Suatu pertanyaan besar untukku. Ketika hatiku jauh dari-Nya. Dikarenakan telah lama lalai. Lupa akan esensi diri sebagai seorang hamba. Berat menjalankan tugas dan mengesampingkan kebutuhan diri akan Rabb nya. Maka hati ini pun terasa kosong. Banyaknya aktifitas hanya dapat pelarian sementara. Namun hati ini tetap menderita. Segala hal bagai tanpa arti.

Kehampaan ini hanya dapat diisi kembali dengan kesungguhan. Kesungguhan untuk mendekatkan diri kembali ke sang Khalik. Guna lebih merasakan indahnya rahmat dan rahim dari Nya. Dimulai dari terus memperbaiki kualitas ibadah dan konsisten dalam menjalankannya.

Pengalaman yang dilalui dapat lebih membuat tersadar. Ketika beban berat sedang dipanggul, menguras energi jiwa. Saat itulah kebutuhan itu akan lebih terasa. Kekosongan hati itu akan semakin terasa. Kelalaian yang terasa kecil dampaknya pun bisa dirasakan dalam hati. Ah, suatu cobaan yang juga menggugah diri untuk menyadari kesalahan.

Tapi, hanya diri ku kah yang merasakan seperti itu? Bagaimana dengan mereka yang lalai seperti ku atau bahkan lebih lagi. Apakah mereka juga merasakan kekosongan hati seperti itu?