Catatan peristiwa tahun lalu…

– Smartphone pertama. Dibeli secara impulsif. Maksud hati memberi hadiah untuk diri sendiri setelah sekian lama, apa daya momen nya sedikit hilang karena diundur secara sepihak :p.

– Habis pc terbitlah laptop. Setelah 4 tahun lebih akhirnya dia memutuskan bahwa dunia terlalu kejam untuknya dan sudah tiba saat baginya untuk meninggalkan semua -_-. Sekarang masih bingung bagaimana cara membuang mayat dr pc itu, dan masih ada data yang masih tertinggal di dalam hard disk nya pula. Ya sudahlah…

– Aplikasi pertama untuk umum: Komutta. Hasil kolaborasi dengan mreunion-labs, dan sudah ada di android market. Akhirnya jadi juga membuat sesuatu yang bermanfaat buat orang lain. Semoga bukan jadi aplikasi terakhir.

– Masih terjebak di tempat yang sama. Tapi dibalik itu semua, ada beberapa hal yang mungkin tak akan terjadi bila jalan yang dilalui sudah berbeda. Karena itulah, mungkin berat, mungkin tak sesuai keinginan, tapi tak ada yang sia-sia.

– Tiba masanya dimana penyangkalan itu harus berakhir. Bulan-bulan yang menyiksa harus diakhiri. Ada sedikit beban yang terangkat, meski tak bisa menghilangkan rasa kecewa itu. Apa mau dikata ketika sesuatu yang kau pikir adalah takdir mu terlepas begitu saja?

– Pelajaran penting: jangan bermain api bila tak ingin terbakar. Diawali dari eksperimen kecil, hingga akhirnya ikut terjebak menjadi objek eksperimen itu sendiri. Ok, terlalu abstrak memang karena sengaja🙂. Biarlah untuk konsumsi pribadi saja.

– Batasan antara menginginkan sesuatu karena benar-benar menginginkannya, atau karena sekedar tidak ingin melewatkan (mungkin satu-satunya) kesempatan untuk mendapatkannya, adalah sangat tipis sekali. Saat itu rasionalitas terasa bagai ilusi.

– Ingat, jalani hidup tanpa penyesalan. Selagi masih ada waktu untuk memperbaiki sesuatu, selagi jendela kesempatan itu masih terbuka, manfaatkan itu, atau lupakan sama sekali dan jangan lihat ke belakang lagi.

– Segalanya akan lebih mudah bila semua orang bisa jujur. Tapi kita manusia yang diberi cobaan dengan harga diri yang melekat dan keraguan yang senantiasa hadir.

Dan begitulah adanya…