Mungkin setiap institusi yang ‘disusupi’ intel harus diberi label ‘Intel Inside‘, jadi tidak akan ada orang yang kaget kalau muncul berita bahwa ada intel di sekitar mereka😀. Tapi masa intel harus bilang dulu kalau mau masuk? -_-?.
Menarik juga kata-kata dari editorial Koran Tempo 9 Februari 2006, yang kurang lebih isinya adalah: ‘kegiatan intelijen adalah hal biasa, tapi bila ketahuan maka akan menjadi hal yang ilegal’. Yap, intel ada di mana-mana. Mau bagaimana lagi? Itulah pekerjaan mereka. Kegiatan intelijen memang diperlukan untuk keamanan negara. Tapi memang acap kali digunakan oleh penguasa untuk mempertahankan kekuasaannya.

Kasus intel di DPR, merupakan salah satu contoh kegagalan. Bagaimana bisa dokumen penugasannya bisa bocor ke pers. Dan kemarin satu orang sudah jadi ‘korban’. Komisaris Besar S. Handoko sebagai si empunya tanda tangan di surat itu pun dicopot. Sepertinya hanya ‘pion’ nya saja yang dikorbankan. Sedangkan atasan atau pemberi perintahnya akan menyangkal semuanya dan lolos dari tuduhan.

Aneh juga, Kapolri Sutanto mengaku tidak tahu menahu dan meberi perintah tentang itu. Ini bisa berarti dua hal. Melakukan penyangkalan dan mencuci tangan, atau yang kedua bila benar-benar tidak tahu apakah berarti ada ‘tangan’ lain yang menguasai Kepolisian? Wew, sekarang malah jadi masuk teori konspirasi ^-^. Pernah juga dengar kalau Indonesia sebetulnya dikuasai oleh sekelompok ‘mafia’ yang memiliki kekuasaan lebih besar daripada presiden, dan mereka tidak pernah muncul di permukaan? enarkah begitu? Kurasa kita tak akan pernah tahu.

Intel Melayu
Kalau kata orang intel melayu itu lucu. Intel tapi kok bilang ke orang-orang kalau dia intel :p. Apa ada penurunan kualitas intel? Karena di era Ali Moertopo dulu, intel jelas sangat hebat sekali. Tidak tahu juga kalau sekarang bagaimana. Tapia da juga intel yang lumayan bagus. Seperti kasus pabrik narkotik di Tangerang. Sebelum melakukan penangkapan, ternyata beberapa bulan sebelumnya polisi menruunkan 3 orang perwira untuk memata-matai. Mereka membaur ke masyarakat sehingga tidak ada yang curiga. Sampai-sampai ada tetangga yang mau menikahkan salah satu polisi itu dengan anaknya. kagetlah si bapak itu, karena ternyata dia intel polisi🙂. Entah bagaimana kelajutan kisah cinta tuh intel. Tapi sayang ya, kok setelah misi selesai mereka membuka samarannya. Seharusnya kan identitas mereka tetap rahasia? Karena mereka intel melayu kah? he he he …..