Manusia berkeinginan, memiliki mimpi dan berusaha mewujudkannya. Namun seringkali terlupa bahwa ada kuasa yang lebih absolut. Tidak ada yang tahu skenario yang telah dipersiapkan Allah untuknya. Tidak semua berjalan sesuai dengan harapan.

Ini bukan alasan untuk menyalahkan takdir ketika mengalami kegagalan. Tapi merupakan bentuk keikhlasan, bahwa semua adalah yang terbaik. Kebaikan yang mungkin baru akan disadari sekian tahun ke depan. Atau mungkin dalam bentuk rahmat tak terkira di akhirat nanti.

Ironiskah, ketika akhirnya kali ini mencoba mengikuti salah satu bisikan hati, namun harus mengalah pada kenyataan? Saat ini ku tak mau berpikir macam-macam tanpa ujung. Satu hal yang kusadari, bahwa aku harus membuat keputusan lain yang lebih besar.

Ini adalah fitrah. Ini adalah waktuku untuk menghadapinya. Mencoba melawan sia sia saja. Yang terpenting adalah bagaimana menyalurkannya hingga menjadi kekuatan.

Ku tak pernah tahu hingga semua berlalu. Inikah? Ataukah nasib sedang menanti untuk menyergapku dari sudut yang tak pernah kulihat? Untuk memberiku sesuatu yang lebih baik?

Kucoba untuk tidak melakukan sesuatu yang egois saat ini … huff …