooy yang BW ayo semangat! Yg lagi kuliah mari perbanyak kompetensi, raih prestasi sebanyak-banyaknya, aktif berorganisasi,
ikut berbagai kompetisi seperti PIMNAS, Gemastik, KRCI (kontes robot), olimpiade sains. Karena itu semua dapat dijadikan
kompensasi atas ke BW-an kita di pertarungan dlm memperoleh
pekerjaan dan yg paling penting, kegiatan itu semua dapat dijadikan
FAKTA Bahwa KAUM BW bukan KAUM yang TERLEMAH tetapi KAUM BW adalah kaum yg terpilih, kaum yg paling aktif dan kaum yg ditakdirkan utk terus bekerja keras, mengumpulkan byk prestasi dan mampu berjuang sendiri tanpa belas kasih orang lain
184.
Bamz | Januari 7, 2009 at 10:33 pm
@mas ananta…
Agk ngeri jg c mas ya coz d skolah aku kmputer tu jrang bgt….pdhl d jakarta mas.hehehe.kdng kl bca coment tmn2 yg laen,prasaan kta tu golongan yg d pndang sblah mata y mas….jd sedih nc..
Mas dasar pel.teknik informtika ap j?
@seysey
Prtma x w tau kl w BW…w mrasa g ad msa dpan lgi sey…mlu am tmn2,pdhl gmn gtu….kta hrus smgt sey bwd ngdepin uan +spmb…selalu senyum n spirgt…hehe
185.
ajie | Januari 7, 2009 at 10:53 pm
mantaap artikel ini mas, di google dengan keyword “buta warna” masuk urutan kedua itupun kalahnya sama wikipedia aja hohoho bener2 mantaaap…..
186.
Adityo Ananta | Januari 8, 2009 at 8:19 am
@Bamz
ga perlu khawatir, ada juga yg pas masuk buta komputer sama sekali, toh akhirnya ga masalah
dasarnya apa? hmm … plg sedikit matematika, sisanya akan dipelajari bertahap
@ajie
gitu ya? pantes masih banyak yang ‘nyasar’ ke sini
187.
deny | Januari 9, 2009 at 2:23 pm
@Bamz
Iya bamz, g usah khawatir msk IF. gw ank IF yg dulu buta pemograman (buta warna lgi hehehe).
Ntar U kan dpt smua ttg komp di univ.
Mulai diajari carax ngidupin n matiin komp sampai ngorek-ngorek isi daleman komp (Jangan NGEREZ lho!!).
Dasarnya cuma Logika Matematika
@ananta
iya gw adlh korbanx. korban kesasar hehe
188.
deny | Januari 9, 2009 at 2:34 pm
@ all color Blind
eeh satu lgi! gw nemu lagu mars-x bwt buta warna
neh lgu dinyanyiin sma Sarah Connor.
Judulx “LOVE IS COLOR-BLIND” dari album:Key to My Soul. Mantep khan?
klo gitu mari qta nyanyi bareng2 jgn sedih mlulu 1.2.3!
It doesn’t matter if you’re black
White or yellow, if you’re brown or red
Let’s get down to that
“Love is color-blind”
189.
ajie | Januari 11, 2009 at 6:09 am
@deny wahahahahahaah….kereeen beneer ya…
190.
Bamz | Januari 11, 2009 at 8:12 am
@mas deny
.ngorek2 daleman{isi kmputer}bkny hrus ngerangkai kabel ini kbel itu mas…?kl d ajarin dr dasar gampang bgt y ky matiin n idupin kompter…!
@mas ananta n mas deny.
Bgusan mana mas tknik informatika ap sistem informasi?
191.
deny | Januari 11, 2009 at 1:29 pm
@bamz
Waduh bamz mksdnya gini?
komp itu dibagi jadi 3:
1.Hardware
di tek inf, qt klo masalah hardware, hanya bergelut pd komponen2
dan peletakannya di motherboard aja n ngapalin socket2,setting bios. klo urusan kabel, qt cma perlu ngapalin warna dasar aja n itu g masalh bwtq krna pemasangan kabel patokannya tdk hanya warna tetapi ada kode terminalnya berupa angka/huruf(pasti smua komp ada). klo utk gmna carax listrik PLN bisa ngidupin ntu komp itu urusan ank elektro (power suply, resistor, transistor,kpasitor)
2. software
ini dia! teknk inf plg byk bergelut disini. cma otak encer yg diperlukan bukan kejelian mata utk bedain warna. bamz pasti pernah denger bhs pmgraman komp(Turbo pascal, C++,HTML,PHP(pemograman web)n manajemen pemakaian memori. logika MTK hrs kuat.pelajari MTK SMA materi probabilitas,logika mtk(konjungsi,disjungsi,modus tolens,ponens,silogisme) pasti perlu!
3. brainware (dasarnya cma memiliki rasa ingin belajar, mau berusaha, tdk purus asa, minat yg tinggi utk mempelajari komp!)
Sisfo sama teknk inf itu sbnrx mirip. klo teknk inf byk di pemogramannya dan arsitektur komp(manjmn pemakaian memori) n klo sisfo krg tau tu. mrka mungkin byk di manajerial dan sistem data base kli ya? brgkli mas ananta lbh tau tuh.
klo bagusan mana itu ga perlu lha bamz yg penting bamz itu punya minat ga utk bljr komp! emg bnr bamz diajari mulai dasar bgt!
192.
ajie | Januari 11, 2009 at 3:43 pm
ternyata disini ada cewek juga yg BW, bukannya cewek cuman jadi carrier aja dan ga bakal BW, kudu buka buku biologi lagi nih..
193.
arso | Januari 12, 2009 at 10:58 pm
Assalamualaikum
Wah tambah jadi rame ni blog ya, nomor 2 setelah wikipedia, hmmmm , mantep ta!!!
Ta, tulisan di blog ini dicetak aja ta, jadiin buku, biar pada tau, ini tak pikir mirip cerita chicken soup gitu, isinya tanggapan dan pengalaman menarik ora buta warna. biar orang yang tau tambah banyak ta.
Wassalam
194.
arso | Januari 12, 2009 at 10:59 pm
oh iya ,cewe ada yang BW , tapi cuma dikit, 0,5 % apa y klo gak salah, but anyway welcome to d club, hehehehe
Lets ROckkkkkk!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
195.
ajie | Januari 13, 2009 at 1:28 am
@nice
nice idea..support u 110%…
196.
