k!ck andy Beberapa waktu sempat mendaftar menjadi penonton K!ck Andy di studio, namun tidak undangan itu tidak kunjung datang. Rabu kemarin, melalui teman yang mendapat undangan, akhirnya ‘mimpi’ tidak penting itu jadi kenyataan.

Lalu, apa yang membuatnya jadi istimewa? Topik kali ini adalah “Laskar Pelangi (LP)”, tetralogi karya Andrea Hirata. Nah yang menarik bagiku adalah, baru 2 hari sebelumnya ku menyelesaikan buku ke-3 nya, eh tiba-tiba mendapat undangan ini. Kebetulan yang menarik🙂.

Sayang, pengalaman pertama menonton langsung di studio sedikit mengecewakan. Persiapan mereka sepertinya kurang. Aneh, karena bukankah ini sudah menjadi acara reguler? Pertama, syuting ternyata ‘ngaret’ 1 jam. Katanya sih karena studio masih dipakai acara lain. Lalu, jumlah peserta pun lebih banyak dari biasanya, dari normal 150 orang menjadi 250 orang tapi tidak dijelaskan mengapa. Mungkin karena tidak terbiasa menghadapi jumlah sebanyak itu, mereka agak kerepotan. Belum lagi soal clip-on yang lupa dicek dan ternyata bermasalah. Sepertinya selepas acara banyak yang akan kena omel nih ^-^.

Agak kecewa juga dengan pemilihan pembaca yang terinspirasi dengan LP yang menjadi tamu kali ini. Sepertinya kok kurang berkesan untuk cerita sedalam LP. Kecuali untuk surat dari seorang ibu di Bandung tentang bagaimana anaknya berubah karena LP. Sayang sang ibu tidak bisa dihubungi.

Namun tim K!ck Andy ternyata cukup ‘niat’ juga untuk mengumpulkan bahan. Mereka ke pulau Belitung untuk menemui anggota LP yang lain, tapi sayang tidak diberi caption tentang nama mereka. Kecuali beberapa, yang lain sulit dikenali. Dan tentu saja yang paling spesial: guru mereka Ibu Muslimah.

kick-hirata.jpg

Andrea sendiri sedikit berbeda dari gambaranku. Dari gaya menulisnya kupikir ia memiliki suara yang ‘kocak’, tapi ternyata suaranya dalam dengan logat melayu yang kental. Entah kenapa ku menangkap suaranya seperti suara orang yang sudah mulai lelah dengan hidupnya, padahal ia baru 33 tahun. Hmm, mungkin ia cuma lelah, tak tahulah.

Syuting selesai pukul 22.30. Dan seperti biasa ada pembagian buku gratis. Walau sudah punya lengkap, tapi ternyata ada gunanya juga. Untuk pertama kalinya dalam hidup, ku ikut berebut meminta tanda tangan ‘artis’ ^-^. Lumayanlah dapat 3 tanda tangan: Andrea, Ibu Mus, dan Syahdan yang ikut hadir di studio. Sebetulnya kurang satu lagi, tanda tangan Andi Noya😀. Tapi minta tanda tangan di mana? Tidak pas kalau dia ikut tanda tangan di buku LP.

***

laskar.jpg

Bicara soal tetralogi LP, kuakui ini merupakan karya yang inspiratif. Novel yang kupilih asal ketika diserang kebosanan ini, ternyata berhasil memikatku dengan sukses. Novel Indonesia pertama setelah sekian tahun yang bermutu tinggi. Tidak sia-sia membacanya karena ini tidak sekedar cerita.

Tetralogi ini sebetulnya adalah kisah tentang Andrea sendiri. Tapi ia dapat menuliskannya dengan indah. Mungkin kita semua pun memiliki pengalaman yang tak kalah indahnya, namun kita tidak bisa melihatnya.

Dan seperti yang Andrea bilang, ini adalah kisah orang Indonesia kebanyakan, maka wajar bila banyak yang menemukan kesamaan keadaan dengan dengan salah satu tokoh di cerita.

~ kapan ya buku ke-4 terbit?