Kondisi negara kita secara kasat mata tidak terlihat adanya perubahan berarti (ke arah lebih baik tentunya), soal ini setuju. Persoalan seakan tidak ada habisnya. Hanya dengan mengikuti berita di media saja sudah cukup membuat prihatin. Hmm … apalagi bagi yang memiliki tanggung jawab untuk mengatasinya ya? Uhm ya, bagi sebagian yang masih sadar kalau mereka puna tanggung jawab tentunya.

Ketidakpuasan bermunculan, protes dan kritik dikemukakan, itu wajar. Perbuatan mengada-ada adalah ketika mereka hanya bisa mengritik, mengatakan pokoknya tidak setuju, dan kalimat-kalimat sejenisnya (benar tapi tidak bermanfaat :p). Apa sih maunya?

Contoh aktual adalah protes yang dilayangkan oleh Gerakan Kebangkitan Indonesia Raya (GKIR) yang salah satu penggeraknya adalah Try Sutrisno. Luar biasa dan tidak tahu malu, itu pendapatku. Hmm apakah Try Sutrisno dan rekan-rekan nya ketika menjabat dulu kondisi Indonesia lebih baik dari saat ini? Jawab sendiri.

Gayung pun bersambut, Aliansi Penyelamatan Indonesia (API) mengeluarkan protes bernada sama. Menariknya, aliansi ini ternyata sudah berusia 3 tahun, ada yang tahu kontribusi yang telah mereka berikan selama 3 tahun tersebut :p ?

Tema ini sepertinya pun disukai oleh media (dan masyarakat ?). Ku tak pernah bisa memahami kenapa banyak yang menyukai acara macam Republik BBM, atau News dot com yang kini masih ditayangkan. Sebegitu putus asa kah kita sehingga perlu menghibur diri dengan menertawakan perilaku bangsa sendiri? Pengisi acara tersebut selalu bergaya sok cerdas mengomentari peristiwa aktual. Menyindir ini itu, menyayangkan kebijkan ini itu, tapi tetap saja tidak ada solusi yang terucap. Mahasiswa yang didatangkan sebagai penonton pun hanya bisa meramaikan suasana. Tak jarang pula perwakilan dari mahasiswa tersebut justru memberikan komentar tidak bermutu. Setiap kali menonton acara macam ini diriku justru menjadi kesal.

Duh, kenapa jadi marah-marah sendiri ya? Anyway yang kita butuhkan saat ini adalah solusi dan kerja nyata, bukan berlomba-lomba menjadi suara kontra.