Adityo Ananta | Januari 13, 2009 at 8:55 am
wah, aku sih ga ada niatin untuk bikin buku, penting ya
?
thx
ya silakan saja sih kl ada yg minat ^-^
well, jadi rame gini juga kan karena kalian semua masih segitu rajinnya mampir ke sini
197.
XXX | Januari 15, 2009 at 1:13 am
Gue percaya, buta warna bukanlah akhir dari segalanya. Terus terang saja, saya seorang dokter, dan saya buta warna. Kenapa bisa masuk? don’t ask me, memang ada kenalan di dalam FK yang saya masuki, tetapi lebih daripada itu, saya yakin itu karena Tuhan memang mengijinkan dan merestui. Selama studi saya sama sekali tidak menemui kesulitan, SAMA SEKALI, bahkan praktikum-praktikum yang diklaim harus memiliki mata normal seperti histologi, biokimia, patologi anatomi, mikrobiologi dapat saya lewati tanpa ada kesulitan sedikit pun, bahkan berkali-kali saya mendapatkan nilai tertinggi. Dalam karir pun saya tidak menemui kesulitan dalam menghadapi pasien. Saya menjalani profesi saya dan tidak ada kendala. Ketika studi pun saya berhasil memenangkan lomba ilmiah baik nasional maupun international, saya percaya saya diterima di FK pasti memang karena memang kehendak Tuhan, dan saya pun berhasil membuktikan kepada Univ bahwa saya tidak mengecewakan melainkan mengharumkan nama Univ dan Indonesia.
Buta warna bukan akhir dari segalanya.
198.
ajie | Januari 15, 2009 at 1:17 am
mas ananta, tukeran link donk sirik nih sama blognya dapat PR3 kayaknya dari topik ini, hehe di tunggu ya
199.
Bamz | Januari 18, 2009 at 3:20 pm
@deny
Thx y mas atas infony.,truz trang j ortu sya ga tau kl sy Bw..dy pngn sy ambl teknik,stiap dgr sran tu,trkdang hati nc sakit mas,knpa buta warna…
@for all.
Tmn2 buta warna emnk bkan sglany,tp mgpa kt slalu d pandang sblah mata,ap kta ga becus dlm bkrja,trkdang hati ni tak trima tp mw aplg hdup kta mmng bgini,org tau kta Bw,psti d ktawain kn?trkdang bnar bhwa hdup tu membosankan…,…!!!
200.
juliusdoni | Januari 20, 2009 at 2:47 pm
aduh gw ni buta warna apa gak ya…kadang terlihat kadang tidak
201.
Fulltimekiller | Januari 20, 2009 at 6:44 pm
Huhuy!
Ternyata bukan aku aja yg buta warna, wah senangnya tau gini. Jd pny bnyk tman.
Dulu prnah tes taruna AAU trus gagal krn bw, bapakku blng itu cacat bkn pnyakit tp aku gak terima mlh nekad makan wortel & vitA bnyk2, y sama aja.. G smbuh. Tp aku bisa kuliah d T.informatika, wkt tes kshtn g d tes bw c.
Hi2.., lucu jg kq jd bnyk yg sama kyk aku, kirain cuman aku aja
202.
seysey | Januari 20, 2009 at 10:56 pm
well,
bamz, Tuhan pasti punya cerita, entah kali ini cerita Dia untuk kita apa, yang jelas kita harus bisa terus semangat jadi tokoh utama, jgn cuma jadi figuran aja.
tergantung cara kita mandang cerita ini sebagai apa, klo emang ngebosenin ya udah ga usah diterusin aja sekalian, mau bunuh diri? haha, silahkan..
mungkin kita bisa dibilang sebagai suatu minoritas, tapi tergantung kita mikirnya apa,
“8% dari seluruh populasi manusia”
jadi bahan ketawanya orang2?
atau seseorang yang spesial?
tergantung kamu liatnya apa,
dari sekian banyak posting komen di atas, ga semua yang butawarna tersisihkan, ga becus kerja atau apalah itu, tapi bisa mengukir prestasi kan bamz? sekali lagi, tergantung cara pandangnya kamu,
sekarang tinggal kita buktiin ke dunia.
yes we’re blind, but not blinded!
belajar ikhlas! sabar, dibalik segala sesuatunya pasti ada jalan terbaik bagi kita.
ayo bamz dan semua SEMANGAT! \(^o^)/
kita belajar ikhlas bareng bareng yaaa,
saling mendukung, dan menguatkan, bisa ngobrol bareng, sharing bareng disini masa cuma buat bersedih sedih ria?
hei, kamu ga sendiri! ayo kita bangkit bersama sama!
*hhe, maaf, tp cuma pengen berbagi semangat aja.
203.
Bamz | Januari 26, 2009 at 5:49 pm
@sey-sey
Iy jg ya,ngomng2 kmu pngen ambl jurusan ap?
Kta harus semangat….d balik kekurangan trdapat kekuatan yg tak terkira
204.
seysey | Januari 30, 2009 at 8:39 pm
yap semangat!
masih belum tau bamz, masih nunggu hasil psikotest, hhe
abisnya sebelum2nya kan pengen ke fk, jd klo skrg masih blum tau, hhe
205.
Bamz | Januari 31, 2009 at 2:13 pm
@sey2.
Iy jg sh,msh bgung…w mgkn tnik informatika ato sistem info,kl g y manajemen….kn g pke syrat wjib BW….NASIb nasib….dunia ini hanya panggung sandiwara…hahahahahahag.smoga kta n smuany sukses y sey tp dgn cra halal
206.
anggit | Februari 5, 2009 at 2:43 pm
bagaimana penyakit buta warna dapat disembuhkan??
207.
squid | Februari 9, 2009 at 12:12 pm
rasanya gag enak banget klo buta warna,
cari kerjaan susah banget, padahal udah yakin d trima
eh gak taunya gw BW parsial
skarang jadi minder ne ama temen” gw yang udah sukses duluan
walaupun mreka gak pernah ngledek gw……….
tp tetep aj mainder….
208.
bima | Februari 9, 2009 at 4:18 pm
huwaaa..hiks..gue juga buta warna nich teman..tapi yasudalah..terima ajah..tapi yang parahnya bokap gw tetep ngotot nyuru gue masuq kedokteran..berabe qan,.??
yoo wes lah..sesama BW harus saling tolong menolong..
ganbatte..
