Pendulum

Senantiasa bergerak, senantiasa berayun, senantiasa di tempat yang sama
Friksi, mengikis momentum
Dan akhirnya … berhenti

Agustus 17, 2011 at 10:40 am Tinggalkan komentar

Kesempatan Kedua

Hujan turun. Deras. Deru hujan selalu merupakan melodi alam yang indah di telinga ku. Dialog malam sebelumnya serasa tidak nyata. Diringi irama hujan, tebersit senyuman.

***

Hidup adalah pilihan, yang kadang berakhir dengan penyesalan. Serangkaian peristiwa seakan mengarahkan untuk memperbaiki salah satu nya. Hal yang seharusnya ku lakukan sejak dulu, tapi ku selalu mencari-cari pembenaran untuk menghindarinya. Tapi hidup dengan perasaan bersalah, meninggalkan sesuatu tidak terselesaikan dengan baik layaknya pengecut sejati, ku tidak mau seperti itu. Artinya suatu waktu memang harus dilakukan. Tak terhindarkan.

Rencana disusun, kata-kata disiapkan, mencari pengalihan agar tidak terlalu banyak berpikir. Hari itu tiba, ragu dan takut seperti diduga sudah menanti untuk menghadang. Saat seperti ini biasanya ku membuat kondisi yang harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum ku maju. Kondisi yang sulit untuk dipenuhi, sehingga bisa menjadi alasan, meski sadar tidak ada hubungannya sama sekali.

Dan kondisi tersebut ternyata gagal dicapai. Ketika kekecewaan yang muncul, ku sadar artinya ku benar-benar ingin melakukannya. Tidak ada lagi opsi mundur kalau begitu. Ku hanya berani berharap, setidaknya kerusakan yang kuperbuat bisa diperbaiki, tak lebih. Terwujud atau tidak, masing-masing memiliki konsekuensi. Itulah harga yang harus dibayar.

Dan…

Tak lama, segala kekhawatiran itu pun sirna.

Kesempatan kedua. Awal yang bersih. Tantangan untuk tidak mengacaukannya kembali. Semoga.

***

Sang pemimpi mempunyai harapan. Mempertanyakan mengapa kadang berarti harus berkutat di perbatasan irasionalitas, dan jawaban yang memuaskan mungkin tak akan ada.

Sang pemimpi memiliki keraguan dan rasa takut. Ragu apa ia layak berharap. Takut akan kekecewaan ketika harapan tidak berbuah.

Ada kalanya ketika sang pemimpi menemui jalan buntu. Untuk membuang asa itu, ia tidak mampu, maka disimpanlah dibalik sebuah pintu yang tertutup rapat. Meski tak terlihat, ia tahu ada di sana. Meski tak terlihat, tetap menoreh luka. Lalu mengapa? Keengganan membuangnya berbicara dengan sendirinya.

Namun, bila memang harus terjadi maka terjadi. Pintu itu pun dapat kembali terbuka.

Februari 19, 2011 at 12:21 pm Tinggalkan komentar

2010 dalam untaian kata

Catatan peristiwa tahun lalu…

- Smartphone pertama. Dibeli secara impulsif. Maksud hati memberi hadiah untuk diri sendiri setelah sekian lama, apa daya momen nya sedikit hilang karena diundur secara sepihak :p.

- Habis pc terbitlah laptop. Setelah 4 tahun lebih akhirnya dia memutuskan bahwa dunia terlalu kejam untuknya dan sudah tiba saat baginya untuk meninggalkan semua -_-. Sekarang masih bingung bagaimana cara membuang mayat dr pc itu, dan masih ada data yang masih tertinggal di dalam hard disk nya pula. Ya sudahlah…

- Aplikasi pertama untuk umum: Komutta. Hasil kolaborasi dengan mreunion-labs, dan sudah ada di android market. Akhirnya jadi juga membuat sesuatu yang bermanfaat buat orang lain. Semoga bukan jadi aplikasi terakhir.

- Masih terjebak di tempat yang sama. Tapi dibalik itu semua, ada beberapa hal yang mungkin tak akan terjadi bila jalan yang dilalui sudah berbeda. Karena itulah, mungkin berat, mungkin tak sesuai keinginan, tapi tak ada yang sia-sia.

- Tiba masanya dimana penyangkalan itu harus berakhir. Bulan-bulan yang menyiksa harus diakhiri. Ada sedikit beban yang terangkat, meski tak bisa menghilangkan rasa kecewa itu. Apa mau dikata ketika sesuatu yang kau pikir adalah takdir mu terlepas begitu saja?

- Pelajaran penting: jangan bermain api bila tak ingin terbakar. Diawali dari eksperimen kecil, hingga akhirnya ikut terjebak menjadi objek eksperimen itu sendiri. Ok, terlalu abstrak memang karena sengaja :) . Biarlah untuk konsumsi pribadi saja.

