Categories: Intermezzo
yang berkaitan: artworks

This is something that only geeks would do, re-create a Star Wars movie in ascii-arts. Yep, that’s right, you can watch Star Wars IV: A New Hope in ascii. I just got this from LifeHacker. The original article is from The Register which is surprisingly quite ‘old’, posted on December 2001.
You can watch it from http://www.asciimation.co.nz/. Or if you want to you can watch it from … telnet :). Just type this telnet towel.blinkenlights.nl.
Unfortunately the movie is still not complete. The last update is at April 18 2006. Anyone interested to finish it :D?
Categories: Intermezzo
yang berkaitan: ascii, star wars
Tidak habis pikir, mengapa seseorang sampai hati memakamkan orang yang sangat ia cintai di dalam air. Tidak masalah bila hanya abu nya yang ditebarkan. Tapi menghanyutkannya begitu saja?
Ok untuk adegan sebuah cerita mungkin terlihat menyentuh dan mungkin romantis(?). Terlebih bila diiring dengan musik yang pas. Seperti ketika Cloud melepas Aerith (FF VII)

atau Shinn Asuka dan Stella (Gundam Seed Destiny)

Ah, kalau saja mereka sadar bagaimana kondisi mayat yang membusuk setelah beberapa waktu di dalam air ^-^.
Categories: Idle Talk · Intermezzo · Not That Important
yang berkaitan: burial, pemakaman
Entah dari mana orang tua ku mendapatkan benda ini. Yang jelas benda kubus bernama rubik itu sudah kumiliki sejak kecil. Berbekal intuisi anak-anak ternyata tak cukup untuk memecahkannya. Jadi kupikir itu adalah hal mustahil, dan hilanglah minat untuk menyelesaikannya.

Belasan tahun kemudian baru ku tahu bahwa bagi sebagian orang menyelesaikan rubik dalam hitungan menit bahkan detik adalah hal mudah. Bosan dengan rubik biasa, mereka menambah tantangan dengan mencoba menyelesaikannya dengan satu tangan. Tidak cukup juga, dengan mata tertutup. Bahkan ada yang mencoba dengan ukuran rubik lebih besar. Wow, menakjubkan memang apa yang bisa dilakukan oleh orang-orang yang sepertinya mendedikasikan hidupnya untuk rubik :p.
Keep reading →
Categories: Entertainment · Hobby · Not That Important
yang berkaitan: fun, puzzle, rubik
Panggilan masuk dari sebuah nomor tak dikenal. Sang penelpon mengira nomor yang dihubungi adalah milik PT. Unilever Indonesia. Ia bermaksud mengonfirmasi kupon hadiah yang ia temukan di dalam kemasan Rinso. Dan nomor yang tertera di kupon itu? Yap, nomor pribadiku.
Walau kecewa, setelah penjelasan yang agak panjang akhirnya ia mau menerima kenyataan bahwa ku tidak ada sangkut pautnya dengan Unilever. Selesai? Tidak juga. Sampai saat ini sang penelpon masih menelpon 2 kali lagi seakan entah bagaimana bisa ada keajaiban sehingga yang mengangkat berbeda. Tentu saja ia kecewa setiap kali, yang terakhir bahkan ia mengatakan ‘kok tega sih nipu?‘. ~_~
Keep reading →
Categories: Daily Life · Idle Talk
yang berkaitan: penipuan, undian, unilever
… in bunnies way.
It’s hillarious. My favorite are the Terminator version and the Alien version ^-^.
The question is, why bunnies?
Categories: Intermezzo
yang berkaitan: bunnies, comic strip, joke, suicide
Unplanned trip to the northwestern of Java. Escaping from the noisy and dull place, to the gusts and the tides.
Empty shore, with persistent local-vendors. Catching the waves, and losing a sandal. Refreshing view of the nature, unfortunately there is only one ‘red shirt’ in the distance.

The night hunt, with lightnings that appears like a warning. The quest for the ‘clean’ coffee shop, an ugly face of a resort area.
A mind rest, wet and sandy clothes, some gastrointestinal disorder, tired body. Hmm, what else? Pictures of K, maybe?
Aah, the next day is Monday, and it all seems like a short dream. Anyway, thanks for everything guys.
Categories: Daily Life · Idle Talk · personal
yang berkaitan: beach, carita, vacation
I’ve been blogging since the end of 2005. At that time, blogging just started to be popular and I’m still clueless about it :). I start blogging by ‘accident’. I found out about LiveJournal from my friend, then I thought that I can make it as some kind of my personal repository. Then, without realizing it, I created my first blog.
LiveJournal is quite convenience, but there are some limitations. And the UI is too simple and kind a old. After that, I tried some other blogging services like Blogger and Blogsome. And blogging feature from Social Network sites like Friendster, Multipy, and Yahoo!360. None of them lasted for long. Then I found WordPress, and I ditched the others ^-^.
If you look into this blog archive, this is the first post, dated on January 11th, 2006. Which mean it’s 2 years since that post. Although actually it’s not my first post here, I deleted the previous one because of a reason I can’t recall right now, but well, just let it be the official first post :). And of course, the birthday of this blog.
Yesterday, I read one of my old post. From how I wrote that post, I feel that in some way I’ve changed but in some other way didn’t. Well, that’s normal right?
So, any resolution for this blog? Nothing.
Aah, I almost forgot. I wanna thank you Gigi for making a special song to commemorate this blog birthday, 11 Januari ^-^. Euh … maybe not.
Categories: Blogging · Idle Talk · Not That Important
yang berkaitan: Blogging
Pengadaan PNS mulai jamak memanfaatkan media internet. Di satu sisi mungkin ini pertanda baik. Namun sepertinya masih jauh untuk itu. Ini berdasarkan pengalaman membantu kakakku. Bukannya mempermudah bagi para pendaftar, justru membuat proses registrasi semakin rumit. Memudahkan, tapi untuk pihak yang merekrut :p.

Pertama, CPNS Depkes. Meski sudah punya domain go.id sendiri, Biro Kepegawaian Depkes, yang mengurusi proses penerimaan CPNS, ternyata punya ‘rumah’ di tempat lain. Mereka mewajibkan peminat untuk mendaftar secara online.
Keep reading →
Categories: Daily Life · Thought
Belum lama, halte Halimun tidak lagi menjadi halte transit untuk Busway koridor IV (Pulogadung - Dukuh Atas II) dan VI (Ragunan - Dukuh Atas II). Beban itu dialihkan halte Dukuh Atas II. Lucu sebenarnya, karena halte Halimun masih bisa digunakan untuk transit. Dan rute Halimun-Dukuh Atas II menjadi redundan antara koridor IV dan VI.
Di satu sisi memudahkan penumpang yang berganti koridor dari I ke VI dan sebaliknya. Tapi di sisi lain justru membingungkan. Apalagi bagi para ‘first-timer’. Sementara petugas di halte bersikap acuh dan tidak informatif. Hanya menjawab sekenanya bila ditanya :p. Bagi penumpang koridor IV, kenistaan ditambah lagi dengan pernyataan yang tertera di kertas hasil print-an yang kumuh yang isinya kurang lebih: “Rute bisa berubah sewaktu-waktu (tanpa pemberitahuan) tergantung kondisi kemacetan”.
Keep reading →
Categories: Community · Daily Life
yang berkaitan: busway