209.
jamaludin | Februari 11, 2009 at 1:05 pm
memng benar, klo buta warna emang gak enak…! tpi jangan putus asa,..! masih manyak jalan menuju hidup lebih baik..!
dari pada gak punya mata!..
210.
deny | Februari 12, 2009 at 9:02 am
@jamaludin
Bener mas. Qt hrz bersyukur. Udah dikasih mata sama Allah swt, diberi otak yg penuh akal n pikiran lagi.
211.
another | Februari 13, 2009 at 8:57 am
Coba baca2 jaman perang dunia, justru ternyata banyak orang deutan yang dihire menjadi tentara ahli karna punya kelebihan “mampu membedakan warna-warna khaki lebih banyak” sehingga sangat cocok untuk menganalisa foto-foto udara untuk menentukan di mana letak bunker musuh.
Siapa yang buta warna klo kayak gitu?
212.
ndi | Februari 14, 2009 at 5:48 pm
kenapa harus dipermasalhkan y buta warna itu, pdhl q pengn msuk polisi eh gk jd gr2 bw, mls jd ngjalanin hdup ini?????????
213.
warnoe | Februari 15, 2009 at 8:50 pm
Dear all,
Saya juga buta warna parsial, memang hal ini sangat menyakitkan . saya ketahuan buta warna setelah test masuk ke STM 3 Surakarta dan tidak lolos, tapi Allah memberikan petunjuk lain saya masuk SMA 1 Boyolali dan masuk UGM ekonomi sekarang sudah kerja di perusahaan PMA besar. jadi untuk kawan – kawan yang BW jangan takut, ndak jadi PNS, Polisi atau yang perlu test BW masih ada jalan lain untuk kita tetap eksis. oh ya mo tanya ada milis community yang berkaitan dengan BW ndak ya. kalau ada boleh tuh kita buat. kita tunjukkan orang BW masih tetap bisa eksis. TQ
214.
another one | Februari 22, 2009 at 3:40 pm
loe gak sndiri…
gw jg BW..
apapun itu..
itu lebih baik..
dan g halangin kita tuk jadi lebih baik..
Allah berikan yg terbaik tuk hambanya..
walau kadang kita sulit memahaminya..
“”"keep u’r spirit..ON FIRE..”"”
>>>S..M..A..N..G..A..T….BROOOOOOOO<<<<
215.
reza | Februari 28, 2009 at 7:29 pm
gw sedih bgt….gw kontrak di bri udah 7 bulan.,,pas tes AO untuk pegawai tetap gw di fonis bw parsial…hancurrrrrrrrrrrrrrr bgt gagal di kesehatan gw,.,padahal udah 7 tahap gw melalui tes..tinggal berangkat aja…kenapa bw parsial dianggap tidak bisa bekerja..padahal selama ini gw gk ada maslah dengan warna..gw pernah jadi CS pernah jadi Teler dah sekrang administrasi kredit..sakit bgt rasanya..sepeerti masa depan gw hilang…
216.
dokterindonesiabangsat | Maret 2, 2009 at 10:44 am
semua ini gara2 para dokter indonesia yg bangsat, sok pinter, saklek, eeehhh ga tau nya goblok, kerjaannya pasti ga jauh2 amat dari malpraktik, aborsi, ngusir pasien yg ga mampu. kuliahnya mahal tapi otak ga bisa ngikuti. mungkin ini salah satu penyebab indonesia ga bisa maju. indonesia secara tdk langsung menyia-nyiakan warga negaranya yg punya potensi tetapai kurang dalam hal fisiknya hanya karena keputusan dokter indonesia yg saklek kolot, dan sok tau. buat para dokter indonesia, banyak2 belajar dengan dokter luar negeri yg lebih cemerlang otaknya n ga kolot. di negara2 maju, banyak para penyandang BW fine2 aja kerja di industri manufakur, perbankan, IT karena para dokter n HRD nya sana pinter dlm memanajemen bagaimana caranya si BW yg punya potensi untuk tetap bisa berkarya di bidangnya. so, jangn asal main vonis aja. dan akhirnya mereka ternyata berguna sekali
217.
Soni Emzai | Maret 8, 2009 at 11:43 pm
ya, ternyata kita gak beda jauh. Cuma kalo dokterku bilang aku buta warna parsial alias sebagian coz pada tes warna pake kartu Ishihara aku masih bisa baca beberapa nomor. Pertama mendengar vonisan itu si, aku juga seperti kesamber gledek di siang bolong. Gimana nggak, salah satu syarat agar aku dapat beasiswa kuliah dari DEPAG adalah tidak buta warna apa lagi kedokteran. Cuma kalau dipikir-pikir kenapa syaratnya terlalu berlebihan gitu ya kayaknya. Bukankah setiap orang itu punya kelebihan dan kekurangan. Bukankah seorang yang sedikit buta warna tapi lebih bisa membedakan warna satu dan lainnya (hanya tidak lulus tes dari dokter) juga dari segi kecerdasan atau kemampuan akademiknya lebih mendukung itu lebih baik, dari pada memenuhi syarat dengan membawa surat keterangan tidak buta warna sedangkan kemampuannya akademiknya tidak memenuhi. Entahlah. Kita hanya percaya bahwa tuhan punya rencana yang lebih baik untuk hambanya….
218.
Bamz | Maret 9, 2009 at 12:24 am
Ntr kl w dh lulus kulh,
W akn tulis buku tentang BW…maaf,gusdur j bsa jdi presiden ms kta brpangku tangan..jgn jdi org banci,lgian hdup jg sementara…org g BW tp kl mkan dr piring org y percuma sja…mksud w ngerampok gt..
Jdkan org tak sempurna,menjadi motivasi kta..
Bkankah tuhan tdk akn mmberi cobaan di luar kmampuan kita…
Buka alquran,sembahyang! Semangat bwd semua…
219.
arso | Maret 22, 2009 at 11:44 am
yah bamz, gus dur mah bokapnya punya pondok pesantren gede, lha bokap gue kayaknya nyantren aja lom pernah, beda dong.. hehehhe
220.
perusahaanbangsat | Maret 22, 2009 at 2:23 pm
kayaknya yang bangsat bukan dokterya, tapi perusahaan di indonesia yang bangsat, yang tidak mau terima orang bw. Termasuk bank, bumn, pns. Kalo dokter, tentara dan polisi okelah mensyaratkan tidak bw. Tapi kalo bank, bumn, pns? apa hubungannya coba? mereka ga mau ambil resiko pegawainya punya cacat, padahal pekerjaannya tidak ada hubungannya dengan warna. Dan juga perusahaan2 di indonesia, egois banget tidak mau menerima pegawai yang bw, sementara otaknya cemerlang. Kalo aku punya perusahaan, yang aku rekrut adalah orang bw, yang normal akan aku tolak mentah2 !!!!!! doakan ya??
