Kamis, 1 Februari 2007

Ah hari yang dingin. Sebentar lagi musim banjir. Ternyata? Banji besar sudah dimulai hari itu juga.

Siang itu juga rumahku terendam banjir. Tanggul di sungai jebol, dan daerah rumahku pun terendam sampai sepinggang orang dewasa. Saat itu ku sedang di kantor, di rumah hanya ada ibu dan kakak perempuan ku. Panik lah mereka memindahkan barang ke lantai atas. Lumayan banyak juga barang yang tidak bisa terselamatkan karena air naik dengan cepat. Hanya barang-barangku yang aman, karena memang ada di lantai atas semua ^-^.

Akhirnya ku ijin pulang untuk membantu. Tas sengaja ku tinggal karena kupikir hanya akan merepotkan. Khawatir juga terhadang banjir. Dan benar juga, selepas Cipulir banjir mencapai 1 meter. Bus-bus tidak ada yang berani lewat. Padahal dari situ masih sekitar 1 jam perjalanan lagi ke rumah ku di daerah Pondok Aren.

Yah bermacet ria selama hampir 2 jam hanya untuk menemui kenyataan bahwa tidak bisa lewat kecuali nekat. Dan 2 kali hampir ditabrak motor yang datang dari arah berlawanan. Dan tebak apakah pengendara motor itu merasa bersalah, atau justru menyalahkanku :p?

Mengungsi dan Kembali ke Kantor

Keluarga ku ternyata memutuskan untuk mengungsi. Kantor saudara sepupu ku ternyata baik sekali🙂. Ada semacam ‘tunjangan’ banjir. Kupikir dari pada setengah mati mencoba pulang ke rumah, kemudian langsung pergi lagi, lebih baik ku langsung ke tempat ‘pengungsian’.

Tapi ternyata mereka baru akan berangkat 2 jam lagi. Hmm, daripada bengong tidak jelas, akhirnya kuputuskan balik ke kantor. Sepanjang perjalanan ku terus mempertanyakan keputusan ku ini, tapat atau tidak. Duh egois sekali sepertinya.

Kenapa ku memilih ke kantor untuk menunggu dan tidak ke tempat lain saja? Dan yang pasti harus menghadapi serbuan pertanyaan ‘kenapa-kok-balik-lagi-ke-kantor?’ Yah karena setiap Kamis ada pelajaran bahasa Arab. Setidaknya bisa mengisi waktu dengan sesuatu yang bermanfaat. Ya tho? Dan, yah benar saja, ku harus berkali-kali mengulang cerita kenapa ku tiba-tiba balik ke kantor😦.

Pukul setengah 8 malam, ku berangkat ke tempat ‘pengungsian’. Di terminal blok m penumpang menumpuk, sepertinya banyak bus yang terhadang banjir. Untung saja bus yang kunaiki tidak melewati daerah banjir. Di tengah perjalanan hujan kembali turun dengan deras. Sampai ke tujuan, sepatu dan sebagian baju basah. Payung kecil memang tidak bisa melindungi. Dan memakai sepatu bot sepertinya merupakan suatu keharusan di musim hujan ini😀.

Jum’at, 2 Februari 2007

Hujan kembali mengguyur sejak pagi. Berita di tv terus menyiarkan tentang banjir. Daerah rumahku sepertinya bukannya surut, justru akan semakin tinggi banjirnya >_<. Duh, kapan ku bisa pulang ya?

Walau hujan kuputuskan untuk ke kantor. Jalanan cukup lengang, sepertinya banyak yang malas keluar rumah. Hujan turun semakin deras.

Jalan Tendean ternyata ditutup! Di depan Tarakanita banjir katanya. Jalan tendean ditutup. Bus pun memutar lewat komdak. Sepat salah turun pula dan terpaksa naik lagi. Turun di Mampang, lalu jalan ke kantor. Di kejauhan terllihat motor-motor berhenti. Hmm, pertanda tidak bagus nih. Yap, dari depan kantor pos sampai jembatan ternyata banjir juga. Luar biasa🙂.

Tidak terlalu dalam sih. Maksimal cuma semata kaki. Kantor pun sudah terlihat, tinggal beberapa puluh meter lagi. Ya sudah nekat saja. Karena sepatu sudah basah dari kemaren, tanpa melepas sepatu kuarungi samudra banjir itu ^-^.

Seperti diduga, gedung masih sepi. Dan aku pun orang pertama di kantor ku. Hore …! Tak berapa lama bos ku yang rumahnya memang tidak jauh di belakang kantor datang. Jadilah kita berdua saja di kantor yang dingin ini. Jangan mikir yang macam-macam ya :p.

Teman-teman kantor ku kabari keadaan kantor. Dan bahwa mereka harus menembus banjir bila mau ke kantor. Sebagian besar ternyata ‘menyerah’. Jangankan sampai ke dekat kantor, berangkat pun mereka tidak bisa. Banjir di mana-mana.

Ah, ada juga yang tetap ngotot ke kantor. Kini sudah sekitar pukul 9.30 WIB, dan populasi kantor baru 4 orang. Kantor-kantor lain di gedung ini juga sepertinya bernasib sama.

Hmm. Internet CBN mati, setidaknya masih ada Speedy. Setelan AC tidak mengenal ampun dinginnya -_-`. Baju setengah basah. Sepatu dan kaos kaki kuyup, jadi terpaksa ‘nyeker’ di kantor. Bagaimana bisa nafsu kerja?😀 He he ….. alasan.

Setidaknya obsesi untuk menulis pengalaman banjir ini sejak kemarin sudah terpenuhi ^-^.

~ Musim hujan masih lama, Jakarta sudah tenggelam. Republik banjir kalau kata editorial Media Indonesia hari ini.

~ Yah, bagaimana pun ku tetap suka dengan hujan🙂.

Gambar-gambar dicari dan diambil dari sini dan sini.