Tag

, ,

unilever.jpegPanggilan masuk dari sebuah nomor tak dikenal. Sang penelpon mengira nomor yang dihubungi adalah milik PT. Unilever Indonesia. Ia bermaksud mengonfirmasi kupon hadiah yang ia temukan di dalam kemasan Rinso. Dan nomor yang tertera di kupon itu? Yap, nomor pribadiku.

Walau kecewa, setelah penjelasan yang agak panjang akhirnya ia mau menerima kenyataan bahwa ku tidak ada sangkut pautnya dengan Unilever. Selesai? Tidak juga. Sampai saat ini sang penelpon masih menelpon 2 kali lagi seakan entah bagaimana bisa ada keajaiban sehingga yang mengangkat berbeda. Tentu saja ia kecewa setiap kali, yang terakhir bahkan ia mengatakan ‘kok tega sih nipu?‘. ~_~

Ok, ini jelas modus penipuan. Mana ada perusahaan besar nomor kontaknya menggunakan nomor prabayar? Ironisnya, masih ada saja yang tertipu. Dalam kasus ini, entah bagaimana, sang penipu salah mencetak nomor di kupon undian palsu tersebut. Satu calon korban pun ‘terselamatkan’ :p.

Kira-kira ada berapa kupon undian palsu dengan nomor ku di luar sana? Hmm, apa diriku sebagai pemilik nomor bisa dituduh sebagai antek penipu >_<?

Sekilas ber-google-ria, maka akan didapati bahwa penipuan dengan modus ini jamak. Dan tetap meninggalkan pertanyaan: “bagaimana bisa kupon undian palsu ada di dalam kemasan?”. Orang dalam? Atau … ah silakan gunakan imanijasi masing-masing saja.