Pencarian Cinta
Oktober 8, 2007
Memandangi bulan seakan menjadi kebiasaan setiap kali melangkah keluar. Sesuatu yang tak terlukiskan membuatnya memesona. Namun kali ini, bulan ini (ambigu eh?), ada makna lebih darinya. Perubahan bentuknya merupakan pengingat, hitungan mundur bisu bahwa Ramadhan akan segera berakhir.
Ketika purnama tiba, kesadaran itu mulai muncul. Setengah bulan telah berlalu. Bentuknya yang makin menyabit terus mengingatkan niat yang kubuat di akhir bulan sebelumnya. Ternyata tak mudah. Masih jauh dari asa. Memang, ini bukanlah sesuatu yang bisa diraih secara instan.
Ramadhan ini, ku berniat untuk menemukan cinta. Cinta yang seharusnya mudah dirasakan. Karena ia selalu ada di sekililingku. Hanya mataku terlalu silau oleh dunia. Hatiku terlalu keras.
Tanpanya ku belum merasa menjadi seorang muslim sepenuhnya. Apa artinya segala ibadah fisik jika lebih banyak kekosongan yang didapat? Sebagian diriku pun menderita didera kehampaan. Apa gunanya segala kesenangan bila tidak dapat menawar kepahitan hati.
Sebagai manusia biasa, mungkin ku tidak punya alasan untuk tidak bahagia. Tapi ku ingin seperti manusia-manusia luar biasa itu. Mereka yang dapat merasakan kelezatan cinta sejati itu. Mengapa mudah bagi mereka merasakannya? Mengapa sulit untukku? Apa ku urang berusaha? Ataukah dosaku yang telah menggunung tinggi?
Memikirkan ini selalu membuat hati sakit. Tapi mengapa air mata tak kunjung menetes? Apa semua yang kutulis ini benar-benar dari hati? Ataukah hanya kepalsuan lain dariku?
Entry Filed under: Daily Life, personal, reflection. Tag: contemplation, ramadhan.
5 Comments Add your own
Leave a Comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <pre> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed




1. Mozaik 09-1428 « Life is like that … | Oktober 8, 2007 at 9:03 am
[...] Entah kenapa, semua terasa ringan. Namun seiring waktu. Seiring kesadaran bahwa ku masih jauh dari harapan awal. Menjelang penghujung bulan, mengapa terasa semakin berat? Apakah ku kurang [...]
2.
Lusya | November 13, 2007 at 10:26 am
terus dah ketemu?
3.
Adityo Ananta | November 13, 2007 at 11:06 am
pencarian tanpa akhir
4.
Key | April 19, 2009 at 5:19 am
Iya, mencari cinta sejati yg benar2 hakiki itu susah y! Apalagi kalo pintu hati kt dah tertutup, waaa jgn sampe deh.. ^_^ wass..
5.
basturk | Oktober 3, 2009 at 3:11 pm
Ketika pertama kali ku bertemu dengannya kumerasa dialah awal dari cinta sejatiQ .Namun seiring berjalannya waktu sangatlah susah tuk menaklukkan hatinya. cinta sejati benar2 sulit tuk didapat.