Pengadaan PNS mulai jamak memanfaatkan media internet. Di satu sisi mungkin ini pertanda baik. Namun sepertinya masih jauh untuk itu. Ini berdasarkan pengalaman membantu kakakku. Bukannya mempermudah bagi para pendaftar, justru membuat proses registrasi semakin rumit. Memudahkan, tapi untuk pihak yang merekrut :p.

depkes.jpg

Pertama, CPNS Depkes. Meski sudah punya domain go.id sendiri, Biro Kepegawaian Depkes, yang mengurusi proses penerimaan CPNS, ternyata punya ‘rumah’ di tempat lain. Mereka mewajibkan peminat untuk mendaftar secara online.

ropeg.jpg

Pengumuman CPNS dikeluarkan tanggal 10 November 2007, sementara waktu yang diberikan untuk melakukan registrasi adalah 12-16 November 2007. Luar biasanya, tanggal 12 pagi baru disebutkan bahwa link untuk registrasi baru akan aktif pukul 2 siang. Lebih luar biasa lagi, form tersebut bermasalah dan tidak bisa diisi hingga tanggal 14 nya.

cpns-depkes.jpg

Halangan pertama terlewati, pendaftar harus teliti mengisi form yang sedikit ‘rumit’ pengisiannya. Pendaftar juga harus memilih posisi yang dilamar dan instasinya (sehingga biro kepegawaian depkes tidak perlu pusing mengalokasikan ~_~). Kemudian, form tersebut harus di print, untuk … dikirimkan via pos beserta berkas-berkas lain >_<. Lalu, siapa yang diuntungkan dengan mekanisme ini? Yang jelas pihak yang tidak perlu mendata satu persatu lamaran yang masuk :p.

Pengumuman lokasi ujian kembali secara online. Dan pengumuman kelulusan juga secara online. Yang belakangan ada lagi cerita ‘seru’ nya. Pengguna firefox tidak bisa mengklik link yang diberikan. Minta tolong pada Om Gugel, ternyata ini penjelasannya. Halaman tersebut di-disain hana untuk IE(?). Duh ….

Satu hal lagi yang mengganggu menurut ku. Meski sudah secara online, namun semua berkas-berkas, seperti keterangan proses penerimaan, pengumuman lokasi ujian dan pengumuman kelulusan, semua dalam format pdf. Ya memang pdf lebih universal, dan viewernya pun free, tapi sayang bukan itu alasannya. Bila diperhatikan file-file pdf tersebut adalah hasil scan. Artinya mereka tidak mau repot menulis ulang dalam format HTML sehingga bisa langsung dibuka.

Apa masalahnya dengan format pdf? Sebagian besar pendaftar kemungkinan mengakses melalui warnet. Dan dari pengalaman, tidak semua warnet menginstall pdf viewer secara default. Tidak ada jaminan pula, browser yang tersedia mendukung untuk membuka file pdf secara streaming. Belum lagi, pertanyaan seperti ini: “pdf itu apa ya? ga bisa dibuka pake office ya?“.

Menarik bukan?

Satu contoh lagi, lowongan di PT. Jamsostek. Pelamar juga diminta untuk mengisi form secara online dan kemudian mengirimkan berkas-berkas via pos. Kurang lebih mirip dengan proses CPNS Depkes namun lebih sederhana.

Masalahnya adalah, form tersebut berada di http://www.lptui.co.id:880/. Port 880? Umumnya, port di bawah 1024 hanya bisa diakses oleh root. Alhasil, form tersebut tidak bisa dibuka dari semua tempat. Terutama di mana sang network admin tidak berbaik hati membuka semua port ^-^.

Sekarang coba pikir bisa berapa kali seseorang perlu bolak-balik ke warnet untuk semua ini?

Mudah-mudahan ini hanya karena ‘kepolosan’ pihak perekrut. Dan tidak ada yang memanfaatkan untuk mark-up dan sejenisnya.