221.
perusahaanbangsat | Maret 22, 2009 at 2:31 pm
MEmang sedih banget kalo bw. Temen2ku semuanya sukses di perusahaan2 besar, BUMN, bank, dsb..
Ya ALLAH, mengapa bw ini sangat menyiksa batinku?
Karir gagal, asmara juga gagal, apa memang orang bw adalah orang2 yang terasingkan??? terkucilkan, tersingkirkan dari dunia orang2 normal…..
222.
ishiharabangsat | Maret 22, 2009 at 2:36 pm
Yang harus kita salahkan adalah ishihara, orang jepang yang telah menghancurkan hidup orang2 bw..
223.
arso | Maret 23, 2009 at 8:42 am
Assalamualaikum
hehehe, semua sama sekali gak jadi lebih baik dengan menangisi nasib dan nyalahin orang laen. Kalo ada yang salah y harus diperbaiki. Benere klo kemudia kita kompak mo ngubah (termasuk perlakuan perusahaan) ini jalan InsyaAllah terbuka lebar. Ingat kita ni mayan gede lho prosentasenya, cowo 4% , cewe kurang tau. suara segitu klo kompak InsyaAllah didengarkan.
Wassalam
224.
merdeka | Maret 23, 2009 at 9:43 am
Yook! klo kita terasingkan, mengapa kita ga buat negara sendiri aja.
sekalian kita bikin patokan warna yg bisa kita liat. mulai dari kode2 transistor, kabel jaringan komputer, listrik, telekomunikasi sendiri!!. dan Sistem mAnufaktur di buat dengan patokan warana yg kita lihat. qta ajak seluruh orang BW di seluruh negara2 untuk membangun negara BUTA WARNA. Hehehehehe…. sorry lgi stress nech!
225.
secret | Maret 25, 2009 at 5:34 am
hari yg kulalui tadinya lancar..eh ternyata,waktu ada kesempatan kerja kejepang saat medical gagal pada waktu tes warna,.fuih depresi banget…serasa hidup tak berarti,dihantui terus..
temen2 ada yg tahu gak kalau org buta warna parcial bisa diterima kerja dijepang?
226.
ezra | Maret 25, 2009 at 10:38 am
Well..emang ga enak banget klo kemampuan , isi dan kinerja otak dan fisik kita diukur lewat kemampuan membedakan warna. Semoga aja manusia2 pemuja kesempurnaan tersebut cepat2 mendapat pencerahan bahwa mahluk Tuhan itu adalah sempurna adanya.
227.
secret | Maret 25, 2009 at 11:14 am
wah mf y almt email km gw pinjem antön
228.
yadi | Maret 26, 2009 at 8:51 am
buta warna brengsek
229.
secret | Maret 26, 2009 at 8:55 am
kuesel ak bw
230.
blew | Maret 26, 2009 at 9:56 pm
hallahh ! kalian semua cengeng. pembohong
bisanya cma ngedownin metal orang BW
pengecut kalian smua. Padahal kalian ga BW
cma kalian takut ama orang BW yg potensinya bakal melebihi kalian khan?
kalian kgak dapet kerja coz klian menyia-nyiakan waktu pas klian ntu msh sekolah n kuliah dulu!!
coba kalian dulu gak dugem, pacaran,seneng2 mlulu
n coba dulu kalian bljr giat,IP tinggi, prestasi segudang kalian akan diperhitungkan ama perusahaan
n bagi yg akan n msh mo sekolah/kuliah persiapkan amunisi sebanyak-banyknya. jgn perhatiin orang yg bisanya mengeluh n ngedownin mental qt.anggap mereka pembohong yg pura” BW. Padahal org BW itu ciri”na org BW ga mudah menyerah
. QTA haruz GRAAAAKK!
231.
Teena KesMas | April 6, 2009 at 12:20 pm
Ass…
mw tny dunz…..Btw nama buku tux testuta warna paan yia namanya????
thx u
232.
Teena KesMas | April 6, 2009 at 12:20 pm
Ass…
mw tny dunz…..Btw nama buku tux test buta warna paan yia namanya????
thx u
233.
kol | April 7, 2009 at 8:43 am
Nama buku tes buta warna itu “Buku tes ISHIHARA”
234.
Black Arts | April 10, 2009 at 12:06 pm
Buat yang pada BW, jangan pada menyerah ya!
gw juga parsial protanopia.
gw juga pernah ditolak diperusahaan tambang nikel.
gw juga dijauhin ma cewe2 gara2 ini.
gw juga diremehin ama temen2 gw.
gw juga dikasihanin ama keluarga gw.
Tapi satu hal yang gw tau pasti.
Gw g bakalan menyerah sampai cita-cita gw terwujud.
Gw akan terus berusaha sampai tetes darah terakhir.
SEMMUAANGAAATTTT SEMUANYA!!!
235.
rara | April 23, 2009 at 4:49 pm
saya seorang buta warna juga..tapi bagi saya hidup ini harus terus berjalan dan saya hanya percaya bahwa buta warna tidak akan membuat hidup saja menjadi kurang dari pada orang lain,..
236.
ikan | April 26, 2009 at 4:39 pm
butawarna bisa disembuhkan lho…
walau memang penyakit genetika dan tidak bisa sembuh…
buktinya saya, setelah banyak membaca almasurat, berdoa serta mencuci mata dengan air sebelum tidur. akhirnya parsial colourblade saya perlahan menghilang… percaya atau enggak tergantung kepada anda.. selamat mencoba….
237.
yanyan | April 28, 2009 at 9:45 am
ada yang mengatakan buta warna lebih banyak diderita oleh anak laki-laki,apakah itu benar?kalau ya apa alasannya?
238.
vhaan | Mei 14, 2009 at 4:34 pm
hikkz..
aku jg kena BW nih..
ketauan pas tes SIM-A,
skrg aku kelas 2 SMA..
aku sampai skrg masih depresi ni, knp aku harus BW???
padahal aku pgn bgt jd dokter atau masuk teknik..
hikshiks
@ all
btw, klo masuk STAN boleh BW gag ya???
klo IT ITB???
