Tag

, ,

Entah dari mana orang tua ku mendapatkan benda ini. Yang jelas benda kubus bernama rubik itu sudah kumiliki sejak kecil. Berbekal intuisi anak-anak ternyata tak cukup untuk memecahkannya. Jadi kupikir itu adalah hal mustahil, dan hilanglah minat untuk menyelesaikannya.

rubic1.jpg

Belasan tahun kemudian baru ku tahu bahwa bagi sebagian orang menyelesaikan rubik dalam hitungan menit bahkan detik adalah hal mudah. Bosan dengan rubik biasa, mereka menambah tantangan dengan mencoba menyelesaikannya dengan satu tangan. Tidak cukup juga, dengan mata tertutup. Bahkan ada yang mencoba dengan ukuran rubik lebih besar. Wow, menakjubkan memang apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang sepertinya mendedikasikan hidupnya untuk rubik :p.

Tidak ada minat untuk menyaingi mereka, Tapi hasrat untuk setidaknya ‘pernah’ menyelesaikan jadi bangkit lagi. Terlebih setelah tak sengaja menemukan rubik tua milikku itu saat sedang bongkar-bongkar barang di gudang.

Menyelesaikan rubik ternyata tak sulit, asal tahu tehnik nya tentu. Percobaan pertama memakan waktu 1,5 jam lebih. Duh payah … Percobaan kedua sekitar 1 jam. Lalu 30 menit, 20 menit hingga akhirnya di bawah 15 menit.

rubic2.jpg

Ternyata tak sulit untuk menghafalnya. Masalah waktu hanya soal latihan. Tapi lama-lama bosan juga :p. Sudah tidak menantang lagi.

Oh ya, seperti terlihat di 2 foto di atas, rubik itu di sponsori oleh produsen bir. Apa korelasi bir dan puzzle yang memutar otak ini? Pernah dengar Ballmer Peak ^-^? Randall Munroe di Authors@Google mengatakan ia pernah melakukan eksperimen untuk mengetahui apakah alkohol bisa membuat orang menyelesaikan rubik lebih cepat😀.

Btw, silakan cek situs berikut ini jika sudah merasa mampu memecahkan rekor dunia menyelesaikan rubik ^-^:

Rekor dunia resmi adalah 9,18 detik.