Aku sendiri dulu adalah seorang filatelis. Hingga akhirnya karena beberapa hal, aku terpaksa vakum dari hobiku yang satu ini. Bisa dibilang, hobi mengoleksi prangko ini ‘diturunkan’ oleh keluargaku. Koleksi pertamaku juga merupakan warisan. Awalnya aku hanya senang melihat berbagai macam gambar prangko, lengkap dengan warna-warni nya. He he mungkin karena masih anak-anak🙂. Namun kemudian, mengatur koleksi prangko yang ada dan juga berburu prangko yang belum dimiliki, menjadi kegiatan yang menyenangkan. Perlahan aku pun mulai sedikit serius dan menikmati hobi filateli ini.

Semasa ku SD dan SMP (sekitar awal 90-an), kurasa hobi ini masih banyak yang menekuni. Ya setidaknya beberapa temanku memiliki hobi yang sama. Beberapa kali aku juga sempat bertukar prangko dengan mereka. Tapi biasanya hanya dapat prangko yang ‘biasa’ saja. Prangko yang unik dan menarik biasanya berat untuk ditukarkan, aku pun begitu.

Salah satu cara untuk menambah jumlah koleksi dengan cepat adalah dengan membeli set koleksi di toko, terutama toko buku. Kala itu, hal tersebut masih jamak. Tentu saja cara ini memiliki kelemahan. Kemungkinan sebagian besar dari prangko tersebut sudah kita miliki. Kemudian kondisi dari prangko tersebut mungkin sudah tidak baik lagi. Dan yang paling menyebalkan adalah bukan tidak mungkin prangko tersebut palsu😦. Sebuah barang palsu sama sekali tidak memiliki arti untuk dikoleksi. Biasanya set prangko yang palsu itu adalah prangko luar negri.

Sampul Hari Pertama (SHP) atau First Day Cover

SHP merupakan bagian lain dari filateli. SHP adalah set koleksi yang diterbitkan terbatas pada setiap peluncuran set prangko baru. Bentuk dari SHP adalah amplop yang ditempeli set prangko yang diterbitkan, dan dibubuhi cap dengan tanggal penerbitan prangko tersebut. Sudah paham kenapa disebut Sampul Hari Pertama ;)? Selain itu, biasanya di dalam amplop tersebut terdapat brosur yang menjelaskan mengenai prangko tersebut. Makna dari gambar tersebut, alasan penerbitan, detil fisik dari prangko, dll.

Aku sempat mengoleksi beberapa puluh SHP. Semuanya lokal, karena ku tidak tahu di mana aku bisa memperoleh SHP luar negri. SHP lokal saja hanya bisa kutemui di kantor pos besar.

Pesona Prangko

Sekilas mungkin gambar dari prangko terlihat biasa saja. Aku dulu juga berpikir begitu. Padahal gambar pada setiap prangko memiliki suatu makna. Sebuah set prangko selalu dicetak dengan tema khusus. Even-even penting seperti hari-hari nasional, komferensi dunia, olimpiade, piala dunia, Asian Games, Sea Games, bahkan PON adalah sebagian kecil contoh tema. Sehingga dari prangko kita bisa menangkap peristiwa-peristiwa bersejarah yang terlukis padanya.

Selain gambar dari prangko, yang tidak kalah menarik adalah bentuk dari prangko. Bentuk yang umum adalah persegi panjang. Namun ada yang berbentuk lain. Dalam koleksiku terdapat prangko berbentuk segitiga, lingkaran, persegi dan juga belah ketupat🙂. Seri prangko piala dunia 2006 yang diluncurkan Pos Indoensia juga unik, yaitu memiliki lubang berbetuk pemain bola. Sayang aku belum memilikinya😦.

Hal lain yang menarik adalah apabila set prangko tersebut bisa dirangkai menjadi suatu gambar lain yang lebih besar. Menyenangkan sekali melihatnya ^-^.

***

Masih banyakkah yang masih memasukkan filateli sebagai bagian dalam hobi? Menurutku, tidak lagi toko yang menjual set prangko untuk dikoleksi dan juga album prangko, adalah salah satu tanda bahwa minat untuk mengoleksi prangko sudah turun dan perlahan memudar. Aku sendiri sekarang ingin kembali menekuni hobi ini. Apakah ada yang masih aktif menjadi seorang filatelis?

 

Fun & Easy

Oh ya, baru tahu juga kalau Unit Filateli Pos Indonesia memiliki situs di Filateli Fun & Easy. Sayang masih setengah hati membuatnya. Belum lagi navigasinya yang membingungkan. Registrasi untuk berlangganan pun belum bisa secara online😦. Selain itu, benda pos yang ditawarkan saat ini hanya yang keluaran terbaru. Wew padahal ingin mengejar ketertinggalan koleksi T-T.