Kenal nama itu? Yup dia adalah mangaka dari Dragon Ball. Sebetulnya ini bisa dibilang ‘kuno’, tapi aku baru saja tahu🙂. Harap maklum ^-^.

Awalnya dulu kenal Dragon Ball (DB) lewat komik yang diterbitkan Rajawali Grafiti (RG) (sebelum akhirnya Elex ikut menerbitkannya). Tidak ada yang istimewa. Nah beberapa hari lalu, ku iseng membaca ulang DB. Kali ini versi mangascan nya.

Kaget juga ternyata ada yang berbeda. Ada beberapa halaman yang sengaja dihilangkan dari terbitan RG. Halaman yang hilang itu ternyata berisi humor vulgar. Aku perhatikan juga ternyata di beberapa bagian terjemahannya sengaja diubah untuk menyamarkan dialog ‘aneh’🙂. Memang kebiasaan dari sebagian mangaka untuk memasukkan hal-hal yang tidak berhubungan dengan cerita seperti itu -_-`.

Hmm, ternyata Dept. Penerangan dulu ada sisi baik nya juga ya. Melindungi anak-anak dari pengaruh buruk🙂. Tidak seperti sekarang, mencari nafkah dengan menjual sensualitas tapi bangga dan minta dilindungi😦. Wups jadi ngelantur sedikit.

Kembali ke Akira Toriyama. Lalu pada pertengahan volume 2, ada 1 halaman ‘khusus’. Di situ salah satu tokoh, Pilaf, marah karena bawahannya mengucapkan humor vulgar ^-^. Lalu dia mangatakan bahwa humor vulgar tidak dihargai di situ, bahwa beberapa mangaka berusaha membuat karya mereka dihargai, dan salah bila ada yang mengira humor-humor vulgar seperti dimaksudkan untuk meningkatkan penjualan DB😀.

Fu fu fu …. sekarang jadi paham kenapa pada kisah selanjutnya tidak ada lagi hal-hal seperti itu. Insyaf nih …. Yah sebetulnya masih ada sih, tapi tidak separah 1 ½ volume pertama.  Paling tidak, tidak sampai  harus menghilangkan halaman dan merubah terjemahan dialog😉.

Oh ya, jadi penasaran. Kalau yang versi Elex disensor juga tidak ya? Kalau tidak luar biasa karena RG yang dulu terkenal menerbitkan manga yang rada ecchi saja menyensor DB😉.