- Batasan antara menginginkan sesuatu karena benar-benar menginginkannya, atau karena sekedar tidak ingin melewatkan (mungkin satu-satunya) kesempatan untuk mendapatkannya, adalah sangat tipis sekali. Saat itu rasionalitas terasa bagai ilusi.

- Ingat, jalani hidup tanpa penyesalan. Selagi masih ada waktu untuk memperbaiki sesuatu, selagi jendela kesempatan itu masih terbuka, manfaatkan itu, atau lupakan sama sekali dan jangan lihat ke belakang lagi.

- Segalanya akan lebih mudah bila semua orang bisa jujur. Tapi kita manusia yang diberi cobaan dengan harga diri yang melekat dan keraguan yang senantiasa hadir.

Dan begitulah adanya…

Januari 1, 2011 at 8:42 am Tinggalkan komentar

Let it go

Yesterday, my ‘big’ plan ended up in failure. Why I’m not surprised? I feel that, lately I’ve been betrayed by my own wishes. I guess it’s true then that if something can goes wrong, then it will :) .

Speaking of wishes. Maybe it’s a godd time for me to learn to let go of something. One of my luckless hope. Few days ago, I lost something that I’ve been keeping for months. Something that remind me why I have to give up that hope. Honestly, I didn’t know how to react. I felt a mixed of emptiness and relief. I know I can’t ever forget it. No one can. So be it.

Anyway, in this quiet morning, I make a little toast for myself.

Cheers.

Juni 30, 2010 at 8:46 am 2 komentar

Smoke

“when you’re in a town that’s covered with smoke
you forget that there’s a world outside
nothing amazing happened here
and so we get used to a world where everything is ordinary
everyday spent here is like a whole lifetime of dying slowly”

(Takkun – FLCL)

Juni 18, 2010 at 8:47 am Tinggalkan komentar

Di kantor …

nonton bola :D

From 2010-06-17
From 2010-06-17

Juni 17, 2010 at 6:41 pm 4 komentar

Finding myself

“some people talk of trying to find themselves
but i never once tried finding myself
i already knew well what a despicable and pathetic person i was
maybe it was the other way around
and i was really waiting for someone to find me instead
in the end, not having a place to call home, i kept running away
even now, i still don’t have a place to call home”

(Punpun mama from Goodnight Punpun v6c60, translated by Hox)

Juni 17, 2010 at 8:46 am Tinggalkan komentar

Parodi para Pecundang

Masalah DPT sudah muncul jauh hari sebelum pemilu legislatif berlangsung. Sebagian parpol pun memprotesnya. Hanya sekedar protes sepertinya, karena tidak terlihat usaha nyata untuk mendaftarkan kadernya yang belum terdaftar.

Pemilu berlalu, meski hasil resmi belum keluar, tapi sepertinya tidak akan jauh berbeda dengan ‘klasemen’ sementara hasil quick count. Dan partai-partai pecundang mulai bernyanyi sumbang. Pecundang, karena menjadikan DPT sebagai kambing hitam kekalahan.

Tiba-tiba saja partai-partai tersebut punya data orang-orang yang tidak tercantum dalam DPT. Oke lah, sebagian masyarakat memang baru mengadu setelah pemilu lewat. Tapi seharusnya partai-partai itu bisa aktif mendatanya jauh hari sebelum pemilu. Lucunya, sebagian dari petinggi partai-partai tersebut belakangan mengatakan sebagian penghuni rumah dan tetangga mereka ada yang tidak terdaftar. Petinggi partai yang seharusnya lebih melek soal ini.

Ini mengesankan bahwa masalah DPT memang sengaja dibiarkan. Jadi ketika kalah dalam pemilu, ada alasan yang bisa dikeluarkan. Kemudian mengambil peran bak protagonis dalam sinetron murahan yang terdzalimi >_<.

Pop quiz: bila situasi berbalik, partai-partai tersebut menjadi pemenang pemilu, apakah mereka akan tetap memprotes DPT habis-habisan :p?

Konon, kisruh DPT adalah hasil dari satu upaya sistematis untuk memenangkan partai tertentu. Mungkinkah? Sulit mempercayai bahwa ada partai di Indonesia yang punya resources sehebat itu. Hingga mampu memilah siapa akan memilih partai mana, dan menghilangkan nama-nama pendukung partai lawan dari DPT dengan begitu rapi.

Ok, lalu apa yang diharapkan dengan memprotes DPT?

Memaksa pemerintah dan KPU mengaku salah?

Menyatakan hasil pemilu tidak legit?

Membubarkan dan mengganti anggota KPU?

Menyatakan bahwa masalah DPT adalah pelanggaran HAM?