IT TELKOM???
salam seperjuangan >.<
239.
bowo | Mei 15, 2009 at 1:57 pm
hoi
g jg BW sama kyak kalian…..g sadar klo cm meratapi nasib doank gk akan merubah klo kt BW so TETEP SEMANGAT
240.
ocho | Mei 16, 2009 at 3:26 pm
edaan guw BW,,
gmn niey!?
bntar lagi guw mw kul,ortu nyurh msk kedinasan gt,ql guw BW kn ga mngkn d trma guw ga mw ngcwain ortu..
mnk ad yach pnymbuhannya??
241.
joenot | Mei 18, 2009 at 9:34 pm
Duh aku juga kena BW nech biz tes di internet trnyata aku divonis BW duh sedihnya padahal besok jumat au mw tes kesehatan bwt masuk polisi . . . . .
tapi doakan moga au dapat lolos Tes itu aku akan berusaha semaksimal mungkin . . . .
242.
konyhek | Mei 23, 2009 at 5:19 pm
wah2, ternyata banyak juga ya yang BW parsial.
tapi kata guru agamaku kalau penyakit yang gak bisa disembuhin ma dokter itu artinya bukan bagian dokter. bagian someone. kan diterangkan ma ALLAH dalam firmannya, yang gak bisa diubah dari dri kita cuma panjange umur. optimislah kalau bisa sembuh.
aq dikasih tau bokape temen tu kita perlu terapi alam. contohe tu ngelihat matahri waktu baru keluartau mau terbenam trus baca surat Al-Fatihah n pas kata2 “iyya qnak budhu wa iyya kanas taim, ih dinahs sirratol mustahim” tu kita minta apa yang kita mau. kalau ALLAH ngijinin kia pasti sembuh. tapi kalau memang jalan kita gini ya trima ja. malah orang yang BW bisa lebih dari yang lain.
tapi gak ada salahnya kita nyoba!!!!!!!!!!
243.
ren | Mei 24, 2009 at 5:14 am
salam BW
di balik kelemahan psti da kelebihannya..
salam kenal ma smua komunitas BW
244.
nn | Mei 28, 2009 at 2:47 pm
Salam BW.. Ingin nangis rasanya ktika tau bawa gw BW..
Tp ya uda lah pasrah cari alternatif laen dgn kuliah di tmpt laen yg gk ada tes BWnya..
For info ada yg jual tes BW 24plates di pramuka..
Sapa tau mo dihafalin… Smangattttt….
245.
yudha | Juni 30, 2009 at 9:47 pm
g pengen beli buku ishihara itu ! di pramuka sebelah mana ya yang jual n berapa harga buku nya ! thanks
246.
Edy | Juni 5, 2009 at 2:51 pm
Untuk mengetahui angka berapa pada tes warna ishihara, saya coba eksperimen berikut.
1. save image gbr isihara dari internet (kalau belum punya)
2. open gbr tersebut dengan ACDsee versi 5… keatas
3. pilih menu Tool – Open in Editor (Ctrl+E)
tujuannya adalah membuka ACD FotoCanvas Lite
4. Pada ACD FotoCanvas pilih menu Adjust – Hue/Saturation
/Lightness
247.
Edy | Juni 5, 2009 at 2:57 pm
Untuk mengetahui angka berapa pada tes warna ishihara, saya coba eksperimen berikut (hanya di komputer).
1. save image gbr isihara dari internet (kalau belum punya)
2. open gbr tersebut dengan ACDsee versi 5… keatas
3. pilih menu Tool – Open in Editor (Ctrl+E)
tujuannya adalah membuka ACD FotoCanvas Lite
4. Pada ACD FotoCanvas pilih menu Adjust – Hue/Saturation
/Lightness (Shift+C)
5. Geser-geser Meter Hue – Saturation – Lightness
contoh: hue (40)
selamat mencoba
Buta Warna … syukuri aja..
Edy
248.
diinar | Juni 12, 2009 at 3:28 pm
wahh.. bkap w jga buta warnaa.. wktu itu dy test akpol ga lulus gra2 itu.. awalnya sh smpet bertanya” normal ga sh w.. ternyata alhamdulillah wktu w medical check buat pmdk ternyata w normall..
py sayanngny w carier (pembawa sifat)..
emmhh w stuju bgddhh klo bw bkan halangan koqq..
gyan msiih bsa liath warna warni dunia.. syukurin ajahh..
249.
avatar | Juni 13, 2009 at 4:13 am
Tidak tahu bertanyalah, tidak bisa belajarlah, jika itu mustahil cobalah!!!! (napoleon)
buat teman-teman, saudara-saudaraku yang tervonis BW oleh isihara jangan berkecil hati dan depresi. Sy akan berbagi pengalaman dengan anda..
Dari SD saya terbilang berprestasi, yahh juara 1 terus walaupun SD negeri (btw obama juga di SD Inpres) disegala bidang saya selalu lebih unggul dari teman-teman yang lain, SD pun sy sudah merasa sy ini mempunyai bakat serba bisa, mulai dari tes IQ,Pramuka, Beladiri, Menari, Melukis,Atletik, Senam Lantai, Menabung, Pokoknya sy selalu tampil terdepan termasuk jd ketua geng sekolah..he he sy itu nakal ya berprestasi ya… (bukan narsis lho? semua ada piagamnya) satu kelemahan saya saya tidak suka menghafal dan malas belajar. jd pepatah malas pangkal bodoh menurut saya itu salah besar!!!
Cita Cita sy sering berganti-ganti karena sya merasa berbakat di berbagai bidang…mulai dari menjadi Petani, Peternak, Arsitek, Ahli Elektro, ABRI, Pilot, PNS dan lain-lain kecuali satu , sy tidak pernah bercita-cita jadi dokter entah kenapa.. masa SMP, dan SMA tidak segemilang SD, mungkin karena yang sy ajak bersaing orangnya jg diatas rata-rata, di SMP Negeri Favorit dan SMA Negeri Favorit sy masih bisa bertahan di Rangking 10 besar dikelas, terakhir SMA sy bisa meraih NEM rangking 3… Di saat liburan sy mengisi Waktu bisanya dengan melukis di kanvas, sy dari SMP selalu mendapat nilai melukis 9 …aliran realis bisa abstrak juga oke..
