Hari terakhir di kantor ini. Tidak ada yang berbeda dengan hari-hari biasa. Hanya perasaan yang sulit dijelaskan. Bukan, bukan sedih atau senang. Tidak sesederhana itu. Bisa dibilang ini adalah akhir dari salah satu bab dari hidupku. Entahlah, mungkin karena semua mengalir begitu saja. Memulai bab baru kehidupan seperti hanya membalik halaman buku saja.

Satu setengah tahun lebih. Hmm, apakah itu lama atau sebentar? Dilihat dari berbagai aspek jawabannya akan bervariasi. Jadi kurasa tidak perlu dipikirkan, karena semua telah terjadi, betul? Hadapi hari baru yang lebih baik. Itu yang coba kukatakan pada diriku sendiri yang suka ‘ngeyel’ ini. Pernah berdebat dengan diri sendiri? Kalau pernah mungkin paham. Kalau belum lebih baik jangan. Eits ini bukan skizofrenia lho :p.

Peristiwa apa pun yang kita lalui, selalu ada manfaat dan pelajaran yang bisa diambil. Tinggal tergantung pada seberapa terbuka hati kita. Selama di kantor ini pun ada hal-hal yang kuperoleh, dan sudah sepatutnya disyukuri. Setuju? Banyak atau sedikit, ini bukan sesuatu yang bisa diukur. Yang pasti kalau dibilang sedikit berarti kurang bersyukur. Kalau dibilang banyak juga tidak yakin kalau telah semuanya kupahami. Mungkin masih banyak pelajaran yang terlewatkan.

Di sini ternyata ku bertemu dengan orang-orang yang bisa kuajak berdiskusi tentang banyak hal. Mungkin karena kita punya cara berpikir yang mirip. Uniknya adalah dengan setiap orang ada topik bahasan yang berbeda. Jadi seperti melihat kepingan pemikiranku di banyak orang. Bertemu mereka adalah salah satu hal yang paling kusyukuri di sini. Jadi berbahagialah kalian yang merasa termasuk ^-^. Oh ya karena ada yang tidak mau namanya disebut, jadi yang lain pun tidak disebut di sini, biar adil.

Capek juga menulis dengan mode serius. Tulisan ini pun mulai membosankan sepertinya. Jadi sekarang bahas hal-hal yang ringan saja😉.

Di awal kusebutkan bahwa tidak ada yang berbeda hari ini. Secara umum ya, tapi ada beberapa hal yang dirayakan pada waktu yang sama (yap betul kepergianku dirayakan -_-`). Banyak ‘tamu’ yang datang juga ke sini. Yap, cukup ramai hari ini.

Masih ada janji yang dibuat secara paksa secara sepihak oleh orang-orang yang belum kupenuhi. Dan ku yakin akan terus mereka kejar terus :p. Oh ya, di sini ada tradisi memberi upeti makanan ke semua orang bila merayakan sesuatu, termasuk bila ada yang hendak resign. Untuk ku, karena berbagai alasan yang sebagian dibuat-buat, akhirnya kupatahkan tradisi itu😀. Maaf, ya lidah-lidah yang mendambakan manisnya kue ^-^.

Beberapa orang mengatakan hari ini ku terlihat lebih ceria dari biasanya. Benarkah karena ku akan resign? Sebegitu senangnya? Tidak juga. Hanya mencoba memberikan kesan terakhir yang terbaik untuk semuanya. Dan beberapa hari ini kebetulan ku juga baru mulai menemukan bagian diriku yang hilang, yang lama tertutup kegelapan. Jadi ya wajar bila hari ini auraku sangat positif🙂.

Hmm, tulis soal apa lagi ya? Yang pasti Maaf dan terima kasih untuk semuanya. Kalau masih ada hutang silakan tagih. Direlakan lebih baik kata orang😀. Bila masih ada unek-unek silakan tumpahkan. Ke diriku boleh ke orang lain juga boleh.

Wah panjang juga ya tulisan ini. Sudah mulai membosankan sepertinya. Terima kasih yang masih mau membaca.Ya sudah diakhiri saja. Walau sebetulnya memang bingung mau menulis apa lagi ^-^.

Btw, anggaplah artikel ini sebagai my farewell letter untuk semua di RCN dan Radiant juga. Dan, seperti bait terakhir lagu Life is Like a Boat dari Rie Fu:

運命の船を漕ぎ 波は次から次へと私たちを襲うけど
Unmei no fune wo kogi nami wa tsugi kara tsugi e to watashi tachi wo osou kedo
Rowing the boat of fate, even if the waves attack us one after the other

それも素敵な旅ね どれも素敵な旅ね
Sore mo suteki na tabi ne dore mo suteki na tabi ne
That’s a nice trip, they’re all nice trips.

Itulah perjalanan hidup. Semoga kita bisa mewujudkan mimpi kita masing-masing.

~oh ya silakan tinggalkan kesan, pesan, cacian, makian, pujian, hinaan, dan lainnya🙂.