Membatalkan hasil pemilu dan mengadakan pemilihan ulang? (Coba bayangkan konsekuensi opsi ini. Ajaibnya, BEM se-Jabodetabek pun mengadakan konfrensi pers untuk menyuarakan ini. Sulit dipercaya, membuat pernyataan bodoh dengan mengatasnamakan mahasiswa yang katanya cerdas :p).

Atau hanya sekedar parodi mahal dengan membawa nama rakyat, demokrasi dan keadilan untuk menutupi kegagalan dalam pemilu?

Apa pun itu tidak ada yang merupakan upaya yang konstruktif agar hal yang sama tidak terulang di pilpres bulan Juli mendatang. Batas akhir pembaruan DPT untuk pilpres adalah bulan Mei. Dan apa yang dilakukan oleh partai-partai pecundang itu? Sibuk mengecam sana-sini di media.

Tidak terlihat kalau mereka kini sedang ikut berjuang memperbaiki DPT. Padahal inilah yang terpenting. Kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka punya niat yang baik demi demokrasi. Lebih baik lagi setelah itu mereka membuat pernyataan untuk mempersoalkan DPT pasca pilpres. Karena mereka punya andil dalam menyusunnya. Hmm, harapan yang mengada-ada :D ?

Intinya. jangan sampai parodi yang sama diputar ulang. Terlalu mahal harganya.

April 16, 2009 at 8:19 am 5 komentar

Angka-angka

… yang didapat setelah merapikan hardisk:
- ± 120 GB
- 281 seri (117 diantaranya masih on going)
- plus 149 one shots

~manga xD *woot*
~my preciousssh …

(lagi…)

April 13, 2009 at 8:44 am 5 komentar

Cilincing Brotherhood

CIlincing Brotherhood

Senin sore kemarin ada tamu tak terduga datang ke kantor. Bangaip datang mengantarkan sendiri buku yang ku pesan beberapa waktu sebelumnya. Sempat kaget juga, sebegitu niatnya. Ya, seperti tulisan-tulisan di blognya, memang makhluk yang satu ini sungguh ajaib :D .

Rupanya bangaip ingin tahu kenapa banyak orang yang sudi memesan bukunya. Toh sebagian besar ada di blog nya. Ditodong pertanyaan itu sempat bingung juga. Kenapa ya ^-^?

Sekarang sudah setengah isi buku terbaca. Sebagian tulisan memang sudah pernah kubaca di blognya, tapi tetap saja menarik. Jarang ada yang membuat tulisan yang bisa membuat pembacanya tertawa di awal dan kemudian terpekur di akhirnya.

Kisah-kisah di dalamnya memang kisah biasa, yang unik adalah semua kisah itu terjadi pada satu orang saja. Meski bagi saya tidak terlalu penting, terus terang, sampai sekarang masih bertanya-tanya berapa persen tingkat keasliannya. He he .. maaf ya bang :) . Sebab bila memang semua benar, maka bangaip adalah orang yang hidupnya paling berwarna yang pernah saya tahu. Legendary lah …

Semoga ada penerbit yang ‘khilaf’ dan mau menerbitkan bukunya secara resmi. Bisa jadi bakal lebih sukses dari Laskar Pelangi ;) .

Ok, sekarang masalahnya adalah, sebaiknya bukunya dibayar berapa ya xD?

~akhirnya kepaksa update blog juga …

April 8, 2009 at 9:20 am 1 komentar

Tulisan Lebih Lama


Blog Stats

  • 246,076 hits

Member of

BlogFam Community

Judge Me!

Say what you like about me :)
Positive
Negative

Random Post

My Archives

Tulisan Terkini

Twitter

  • It turns out that if you divide 1 by 998,001 you get all three-digit numbers from 000 to 999 in order http://t.co/TCsSa0qg 1 day ago
  • But damn, they gonna make the story run through 3 generations. And that piqued my curiosity #GundamAge 2 days ago
  • Still with the same old recipe though, a surprise attack to the colony in the first episode, and a white MS comes to the rescue #GundamAge 2 days ago
  • It's like the genre changed from seinen to shounen. Gundam usually involves ideology war, but with that drawing? I don't know... #GundamAge 2 days ago
  • #GundamAge the latest from gundam series. The drawing is too cartoony, as if the characters came out from pokemon series 2 days ago
  • Ku tak tahu harus memulai dari mana. Sang waktu pun selalu terus mengejarku ke sana #bedakonteks 3 days ago
  • Haiyah harga board game nya $60. Kalau pun patungan trus siapa yg nyimpen xD? http://t.co/glqscmMY 3 days ago
  • Hmm, The Game of Thrones Board Game... 4 days ago
  • Zuruzuru zuruzuru... 4 days ago
  • Ada apa ini, pagi2 ada konvoi pesawat lewat ga habis2 dr tadi? 4 days ago

My del.icio.us Link

Other Feeds

Powered by FeedBurner

Subscribe in Bloglines


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.