Untuk melanjutkan ke PTN Sy yakin bakal diterima dimana saja asal sy mau..begitu optimisnya ….nah babak pertama.Sambil menunggu NEM ceritanya tuh sy tes AKABRI dan tes pertama ada;lah kesehatan, isihara test beberapa bagian saya tidak bisa dan sy divonis positip BW…WAH perang sudah dimulai.. sy tidak bisa terima begitu saja… SY tes ulang ke Beberapa dokter Mata dan Rumah Sakit..Ternyata Vonisnya sama sebab alat tesnya sama………Sy rasakan apa yang teman-teman juga rasakan, Depresi dan merasa tak berguna…..Akhirnya saya bertekad akan mengalahkan Isihara TEst tersebut…Isihara Juga Manusia dan bisa salah… selama ini saya melukis dengan warna-warna tidak ada masalah…saya harus bisa…. Nah dengan tekad itu sy membeli Buku itu walaupun agak mahal dengan uang saku sendiri…Saya pelajari dengan seksama yang tidak bisa saya lihat angkanya…dan dengan daya ingat sy yang cukup hebat saya hafalkan pola warna di buku tersebut…kebetulan bukunya hanya 12 lembar….dan saya siap menghadapi isihara tes selanjutnya… sy berhasil menembus Fakultas Ekonomi dan Teknik Arsitektur ternama di UMPTN , dan Teknik Sipil di Universitas Swasta Favorit dan STPDN tanpa ada KKN, semua berkat kebesaran Tuhan,dan doa Ibu saya..Isihara test saya lalui di Fakultas Teknik Arsitektur
dan STPDN, seleksi ketat bisa saya lalui di STPDN walupun pada saat lolos Isihara test sy divonis Hipertensi 160 gara-gara degdegan menghadapi dokter2 itu …lucu juga dan setelah istirahat beberapa menit dan tarik napas tensi normal lagi di tes tensi lagi dan saya lulus hasil terbaik…Saya putuskan untuk kuliah di STPDN dengan bangganya saya membuang kesempatan di PTN lain… dan setelah itu sy jalani Kuliah Di STPDN ……….bak buk bak buk wahhh babak baru kehidupan ternyata baru dimulai…Sekolah Tukang Pukul Dalam Negeri, Sekolah Tempat Preman Daerah Ngumpul, Sekolah Tergantung Pada Dosen dan Nasib..Semuanya benar… tapi sy tetap bangga dengan almamater sy …yang telah memberi ujian hidup tak henti-hentinya hampir-hampir mendekati kematian..seperti yang di TV .. setelah tamat saya kembali menjajal kerasnya kehidupan dengan masalah cinta…patah hati dan sebagainya ..terakhir saya bersaing dengan TNI alumnus AKABRI untuk memenangkan hati seorang wanita… untuk mendapatkan cinta,,,harus berkorban cinta…dan sy membuktikan diri lagi memenangkan pertarungan dengan Tuhan ada dibelakang saya…kemudian sy menikah dan bekeluarga. Terrnya Ujian itu datang lagi tuan!!! Gaji PNS tidak cukup untuk hidup layak…! Wah Sy kena Tekanan Ekonomi!! Akhirnya sy memutuskan diri untuk nyambi sebagai pengusaha , alhasil usaha sy berhasil dlm waktu 3 tahun..kemudian sy tertantang untuk tahu tentang bursa saham (BEI) dengan refrensi buku Robert T. Kiyosaki dan teman teman sy terjun kedunia Ekonomi itu sampai saat ini,,, dan usaha keras dan doa menjadikan hidup ini lebih nikmat.. Di karir sy telah jadi Pejabat Daerah , Sy Punya Perusahaan, dan Investasi di Saham-Saham BUMN Negeri ini….Keluarga yang Sakinah…Ini Berkat Kebesaran Tuhan dan kerja keras…
Sy bercita cita ingin menjadi pejabat yang tidak mencuri kekayanan negara.. makanya sy bikin usaha dan sampai saat ini ,di PNS saya hanya makan Gaji dan tunjangan jabatan, uang lain-lain sy kembalikan ke negara..haramm
Dan hasil kekayaan ini nantinya saya akan sedekahkan untuk membantu penderitaan orang…
Kewajiban sy yang lain adalah menjadi orang kaya dan cita-cita lain sy akan membiayai penelitian yang lebih mutahir dari Isihara.. semoga biar tidak ada keturunan kita mengalami diskriminasi berlebihan terhadap BW versi Isihara..Isihara Juga Manusia… belum tentu kebenarannya 100% Tuan.. babak satu saya kalah oleh isihara.. babak kedua sy kalahkan dia…. KITA TUNGGU FINAL nya Tuann..
Oleh sebab itu teman teman.. boleh berkecil hati frustasi dll di vonis BW namun jangan terjerumus ke hal-hal negatif.. jadikan rasa itu sebagi bahan bakar untuk semangat juang yang lebih dahsyat masih banyak kesempatan dan karir mulia di dunia ini….
Pengalaman sy ini sy gunakan untuk bersyukur atas rahmat Beliau, Syukur kita masih Hidup, Tidak Buta beneran, Syukur bisa berbuat lebih buat sesama.. jd jangan terus berkecil hati dan mengumpat..semoga pengalaman ini bisa menjadi sesuatu yang berarti dan inspirasi bagi teman-teman, anda tidak sendiri…… SALAM DAHSYAT…
250.
avatar | Juni 13, 2009 at 5:31 am
oya lupa nih … 4 Gambar diatas saya bisa bedakan dan nikmati dengan baik…jd kayaknya isihara hrs diuji tesis lg tuh… salam dahsyat
251.
monjeursend | Juni 14, 2009 at 11:03 am
iya kebetulan gw juga salah satu penganut Defisiensi warna (ya
elah sok gak mao ngaku) maksud gw Buta warna. Alhamdulillah gw dah gawe waktu gw med cek juga kaget karena dr vonis gw red-green absent. mudah2an gw bisa lebih taugh yah
minta doa nya. Klo ada informasi untuk yang view color bliind
gw pengen pesen juga. apalah arti materi jika kita bisa sehat
betul
tolong informasi nya yah
salam
252.
Edy | Juni 16, 2009 at 1:47 pm
Barangkali Ada yang bisa mengusulkan ke KICK ANDY agar bisa menampilkan fenomena org yang BUTA WARNA ini, biar ada perhatian dari PEMERINTAH dan tidak diskriminasi.
253.
