Rambut, bagian dari penampilan. Jadi kondisi rambut mempengaruhi penilaian terhadap seseorang. Rambut tidak gondrong (bagi pria tentunya), berantakan diidentikkan dengan ketidakrapiin, kemalasan, dan juga ketidak sopanan. Ya kurang lebih begitu.

Kembali ke budaya tentunya. Beberapa dekade lalu rambut gondrong bak bintang rock menjadi tren, dan orang-orang pun tidak keberatan dengan model rambut itu. Sekarang? Model rambut begitu selain dicap tidak rapi kadang dapat ekstra sebutan ‘jadul’.

Profesi juga berpengaruh. Tidak ada yang keberatan seorang selebriti memiliki model rambut macam apa pun. Bahkan mungkin diikuti oleh para pemujan instannya. Tapi seorang direktur? Jika tidak suka disebut pengusaha nyentrik lebih baik memiliki rambut yang biasa saja.

Model rambut pendek, agak cepak, cepak bahkan botak lebih disukai pria saat ini. Berapa kali rata-rata seorang pria mencukur rambutnya dalam setahun? Aku mungkin 2 kali setahun, maksimal 3 kali. Terlalu jarang atau biasa saja? Tidak tahu juga. Yang jelas sering kualami, orang disekitar bisa sudah 2 kali mencukur rambutnya, sementara aku merasa belum waktunya untuk pergi ke tukang cukur🙂.

Mencukur sepertinya merupakan ritual bersama. Entah bagaimana, banyak orang memutuskan untuk mencukur rambutnya pada waktu yang hampir bersamaan. Apalagi setelah masa liburan untuk kemudian ‘memamerkan’ rambut barunya. Hanya kebetulankah?

Masa sekolah dulu, peraturan soal rambut cukup ketat. Para guru biasanya tidak keberatan jadi tukang cukur dadakan. Model potongan favorit mereka biasanya model ‘asal-setengah’ alias memendekkan rambut di satu sisi. Kalau sang siswa merasa tidak nyaman dengan model aneh itu, dipersilakan datang ke tukang cukur kesayangan masing-masing. Aku dulu anak baik-baik jadi tidak pernah kena raziaseperti itu😀.

Masa kuliah, hingga bekerja kini, tidak ada peraturan yang mengharuskan berambut pendek. Selain estetika dan kesadaran sendiri tentunya. Sebagai orang yang asing di mata tukang cukur (saking jarangnya cukur rambut) kadang merasa jadi ‘nyeleneh’ sendiri di antara deretan orang berambut pendek lain.

Padahal model rambutku ‘unik’. Sebetulnya cocok juga jadi model bintang iklan shampo. Maksudnya model yang salah pake shampo he he … Rambutku memang sulit diatur, tapi aku suka modelnya, dan tidak berminat mengubahnya. Anggap sebagai trade mark lah😉.

Jadi kapan cukur lagi? Hmm, terakhir kira-kira lebaran tahun lalu. Mungkin paling cepat bulan depan :p.