Entah kenapa tiba-tiba saja ingin melantunkan nasyid tersebut, yang bahkan judul dan lirik lengkapnya saja sudah lupa. Karena memang sudah lama tidak kulantunkan. Belakangan baru teringat bahwa itu adalah nasyid “Di Sini Aku Kembali” nya Izzatul Islam. Saat berusaha mengingat lirik lengkapnya, malah teringat nasyid lain lagi yaitu “Damba Cinta-Mu” nya Raihan. Ada persamaan di antara kedua nasyid tersebut. Mengingatkan ku akan suatu hal penting yang terlupakan -_-.

Di Sini Aku Kembali
(Izzatul Islam)

Di sini aku mengharap ridha-Mu
Di sini aku menghiba rahmat-Mu
Di sini aku tambat munajatku
Berazzam aku kembali

Tapak-tapak hidup yang kujalani
Fatamorgana dusta kutemui
Lupakan diri hadapkan wajahku
Hadirkan agung-Mu dalam asaku

Allah
Kuseretkan langkahku
Hasung dosa kan kulebur
Kubasuh luka kuhempas nista
Izinkan aku kembali

Takkan lagi kusurutkan langkahku
Sosngsong fajar baru dalamcahya-Mu
Ya Rabbi kabulkan derap jiwaku
Tiap desir nadi kusebut Asma-Mu

***

Damba Cinta Mu
(Raihan)

Tuhanku ampunkanlah segala dosaku
Tuhanku maafkanlah kejahilan hambaMu

Ku sering melanggar laranganMu
Dalam sedar ataupun tidak
Ku sering meninggalkan suruhanMu
Walau sedar aku milikMu

Bilakah diri ini kan kembali
Kepada fitrah sebenar
Pagi kuingat petang kualpa
begitulah silih berganti

Oh Tuhanku kau pimpinlah diri ini
Yang mendamba CintaMu
Aku lemah aku jahil
Tanpa pimpinan dariMu

Kau pengasih Kau penyayang
Kepada hamba-hambaMu
Selangkah ku kepadaMu
Seribu langkah Kau padaku

Ku sering berjanji di hadapanMu
Ku sering jua memungkiri
Ku pernah menangis keranaMu
Kemudian ketawa semula

Kutakut kepadaMu
Ku mengharap jua padaMu
Moga ku kan selamat dunia akhirat
Seperti rasul dan sahabat