Bami | Juni 18, 2009 at 7:17 am
avatar: rezeki emnk d tgn tuhan…btw kl pngen kut d bursa saham sy hrus kulh d jurusan ap?jurusan akuntasi bgus g ka?..
Bwd semua:kalau pngen bkin SIM C emnk ada tes buta warna ya kak?sya takut nh..
254.
avatar | Juni 18, 2009 at 11:21 pm
anton@: akuntansi bagus bisa bikin anda ngerti fundamental suatu perusahaan..disana anda akan mengerti secara umum persoalan ekonomi, anda bisa menjadi akuntan publik, auditor, ato bekerja di depkeu gajinya gede lho.. untuk masuk BEI cukup rajin baca refrensi yang ada di gramedia selanjutnya tinggal kemauan.. asah sedikit kecerdasan finansial… jangan tabu menjadi karyawan sebab itu perlu, kita perlu belajar menjadi bawahan yang baik, naik menjadi atasan yang baik, dan ilmu yang kita peroleh di tempat kerja serta jaringan yang yang luas. kuliah sebaiknya sejalan dengan hoby anda sehingga melaksanakannya dengan gembira, prestasi puncak akan tercapai… salam dahsyat…
255.
bowo | Juni 30, 2009 at 9:49 pm
pengen tanya dmana yah toko yang jual buku ishihara dan kira2 berapa harga nya ! thanks
256.
adi | Juli 2, 2009 at 9:19 am
tmn2 ada yang tau ga tempat buat beli buku ishihara tes? dan harganya berapa ya? thx
257.
rt6u | Juli 17, 2009 at 8:20 pm
dimana ada terapy untuk BW di daerah jogja?? trmksh
258.
cah ndeso | Juli 24, 2009 at 11:03 pm
iya, Ada yang tau g dmana tempatnya, alamat lengkap n contact person nya? ato berbagi cerita/pengalaman buat yang udah kesana. Rencana mw kesana nih, ada tetangga gw yg dah pernah kesana n sembuh BW partialnya,. huft..
259.
bayu satrio wibowo | Juli 23, 2009 at 9:31 pm
hy tatne
260.
cah ndeso | Juli 24, 2009 at 10:58 pm
@All BW join yuk milis ini biar aspirasi kita pada tertampung
http://health.groups.yahoo.com/group/butawarna/
Best regards,
261.
andy | Agustus 3, 2009 at 7:10 pm
hi….. teman2 komunitas BW.
gw mau certa ni, pnglamn gw w2 mask SMK trz di tes BW.
gw bisa nebak warna2 yang ada di Ishihara. gw bisa nebak semuanya, bkn cm lht dngan mata tp di tunjuk pk jai yang mana angka yang ada pada ishihara. trz w2 gw mask kuliah di tes lag tentang Ishihara, gw w2 i2 g bisa nebak angka trz gw diktkan BW. smp skrng mta gw g bisa lg untuk melht banyak warna. gw sering kali putus asa dan gw selalu berpikir tentang masa depan gw. gw mask di Fak.Teknik jurusan Arsitektur. di sana bnyak sekali tentang warna. gw mau nanya, gimana solusinya???
apa ada obat penyembuhannya?? trz, brp % akan pulih???
terima kasih atas sebelumnya!!!
262.
bimbim | Desember 20, 2009 at 12:58 pm
Bw nggak ada obatnya, soalnya ud bawaan darilhair alias keturunan, btw ga usah khawatir tentang BW, gw aja sekarang ud jadi drg, and skrng lg ambil spesialis…., BW bukan halangan bro, asal ada “usaha” hehehe
263.
Robi Martin | Agustus 31, 2009 at 2:06 pm
Iya barusan aku gagal masuk BRI, karena buta warna partial, tp sama dokternya di vonis BW total, aku udah protes klo aku cm partial, tp dy keukeuh.. Nasib..
264.
Jono | September 22, 2009 at 4:46 pm
Allah itu tidak akan memberi cobaan di luar kemampuan hambanya..berusaha
265.
suryodesign | September 24, 2009 at 5:01 pm
thx bos , artikel yg bagus ^^
266.
ajie | September 26, 2009 at 8:36 pm
waah tambah seru aja, ternayta semakin banyak yg komment dan share pemngalaman,
dari semua yg saya baca yg bisa sya simpulkan berati orang yg BW lebih cerdas dan pinter dibandingkan yg tidak BW, mungkin itu kelebihannya
life goes on…
267.
nas | September 27, 2009 at 6:22 pm
saya juga buta warna. agak sukar untk memiliki lesen memandu. kehidupan saya terbatas. sampai sekarang masih belum ketemu alat bantuan mata untuk orang mcm saya… akhhhhhhhhhh…h.h.h..h.tension hidup ini. ada sesiapa yang bisa bantuuu..
268.
nas | September 27, 2009 at 6:26 pm
kadang2 mereka yang buta warna adalah seorang yang istimewa. Namun saya tak dapat terima kenyataan ini. ia betul menyukarkan kehidupan saya…saya pernah lihat artikel yang sediakn konteks untuk buta warna namun website itu telah tiada..
269.
monjeursend | Oktober 4, 2009 at 1:05 pm
ada yang tau gak kacamta yang bisa lolo test ishihara
270.
mangiwan | Oktober 6, 2009 at 8:57 pm
ada kacamata buatan Dr. Azman, sayangnya cuma ada di amrik, nih sitenya http://www.colormax.org/
271.
esteban | Oktober 15, 2009 at 7:14 am
coba waktu liat buku tes ishihara, Anda gunakan plastik mika yg biasanya ada di tempat fotocopy-an, yg warna merah-kuning-hijau, bisa juga dikombinasi ketiga-nya.
Akan sangat kelihatan angka2 yg muncul di buku tes Ishihara, Semoga membantu^^.
