Akhirnya selesai juga membaca trilogi LOTR ^-^. Sebuah karya yang bisa dibilang luar biasa. Tidak heran kalau banyak yang memuji buku ini dan banyak penulis lain yang terinspirasi olehnya. Penulis-penulis novel dengan genre sejenis juga sering dibanding-bandingkan, atau bahkan membandingkan diri sendiri, untuk mengklaim bahwa karyanya tak kalah atau bahkan lebih baik :p.

Sekarang baru tahu alasannya. Harus kuakui ini merupakan salah satu buku terbaik yang pernah kubaca. He he, padahal dulu pernah menilai buku LOTR membosankan. Mungkin karena waktu itu bacanya kurang serius dan baru bagian awalnya saja. Itu pun banyak skimming-nya🙂. Sewaktu memulai membaca ulang, awalnya bosan juga, tapi lama-lama akhirnya terpikat juga. Daya tarik utamanya adalah gaya bahasanya. Gaya bahasa seperti Tolkien ini memang favoritku. Dialognya juga penuh courtesy (apa ya istilah yang cocok di bahasa Indonesia? ).

Tentang tokoh-tokoh dalam cerita
Tokoh utama cerita ini awalnya memang Frodo, karena dialah yang berinisiatif untuk mengemban misi untuk memusnahkan cincin, walau harus sendirian. Tapi di buku ke-2 bagian akhir dan terutama di buku ke-3, peranan Sam lebih besar dibandingkan Frodo. Bahkan, tanpa Sam, misinya bakal gagal total. Karena, Frodo sudah semakin ‘tercemar’ oleh cincin, dan hanya bisa mengeluh saja dan sudah kehilangan semangat. Sayang, sepertinya Sam kurang dihargai oleh tokoh lain dibandingkan Frodo, ya mungkin karena mereka belum mendengar cerita selengkapnya -_-? Setidaknya diakhir cerita harkat Sam ‘diangkat’, dan jadi salah satu Hobbit ‘legendaris’ di Shire.

Sedangkan 2 Hobbit lain, setelah semua berakhir tiba-tiba jadi punya kepercayaan tinggi besar. Dan berperan besar dalam ‘pembersihan’ Shire dari pengacau di akhir cerita. Apa karena badannya sudah lebih besar setelah meminum air Ent? Atau karena telah menjadi ksatria Rohan dan Gondor? Unik juga melihat perubahan karakter mereka ^-^. Tentang kekacauan di Shire ini, sempat bikin agak terkejut juga. Biasanya, pada judul buku yang lain, setelah ‘misi’ utama terselesaikan, maka cerita akan berakhir dengan cepat. Tapi di LOTR justru diberi ‘bumbu’ tambahan. Menarik juga, karena setidaknya perubahan yang terjadi pada keempat Hobbit itu jadi jelas, dan mereka tidak kembali sebagai hanya sekedar Hobbit biasa🙂.

Aragorn. Hmm, bagaimana ya cara orang tua nya mendidik dia jadi pribadi yang se-noble itu? Sosok raja sejati. Hal yang mengejutkan dari Aragorn adalah umurnya. Dia sempat bilang sudah berkelana 45(?) tahun, dugaan awal umurnya pada saat itu sekitar 50-an tahun, ini saja sudah terasa terlalu tua. Setelah membaca timeline di appendix buku, ternyata umurnya …. sudah lebih dari 80 tahun! Ternyata life span di Middle Earth cukup panjang. Pantas saja Hobbit di bawah umur 33 tahun masih dianggap anak-anak.

Gandalf, sosok misterius, yang sampai akhir cerita tetap dibuat misterius. Apakah dia Elf? Karena ternyata cincin ke-3 dari The Three ternyata dia yang menyimpan. Hmm…

Sauron, makhluk apa dia? Hanya disebutkan kalau dia seorang sorcerer tapi tidak dijelaskan bagaimana sosoknya. Kalau dia memang begitu kuatnya, kenapa dia hanya ‘bersembunyi’ di Barad-dur? Yang dilakukan hanya membuat rencana, memberi perintah, dan mengawasi, tapi tidak turun langsung. Mungkin dia terlalu sibuk buat awan hitam😀. Sayang sekali sampai akhir cerita tidak ditampilkan sosoknya. Bahkan setelah cincin dihancurkan, tidak ada yang mau repot-repot ‘menengok’ istananya. Darimana mereka yakin kalau Sauron telah benar-benar musnah?

Legolas dan Gimli. Apa ya peran besar mereka di cerita? Selain sebagai anggota Companion dan ikut bertempur? Tapi tidak ada aksi yang istimewa dari mereka. Apa aku melewatkan sesuatu?

Keegoisan Bangsa Elf dan Dwarf

Keanehan lain dari cerita ini. Kedua bangsa ini seperti sama sekali tidak peduli dengan peperangan di Gondor. Mereka seperti cuma menunggu hasil pertempuran. Apa pun yang terjadi terjadilah. Legolas mengatakan bahwa bangsanya punya peperangan sendiri. Tapi melawan siapa? Rivendell dan Lorien sepertinya damai-damai saja. Sedang habitat Elf yang lain tidak dijelaskan bagaimana keadaannya. Bangsa Dwarf bahkan tidak pernah muncul sama sekali. Hanya Legolas, Gimli dan kedua putra Elrond saja yang mewakili bangsa mereka. Ketika semua telah berakhir, petinggi Elf barulah datang, untuk ikut merayakan😦.
Well, itu dulu review dari saya. Komen?😀 (Seperti ada yang baca saja blog ini …..😦