Lumayan telat, tapi akhirnya ku bisa menonton seri Band of Brothers. Beberapa tahun lalu ketika diputar di TV, ku melewatkannya, dan hanya bisa penasaran mendengar cerita orang-orang yang membahasnya dan mengatakan film seri itu bagus.

Film dengan 10 episode ini diangkat dari buku karya Stephen E. Ambrose yang berjudul sama, tentang kisah nyata dari Easy Company, salah satu dari 9 Company di 506th Parachute Infantry Regiment, 101st Airborne Division. Sebagai paratrooper, mereka harus terjun ke jantung pertahanan musuh. Mengamankan lokasi dan membuka jalan untuk pasukan Sekutu.

Unit ini memegang peran penting dalam perang Eropa. Terjun ke dalam perang sejak D-Day (6 Juni 1944) di Normandia, membebaskan Belanda, mempertahankan garis depan di Bastogne pada Battle of the Bulge, hingga menduduki salah satu istana Hitler, Eagle’s Nest.

Ini memang film tentang perang. Tapi tidak melulu tentang perang. Adegan pertempuran lebih banyak ditampilkan pada bagian awal. Sisi manusiawi anggota Easy Company mendapat porsi yang cukup banyak pada bagian tengah hingga akhir film. Rasa takut, putus asa, semangat yang tidak bisa padam, serta ikatan batin antara mereka. Terutama saat mereka melewati hari-hari berat di Bastogne, dan setelahnya.

Versi DVD seri ini menyertakan juga wawancara tambahan dengan anggota Easy Company yang masih hidup, dengan durasi kurang lebih 77 menit. Menarik sekali mendengar bagaimana mereka menyikapi pengalaman mereka. Dan bagaimana mereka masih memelihara ikatan mereka setelah bertahun-tahun dengan mengadakan reuni tahunan. Pertemanan sejati yang hanya bisa muncul di medan perang istilah mereka. Benarkah begitu?

~ Nice series :)!