Ini adalah SUN Developer Day pertama yang ku ikuti. Bertempat di Hotel Shangri-La Jakarta pada Selasa 19 September kemarin. Lumayan, hitung-hitung refreshing ^-^.

Seperti biasa, ku selalu datang terlalu pagi. Registrasi dibuka pukul 8 dan acara dimulai pukul 9, tapi jam 7.40 sudah samapi di depan hotel -_-`. Akhirnya menunggu ‘sebentar’ di luar kira-kira setengah jam. Akhirnya memutuskan untuk masuk. Kupikir masih sedikit peserta yang sudah datang, ternyata sudah ada lumayan banyak juga yang mengantri untuk registrasi.

Registrasi dibagi menjadi 4 bagian sesuai abjad peserta, yaitu A-F, G-M, N-T, dan U-Z. Tapi sepertinya panitia tidak memperhitungkan bahwa jumlah peserta berhuruf depan A-F jauh lebih banyak dari yang lain, akibatnya ketika antrian untuk bagian lain sudah kosong, antrian untuk A-F masih panjang. Hmm, dan juga, kenapa tidak dibuat regsitrasi lewat komputer saja ya? Penyelenggara acara adalah SUN bukan? Seharusnya mudah saja bagi mereka untuk membuatnya. Yah, sudahlah.

Tema dari acara adalah ‘Powering The Participation Age’, tapi kalau dilihat dari kostum dan setting yang dibuat panitia, tema nya adalah Galia dan Romawi. Sesi foto kenangan pun bertema Galia. Apa berarti era Galia adalah era partisipasi :D? Tidak ada hubungan sama sekali sepertinya. Apalagi ternyata tema untuk SUN Developer Day tahun lalu adalah Hawaii. Yah, mungkin hanya salah satu keanehan dari para developer (biasalah ;)).

Menunggu acara dimulai adalah saat berburu berbagai merchandise dari stand-stand yang ada. Bermodal kartu nama dan basi-basi sebentar, dapat deh. Ada juga yang membuat dalam bentuk kuis dan kemudian diundi. Lumayan dapat kaos (padahal ingin dapat tas) he he … Tapi, aduh ternyata kurang muat😦, yah nasib.

Acara ternyata seperti biasa … telat. Sampai 1 jam! Peserta pun kebanyakan ternyata telat datang. Sesuatu yang sepertinya tidak pernah berubah -_-`.

Dari presentasi-presentasi yang ada, yang menurutku benar-benar signifikan dan bermanfaat hanya lah sesi pertama mengenai ‘Participation Era’ dan sesi ‘Entrepreneurship with Java’ oleh Frans Thamura di hampir penghujung acara. Selebihnya walau ada yang menarik tapi lebih kepada promosi mengenai NetBeans, Solaris, dan Java 6 SE (Mustang). Sesi terakhir pun mengecewakan, karena sang pembicara suaranya tidak jelas, seperti bergumam pada diri sendiri. Argh, mendengar orang Cina dan India berbahasa Inggirs memang sangat melelahkan.

Acara pun ditutup dengan momen yang paling ditunggu semua peserta, pembagian Lucky Draw! Beberapa minggu sebelumnya, di sebuah seminar sempat dapat Lucky Draw (walau ternyata hadiahnya tidak berguna untukku, fax modem), jadi tidak terlalu berharap untuk menang lagi (walau ingin sekali :)). 12 nama pun diundi. Ternyata namaku termasuk! Lumayan siapa tahu dapat hadiah utamanya, Hp atau mp3 player. Tapi ternyata dari 12 nama itu diundi lagi, dan yang kudapat adalah voucher untuk training Solaris 10 dan Java, hiks. Kuberi ke orang lain saja belum tentu ada yang mau. Nasib-nasib …. Duh, apa ini berarti ku kurang bersyukur bila kecewa -_-?

Sebetulnya yang paling kusayangkan adalah banyaknya peserta yang datang. Lho kenapa? Soalnya saat break dan makan siang jadi harus berebutan dan antri untuk mengambil makanan ^_^. Dan ternyata ada saja yang dengan tanpa malu memotong antrian, yare yare yare ….