Perbedaan dalam penetapan tanggal jatuhnya hari raya, Idul Fitri dan Idul Adha, kerap kali muncul. Cukup membingungkan, karena tidak pernah dijelaskan secara detil kenapa bisa timbul perbedaan, antara yang menggunakan metode hisab dan rukyat. Akhirnya dikembalikan ke masyarakat untuk memilih yang diyakininya. Sebagian tak mau ambil pusing dan menyamakan tanggalnya dengan Arab Saudi.

Hal ini cukup menggangguku. Sayang ku tidak mendalami ilmu falak. Namun, ada beberapa hal yang membuat ku berpikir

  • Garis batas area penampakan hilal tidak lah sejajar dengan garis bujur bumi. Dan besar areanya pun tidak sama dan berubah-ubah, tergantung posisi bulan. Bisa dilihat contohnya di sini (mengenai penetapan 1 Syawal 1427 H). Jadi, bukankah wajar saja bila 2 daerah yang berada di zona waktu yang sama bisa berbeda penampakan hilalnya?
  • Penanggalan Hijriah didasari oleh pergerakan bulan, sedangkan penanggalan Gregorian berdasarkan posisi matahari. Pergantian hari untuk penanggalan hijriah pun pada saat matahari terbenam (sekitar 6 jam sebelum pergantian tanggal Gregorian). Bisakah disamakan?
  • Garis batas tanggal internasional (Gregorian) ditetapkan di antara Asia dan Amerika, dengan waktu tengah ada pada Greenwich (GMT). Karena penanggalan Hijriah dan Gregorian berbeda patokannya, apakah bisa untuk penanggalan Hijriah kita mengambil garis batal tanggal yang sama?
  • Seringnya penetapan hari raya di Arab Saudi lebih dulu 1 hari (secara penanggalan Gregorian) dari Indonesia, membuat ku berpikir, mungkinkah garis batas tanggal untuk Hijriah itu berada di antara Arab Saudi dan Indonesia? Sehingga wajar bila hari raya jatuh terlebih dahulu di Arab Saudi dan sekitarnya?
  • Metode hisab dan rukyat walau memiliki pendekatan berbeda, namun keduanya menghitung hal yang sama, yaitu pergerakan dan posisi bulan. Menurutku, secara ilmiah seharusnya kedua metode tersebut bisa dicari titik temunya. Ketidak sinkronan hasil kedua metode tersebut bisa disebabkan kesalahan di salah satu metode atau mungkin keduanya. Mengapa para ahli ilmu falaq tidak ada yang mencobanya? Apa memang tidak bisa disatukan? Sepertinya tidak mungkin tidak bisa -_-?

Yah, itulah segelumit pemikiranku. Pendapat?