Ada teman yang memiliki setidaknya 5 nama panggilan. Nama depan, nama belakang, penggalan pertama nama belakang, penggalan kedua nama belakang, dan satu nama yang ia buat sendiri. Kepada orang-orang kadang dia memperkenalkan diri dengan nama yang berbeda. Kenapa? Katanya bila ada yang menelepon atau datang ke rumah mencarinya, dia bisa langsung tahu yang mencarinya itu dari ‘kelompok’ (kurang cocok mungkin pilihan katanya) kenalan mana.

Namaku sendiri terdiri dari 3 kata. Dulu awalnya kupikir namaku itu terdiri dari 4 kata. Baru sadar ketika SMP bahwa kata ke-3 dan ke-4 itu sebetulnya 1 kata, duh.

Sejak kecil hingga SMA, panggilanku adalah penggalan nama depanku, yaitu Adit. Ketika kuliah, teman-teman lebih senang memanggil dengan username yang diberikan fakultas, yang merupakan penggalan dari nama tengahku, yaitu Anta. Walau sebenarnya ketika awal masuk kuliah, ku memperkenalkan diri dengan nama Adit. Seingatku hanya 2 teman kuliah yang masih memanggilku Adit.

Ketika kerja panggilan ‘Anta’ juga terbawa. Dibawa paksa oleh teman kuliah sebenarnya🙂. Lebih parah lagi, sebagian besar mengira itu nama asliku😀.

Namaku jarang kutulis secara lengkap, terlalu panjang (25 huruf dan 2 spasi). Jadi biasanya kutulis 2 kata pertama dengan lengkap dan kata ketiga kutulis dengan inisial. Atau kadang tanpa menulis inisial kata ketiga. Kalau sedang malas kadang hanya kata pertama yang ditulis lengkap, sisanya inisial saja. Saking seringnya, jarang yang hapal nama belakangku🙂. Ketika iseng kutulis namaku dengan 2 kata pertama dengan inisial dan kata ke-3 ditulis lengkap, pasti ada saja yang tidak mengenali ^-^.

Keluarga dan teman lama tetap memanggilku Adit, menurut mereka aneh bila harus diganti dengan Anta. Yang terbiasa memanggil ‘Anta’ pun tidak mau mengganti dengan Adit. Duh, tidak penting ya ^-^?

Di dunia maya, khususnya dunia blog, ku lebih suka memakai nick ‘ananta’, yaitu nama tengahku. Obsesi tidak penting soal nick ini adalah suatu saat nanti ketika orang-orang googling dengan keyword ‘ananta’, rank-nya bisa lebih tinggi dari Pramoedya Ananta Toer😀.

He he … penulisan artikel yang tidak ada alur jelas. Biar, yang penting maksud sudah tersampaikan. Lho, masih dibaca? Terima kasih untuk yang mau membuang waktunya🙂. Eh iya, nama lengkapku belum disebut ya? Silakan lihat di halaman About saja ya😉.

Jadi, siapa namamu?