272.
monjeursend | Oktober 12, 2009 at 6:55 pm
bisa kita pesen gak yah klo di Indonesia?but thank banget info nya
273.
nas | Oktober 27, 2009 at 2:08 pm
Thanks ya.. Any info about colour blind. Please add mee.. aku tertekan…
274.
gram | Oktober 28, 2009 at 5:28 pm
enjoy aja dulu..
saya juga buta warna dan saya malah suka membangga-banggakan buta warna pada teman dan yang tadinya stress entah kenapa malah jadi senang…haha
memang terpikir sekilas buta warna kesan negatif..
padahal semua orang ga bisa lihat kita bisa lihat…..
anggaplah semua kelebihan..
jangan malu kasih tahu orang tua, pacar, sahabat atau sanak saudara dekat! penting lho daripada tekanan batin terus menerus…
jangan putus asa sama kegagalan profesi ataupun ancaman rezeki…segala sesuatu udah diatur.. jalanin aja yang masih bisa kerjain dan jangan pernah berhenti berdoa…
ga bisa jadi orang jenius ga papa…yang penting bisa jadi orang yang bijak dan baik…karena jumlah orang yang baik itu jarang seiring waktu yang mendekati detik-detik kiamat…
275.
nas | Oktober 30, 2009 at 9:48 pm
Thanks sahabat. Kata2 kamu membuatkan aku terasa bersalah di atas setiap perkataan ku yang terkeluar dari mulutku ini. Terutama skali berkaitan BW.
276.
one | Oktober 30, 2009 at 9:48 am
sampai stress ni mikir BW. ini hukuman, cobaan, atau nasib ya? hancur sudah smua cita2ku gara2 BW. please help me…
277.
nas | Oktober 30, 2009 at 9:46 pm
sabar ya…aku sama seperti kamu. Tension bila memikirkan semua ini.
278.
nas | Oktober 30, 2009 at 9:40 pm
i juz got one of the latest info that one of the opthemetris at singapore got one solution which is call ChromaGen Lenses but i don’t it work or not. at least we struggle looking for BW solutions rite. Y not we try it. Please check out at http://www.isaacs-optom.com. For all the blogger from Indonesia thanks for the informations that u give it to me. Ia cukup berharga coz i also one of the BW person. Thanks again. For all the blogger out there got the same problem like us, please dnt shy or feel down. For GRAM thanks for your motivations.
279.
nas | Oktober 30, 2009 at 9:45 pm
Please!!! dont forget to check that info in the website that i give ok all my frenzzz. Have a nice day.
280.
Gram | November 3, 2009 at 1:38 pm
sekedar informasi
gw udah abis abisin waktu dari SMA belajar desain di Adobe phothoshop..sampai mata minus…itu hanya untuk masuk kejurusan DESAIN GRAFis ITB tapi semua itu kandas setelah tahu aku buta warna…tapi aku bangga…teman-temanku DI FAKULTAS HUKUM UNPAD puas dan kagum sama karya desain-desain ku .
malah kalo ada yang butuh desain buat cover proposal acara pada ngincer aku…haha…padahal berulang-ulang aku bilang ke mereka soal buta warna mereka ga percaya, tapi setelah aku liatin tes isihara mereka mulai merasa ragu dengan keyakinan mereka…
tapi mereka ga peduli mw buta juga…
yang penting aku dinilai orang yang baik sama mereka….
dan MASIH BISA MEMBEDAKAN YANG BAIK DAN YANG
BURUK…
281.
gatot | November 25, 2009 at 8:44 am
Seharusx orang-orang sperti mereka dibantu, misal dgn membentuk sebuah badan/lembaga utk mewadahi mereka yg buta warna. sy yakin itu dpt brmanfaat. Kenapa tdk, toh bnyk lembaga yg menangani penyakit trtentu sprti jantung, diabetes, katarak, kolesterol dll. Dan lg agar mereka yg normal tdk trlalu memojokkan mereka yg buta warna, bukankah kita semua makhluk sosial yg saling membutuhkan jd intix bukan utk membuat ketergantungan, memangnya orang yg normal sudah merasa sempurna dan tidak membutuhkan orang lain, nggk kan? Saya siap kok mendukung trbntuknya Badan Buta Warna Indonesia barangkali itu nanti namanya. So silahkan yg mau kontak sy ada di facebook, Gatot Tulus Budiarto.
282.
gatot | November 25, 2009 at 9:05 am
Ini sbgai rasa prihatin yg mendalam buat mereka yg punya Buta Warna, trlalu bnyak cerita bagi mereka,bnyk sedihny…masih terlalu sdikit pemecahanya,knapa kita gk coba menjadi satu dlm sebuah wadah agar kberadaan kita jd lebih solid. Siapa tau dgn kbersamaan kita bisa lebih berkarya, brbuat sesuatu yg slama ini hanya mimpi.
283.
hasan | Desember 28, 2009 at 12:42 am
gw setuju bgt tu TOET, ide yang bagus,.. so kpan kira2 kita buat BW comunity…
284.
dam dam | Desember 19, 2009 at 7:25 pm
ah, aq inget cita2 waktu smp…
ahli edit grafis foto…
menurutq editanku jg ga seberapa buruk…
apapun itu, harus disyukuri kan?
maaf mas/mbak:
saya masih bingung sama fakultas/jurusan yang menolak BW
saya mau masuk Informatika, kira2 bisa nggak untuk keadaan saya?
trims..
285.
reno | Desember 21, 2009 at 12:23 pm
walau pun kita buta warna dunia ini gkan berakhir…masih banyak kelebihan kita untuk menutupi sedikit kekurangan kita..yang penting kita harus tetap semangat dan yakinbisa…
makasih…
286.
hasan | Desember 28, 2009 at 12:39 am
ren salut ma u.. jujur aja saat ini w lgi nunggu panggilan kerja ke korea selatan, kemaren pas medikal d daerrah w di nyatakan Fit, tpi kmren ada informasi dri tmen yang udah dapet panggilan kerja, medikal ulang d jakarta blg klo buta warna gk FIT…
waah terang aj w nervezz n kaget bgt,..
w gk thu ne klo mpe w gk bisa berangkat, soalnya w udah abisin banyak waktu n tenaga bwt ini,, n yang paling sedih lagi semua keluarga berharap banyak ma gw.. maklum sob w kn anak pertama dari 4 bersaudara….
287.
hasan | Desember 28, 2009 at 12:29 am
iya..ya… kadang-kadang aku berpikir, spertiny GK ADIL, soalnya kebanyakan orang-orang buta warna sulit dapaat kerjaan, padahal buta warna partial kan masih bisa membedakan warna… tapi tim medis selalu beralasan untuk ke amanan kerja walaupunbuta warna walaupun partial.. , pdahal dalam dunia kerja khususnya pabrik banyak sekali pekerjaan yang tanpa harus mebggunakan warna.. sedangkan tim medis pun tidak tahu pekerjaannya seperti apa…
merreka (tim medis) seenaknya saja membuat peraturan y.. memangnya orang2 partial gk boleh kerja.. mereka juga kn pengen punya penghidupan yang layak.. sperti orang2 pada umumnya…