Akhirnya setelah sekian lama, drama seri ini berhasil kuselesaikan. Fiuhh… suatu perjalanan yang sangat panjang, 70 episode! Melelahkan? Tidak juga. Kalau menghabiskan waktu? Sangat! ^-^
Dulu ketika drama ini ditayangkan, sempat penasaran juga. Banyak yang mengatakan kalau drama ini bagus. Berhubung saat itu sudah di tengah-tengah cerita, dan aku tidak suka kalau tidak menonton dari awal, akhirnya tidak tertarik untuk mengikuti.

Beberapa minggu yang lalu, ketika sedang ‘diskusi’ tentang drama Jepang Korea dengan ‘penikmat’ drama lainnya, drama ini ikut dibicarakan. Yah sebetulnya iseng mencari siapa tahu ada fansub nya🙂. Ternyata penikmat drama lainnya mendengar dan ternyata ia punya DVD nya lengkap! Well, langsung saja ku minta pinjam😀. Tak sangka besoknya benar-benar dibawa ^-^.

Jadi, berikut ini adalah sedikit review dariku tentang Da Jang Geum (aku lebih suka menyebut judul aslinya dibanding Jewel in the Palace :)).

Hmm, ceritanya cukup menarik. Seputar intrik pribadi dan intrik politik (istana). Seseorang yang ditakdirkan untuk membawa perubahan dan menyelamatkan banyak orang, namun hidupnya penuh kesulitan. Kalau dari segi ini, drama ini mengajarkan untuk pantang menyerah dan berusaha sebaik-baiknya. Itu nilai lebih drama ini kurasa.

amun lama-lama kesal juga melihat ‘kebodohan’ Jang Geum yang sering difitnah macam-macam, tapi bukannya membela diri malah diam. Tapi selalu saja hal yang bisa meloloskannya dari lubang jarum. Dari disalahkan, kemudian dianggap berjasa. Namun baru sebentar merasakan bahagia, masalah baru pun datang lagi. Jang Geum pun terancam lagi. Entah berapa kali sepanjang drama itu Jang Geum bermasalah dengan hukum, baik karena kesalahannya dia sendiri atau karena difitnah. Kurasa ini tokoh protagonis yang memiliki catatan kriminal terpanjang yang pernah ada ^-^.

Titik balik dari cerita ini ada di akhir episode 35, tepat di tengah-tengah. Masa-masa peralihan profesi dari juru masak menjadi dokter. Mulai dari situ lah cerita menjadi lebih menarik. Yah singkat cerita, dengan proses dan rintangan yang kurang lebih sama ketika ia berlatih menjadi juru masak istana, akhirnya ia bisa menjadi dokter. Dan lagi-lagi jadi bulan-bulanan fitnah lagi. Siklus yang sama lagi, dari keadaan normal menjadi tertuduh kemudian menjadi pahlawan dan kemudian menjadi tertuduh lagi -_-`.

Tapi sesuai aturan, yang baik pasti (harus) menang. Episode-episode saat Jang Geum menuntaskan dendamnya adalah yang terbaik. Bahkan kupikir seharusnya drama ini selesai di bagian itu. Tapi ternyata masih ada sekitar 8 episode lagi, yap cerita baru lagi. Bagian inilah yang menurutku paling banyak terdapat keanehan. Banyak hal dalam cerita yang tidak masuk di akal dan terlalu dipaksakan. Hal yang sangat bertentang dengan nilai-nilai aesthetic ku sebagai seorang melankolis sempurna😀. Akibatnya malah jadi kurang bisa menikmati. Ending yang bagus, tapi tetap saja dipaksakan menurutku.

Hmm, setelah selesai menonton semuanya, kurasa drama ini biasa saja. Tidak bagus-bagus amat seperti yang dikatan banyak orang. Tidak memberi kesan, kecuali kekesalan pada bagian-bagian cerita yang tidak masuk akal🙂.
Menurutku drama ini lumayan juga buat hiburan. Apalagi kalau punya banyak waktu senggang. Namun yang jelas tidak masuk dalam daftar rekomendasi ku😉.

Sekarang saatnya menonton drama lainnya ^-^. Sudah nasib memang sekantor dengan maniak-maniak drama he he …