Beritanya dimuat di Kompas hari ini (Rabu, 22/2/2006). Sebetulnya mau memasukkan link dari KCM, tapi tidak ketemu linknya. Jadi kalau penasaran silakan cari pinjaman Kompas ^-^. Pertengkaran anak kecil, Raju (8 tahun)  dan Alamsyah (14 tahun) yang berbuntut penjara bagi salah satunya. Yah biasalah berantem, namanya juga anak-anak. Dua-duanya babak belur, kemudian orang tua anak yang lebih tua mengajukan tuntutan ke pengadilan (kurang kerjaan amat sih ?).

Sang hakim ternyata penganut asas praduga anak nakal :p.  Katanya lihat dari mukanya saja kelihatan kalau Raju itu anak nakal. Dan tanpa ampun Raju dijatuhi penjara 2 minggu. Salah satu alasannya karena memberikan keterangan yang berbelit-belit, sehingga menyulitkan penyidikan (i’m speechless, what do you expect from interogating a little kid?).
Baru tahu, kalau ternyata batas seorang anak bisa diajukan di pengadilan itu 8 tahun -_-?. Kupikir bila masih di bawah umur (15 atau 17 tahun ya batas di bawah umur??), tidak bisa dijatuhi pidana. Memang tidak masuk kurungan seperti napi-napi lain, dan ditahan di kantor polisi. tapi tetap saja tuh anak mentalnya hancur. Apalagi ejekan anak kecil ke anak kecil lainnya itu kadang lebih kejam dari pada ejekan orang dewasa.

Kalau di Amerika ada yang namanya Broken Gavel Award, ‘pengharagaan’ buat hakim terburuk. Kalau di Indonesia ada award seperti itu, menurut Anda sang hakim kasus tersebut layak jadi kandidat?